394 Hari Penantian Geypens: Garuda Panggil, Jodoh Pelatih Keempat

Penantian Panjang Berakhir: Tim Geypens Akhirnya Dipanggil Timnas Indonesia Setelah 394 Hari

Setelah menanti selama 394 hari, bek FC Emmen, Tim Geypens, akhirnya mendapatkan panggilan pertamanya untuk memperkuat tim nasional Indonesia. Panggilan ini datang di bawah era kepelatihan John Herdman, pelatih baru timnas Indonesia yang akan memimpin skuad Garuda dalam FIFA Series Maret 2026. Momen ini menandai sebuah pencapaian penting bagi Geypens, yang telah resmi menjadi warga negara Indonesia sejak 8 Februari 2025.

Proses naturalisasi Tim Geypens telah rampung sejak awal tahun lalu, bersamaan dengan Ole Romeny dan Dion Markx. Namun, nasib Geypens berbeda dengan kedua rekannya tersebut. Jika Romeny dan Markx segera merasakan debut berseragam Merah Putih, Geypens justru harus melalui penantian panjang. Selama lebih dari setahun (tepatnya 394 hari) sejak disumpah sebagai WNI, Geypens belum pernah diturunkan dalam pertandingan resmi maupun uji coba untuk timnas Indonesia.

Perbandingan Nasib dengan Rekan Naturalisasi

Kisah Tim Geypens menjadi kontras jika dibandingkan dengan Ole Romeny dan Dion Markx. Ole Romeny, misalnya, telah menjelma menjadi idola baru bagi para penggemar timnas Indonesia. Kontribusinya terlihat jelas, terutama dengan gol-gol yang berhasil dicetaknya, bahkan dalam fase krusial seperti putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026.

Sementara itu, Dion Markx telah aktif membela tim nasional U-23 Indonesia dalam berbagai kompetisi. Ia turut serta dalam ajang penting seperti Kualifikasi Piala Asia U-23 2026 dan SEA Games 2025. Keikutsertaan mereka dalam berbagai tingkatan timnas menunjukkan bahwa proses adaptasi dan debut mereka berjalan lebih mulus.

Namun, debut cepat tampaknya belum berpihak pada Tim Geypens yang kini berusia 20 tahun. Awalnya, Geypens diproyeksikan untuk memperkuat timnas U-20 Indonesia di Piala Asia U-20 2025 yang berlangsung pada Februari 2025. Sayangnya, proses naturalisasinya yang mepet membuat namanya gagal didaftarkan untuk turnamen tersebut.

Selanjutnya, muncul rencana agar Geypens dapat memperkuat timnas U-23 Indonesia dalam Kualifikasi Piala Asia U-23 2026 yang dijadwalkan pada September 2025. Namun, kenyataannya, ia juga tidak masuk dalam skuad asuhan Gerald Vanenburg saat itu.

Bahkan, ketika timnas U-23 Indonesia berpartisipasi di SEA Games 2025, Geypens kembali tidak dipanggil. Alasan utamanya adalah karena ajang tersebut tidak masuk dalam kalender FIFA, sehingga klubnya, FC Emmen, tidak berkewajiban untuk melepasnya. Pada kesempatan tersebut, pelatih timnas U-23 Indonesia, Indra Sjafri, sempat menyatakan sikapnya yang fleksibel terkait keputusan klub.

“Kami tetap berprinsip bahwa kalau dia (Geypens) memang bermain di klub, dan berlatih di klub, dan klubnya memang membutuhkan dia, kita memberikan keleluasaan kepada pemain, dan kami berpengalaman lebih itu,” ujar Indra Sjafri kala itu, menekankan pentingnya komunikasi dan fleksibilitas antara federasi dan klub.

Selama periode tersebut, tidak ada indikasi atau wacana kuat mengenai pemanggilan Geypens langsung ke timnas Indonesia senior yang saat itu masih dilatih oleh Patrick Kluivert.

Era Baru Bersama John Herdman

Akhirnya, setelah penantian panjang selama 394 hari sebagai warga negara Indonesia, panggilan Garuda pertama Tim Geypens terwujud di bawah nahkoda pelatih baru, John Herdman. Herdman menjadi pelatih keempat timnas Indonesia yang berkesempatan memanggil Geypens, setelah tiga pelatih sebelumnya (Patrick Kluivert, Gerald Vanenburg, dan Indra Sjafri) belum memberinya kesempatan.

Kini, publik menantikan bagaimana pelatih asal Inggris tersebut dapat memanfaatkan potensi yang dimiliki Tim Geypens. Meskipun berposisi utama sebagai bek, Geypens dikenal memiliki fleksibilitas taktis dan seringkali ditempatkan sebagai winger kiri atau bahkan gelandang. Kemampuannya untuk beroperasi di berbagai lini dapat menjadi aset berharga bagi timnas Indonesia.

Di kompetisi kasta kedua Belanda, Eredivisie, Tim Geypens telah menunjukkan performa yang menjanjikan. Dalam 23 penampilannya bersama FC Emmen, ia berhasil mencetak 2 gol dan memberikan 1 assist. Statistik ini menunjukkan bahwa Geypens memiliki kontribusi yang berarti di lini serang maupun pertahanan timnya, sebuah kualitas yang patut dipertimbangkan oleh pelatih timnas. Panggilan ini diharapkan menjadi awal dari kontribusi nyata Geypens untuk Merah Putih.

Pos terkait