3 Sapi Warga Tapango Hilang, Rugi Rp28 Juta Akibat Dugaan Pencurian

Misteri Hilangnya Tiga Ekor Sapi di Polewali Mandar, Jejak Kaki dan Ban Kendaraan Jadi Petunjuk

Polewali Mandar – Sebuah peristiwa misterius menggemparkan warga di Dusun Simbalatu, Desa Palatta, Kecamatan Tapango, Kabupaten Polewali Mandar. Tiga ekor sapi milik seorang warga dilaporkan menghilang secara misterius pada Senin (9/3/2026), menimbulkan kerugian materil yang tidak sedikit bagi pemiliknya. Dugaan kuat mengarah pada aksi pencurian ternak yang terencana.

Korban yang diketahui bernama Hasrul (40), warga Dusun Simbalatu, harus menelan pil pahit ketika mendapati tiga ekor sapi kesayangannya lenyap dari lokasi penambatan. Kejadian ini diperkirakan menyebabkan kerugian finansial mencapai Rp28 juta.

Kronologi Kejadian yang Menggelisahkan

Menurut penuturan Hasrul, peristiwa ini bermula ketika ia menambatkan ketiga ekor sapinya di sebuah kebun coklat yang berjarak sekitar satu kilometer dari kediamannya. Lokasi penambatan ini berada di dataran tinggi dan relatif jauh dari permukiman warga, sehingga akses utama adalah melalui jalan setapak. Hasrul meninggalkan ternaknya di sana sebelum kembali ke rumah untuk berbuka puasa.

Namun, pada pagi harinya, sekitar pukul 07.00 Waktu Indonesia Tengah (Wita), Hasrul kembali ke kebun untuk memberi makan sapi-sapinya. Betapa terkejutnya ia ketika mendapati ketiga ekor sapi tersebut telah raib dari tempatnya. Tidak hanya sapi yang hilang, tali pengikat hewan ternaknya pun turut lenyap dari lokasi kejadian, menambah kejanggalan dalam peristiwa ini.

Dalam kepanikan, Hasrul bersama beberapa anggota keluarganya sempat melakukan penyisiran di sekitar area kebun. Namun, upaya pencarian tersebut belum membuahkan hasil. Satu-satunya petunjuk yang mereka temukan adalah jejak kaki sapi yang mengarah ke sebuah jalan. Berbekal temuan ini, Hasrul segera melaporkan kejadian yang dialaminya kepada pihak kepolisian.

Penanganan Polisi dan Petunjuk Awal

Menindaklanjuti laporan dari korban, personel Kepolisian Sektor (Polsek) Tapango bersama dengan Bhabinkamtibmas Desa Palatta dan anggota jaga segera mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk melakukan pemeriksaan awal. Kapolsek Tapango, Iptu Muhammad Ishak, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah melakukan olah TKP.

“Saat ini kami masih mengumpulkan informasi untuk proses penyelidikan lebih lanjut,” ujar Iptu Muhammad Ishak.

Dari hasil olah TKP, petugas kepolisian berhasil menemukan beberapa petunjuk penting. Selain jejak kaki sapi yang menjadi indikasi awal, petugas juga menemukan bekas ban kendaraan di lokasi kejadian. Temuan ini semakin memperkuat dugaan bahwa ketiga ekor sapi tersebut diangkut menggunakan kendaraan, kemungkinan besar pada malam hari ketika lokasi tersebut sepi.

Mengingat kondisi geografis lokasi penambatan sapi yang berada di dataran tinggi dan jauh dari pemukiman, serta hanya dapat diakses dengan berjalan kaki, kuat dugaan pencurian dilakukan saat malam hari oleh pelaku yang lebih terorganisir.

Langkah Lanjutan dan Imbauan Kepolisian

Untuk memperdalam proses penyelidikan dan mengungkap pelaku pencurian, pihak kepolisian telah mengarahkan korban untuk membuat laporan resmi di Polres Polman. Dengan adanya laporan resmi, proses penyelidikan dapat berjalan lebih komprehensif dan terstruktur.

Polisi juga secara aktif mengimbau kepada seluruh masyarakat, khususnya yang berada di wilayah Kecamatan Tapango dan sekitarnya, untuk segera melaporkan kepada pihak berwajib apabila mengetahui informasi sekecil apapun yang berkaitan dengan keberadaan tiga ekor sapi yang diduga kuat telah dicuri tersebut. Kerjasama masyarakat sangat diharapkan untuk membantu pihak kepolisian dalam mengungkap kasus ini dan mengembalikan aset warga yang hilang.

Kejadian ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk senantiasa meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi pencurian ternak, terutama di daerah yang memiliki akses terbatas dan minimnya pengawasan.

Pos terkait