Kemenangan ganda atas rival sekota dalam satu musim Serie A acap kali menjadi pertanda manis bagi AC Milan. Sejarah mencatat, terakhir kali Rossoneri berhasil mengukir dua kemenangan atas Inter Milan dalam satu musim liga domestik, trofi Scudetto pun berhasil mereka angkat di akhir musim. Kini, rekor gemilang itu kembali terulang.
Pada Minggu, 8 Maret 2026, AC Milan kembali melanjutkan dominasi mereka atas rival abadinya, Inter Milan, dalam laga yang digelar di San Siro. Dalam pertandingan pekan ke-28 Serie A, I Rossoneri berhasil mengamankan kemenangan tipis 1-0 atas I Nerazzurri. Ini menjadi kemenangan kedua bagi tim asuhan Massimiliano Allegri atas seteru sekotanya tersebut di pentas Serie A musim ini. Kemenangan pertama diraih pada pertemuan sebelumnya, 23 November, dengan skor identik.
Laga Derby della Madonnina kali ini semakin memanaskan bursa perebutan Scudetto. Kemenangan ini sukses memangkas jarak poin Inter Milan di puncak klasemen menjadi hanya 7 poin. Media-media Italia pun ramai memberitakan bahwa AC Milan kini kembali memiliki peluang nyata untuk bersaing memperebutkan gelar juara Serie A.
Tanda-tanda Alam dan Sejarah
Dua kemenangan beruntun AC Milan atas Inter Milan musim ini dianggap oleh banyak pihak sebagai pertanda alam yang mengingatkan pada kejayaan masa lalu. Terakhir kali I Diavolo Rosso mampu mengalahkan La Beneamata dua kali dalam satu musim Liga Italia adalah pada musim 2010-2011. Kala itu, Milan berhasil menang 1-0 saat bertandang ke markas Inter, dan kemudian mempertegas dominasi dengan kemenangan 3-0 saat menjadi tuan rumah.
Menariknya, pada musim 2010-2011, tim yang kini dijuluki Merah Hitam tersebut juga dilatih oleh Massimiliano Allegri. Puncaknya, musim tersebut ditutup dengan keberhasilan AC Milan merengkuh gelar Scudetto.
Tanggapan Massimiliano Allegri
Menanggapi pertanyaan wartawan DAZN yang mencoba mengaitkan kemenangan ini dengan pertanda alam meraih Scudetto, Massimiliano Allegri memilih untuk tetap bersikap rendah hati.
“Terakhir kali Anda memenangi derbi dua kali di Liga Italia adalah pada 2011. Apa Anda ingat bagaimana musim tersebut berakhir?” tanya sang reporter, mengutip dari Tuttomercatoweb.
Allegri, dengan gaya khasnya, tidak terpancing pujian berlebihan. “Kami memenangi liga pada musim itu, tetapi sekarang Inter memiliki keunggulan 7 poin. Selisih itu banyak,” jawabnya.
Ia melanjutkan, “Kami masih bisa lebih fokus di 30 menit terakhir, tetapi kami bisa merasa bahagia. Kami mencapai 60 poin, menjaga Como dan Juventus tetap di belakang. Kami bekerja selama enam bulan untuk mencapai kondisi terbaik pada bulan Maret. Sekarang musim ini akan ditentukan.”
Allegri menekankan bahwa timnya belum meraih apa pun. “Kami bahagia dengan kemenangan ini, tetapi ini berarti hanya mengurangi satu dari apa yang kami butuhkan untuk mencapai target. Bagaimanapun, Inter masih menjadi favorit yang jelas untuk menjuarai liga,” tegasnya.
Perbandingan Situasi Musim Ini dan 2010-2011
Sikap rendah hati Allegri bukan tanpa alasan. Terdapat perbedaan signifikan antara situasi musim 2010-2011 dengan kondisi saat ini.
Pada musim 2010-2011, AC Milan sudah menunjukkan dominasinya sejak awal. Mereka tak tergoyahkan di puncak klasemen sejak pekan ke-11, pertengahan November 2010. Ketika kemenangan kedua atas Inter diraih pada 2 April 2011, Rossoneri sudah unggul 3 poin atas Napoli yang berada di posisi kedua.
Situasi saat ini sangat berbeda. Pasukan Allegri masih tertinggal 7 poin dari Inter Milan. Berbeda dengan musim 2010-2011 di mana nasib Scudetto sepenuhnya berada di tangan Milan, kini mereka sangat bergantung pada performa rival. AC Milan membutuhkan Inter Milan untuk tersandung di beberapa pertandingan mendatang agar peluang Scudetto semakin terbuka lebar.
Analisis Pertandingan
Kemenangan 1-0 AC Milan atas Inter Milan kali ini merupakan hasil dari kerja keras dan determinasi tinggi. Gol tunggal kemenangan dicetak pada babak pertama. Meskipun Inter Milan berusaha keras untuk menyamakan kedudukan, pertahanan Milan yang solid, ditambah dengan penampilan gemilang dari lini tengah dan serangan balik yang efektif, berhasil menahan gempuran tim tamu.
Statistik pertandingan menunjukkan bahwa kedua tim saling memberikan perlawanan ketat. AC Milan unggul dalam penguasaan bola di beberapa fase pertandingan, sementara Inter Milan lebih mengandalkan kecepatan serangan balik dan duel udara. Kemenangan ini menunjukkan kedalaman skuad AC Milan dan kemampuan mereka untuk tampil konsisten di laga-laga krusial.
Prospek ke Depan
Dengan sisa pertandingan yang semakin sedikit, setiap poin menjadi sangat berharga. Kemenangan atas Inter Milan tidak hanya memberikan tiga poin penting, tetapi juga suntikan moral yang besar bagi skuad AC Milan. Mereka kini harus fokus untuk mempertahankan momentum ini dan memenangkan setiap pertandingan yang tersisa.
Tantangan terbesar bagi AC Milan adalah bagaimana mereka bisa memanfaatkan setiap kesalahan yang mungkin dilakukan oleh Inter Milan. Selain itu, mereka juga harus mampu menjaga konsistensi permainan agar tidak tergelincir di pertandingan-pertandingan yang terlihat lebih mudah.
Massimiliano Allegri telah membuktikan kemampuannya dalam mengelola tim dan memotivasi para pemainnya. Dengan pengalaman dan taktik yang jitu, AC Milan memiliki peluang untuk memberikan kejutan di akhir musim. Namun, seperti yang ditegaskan oleh Allegri, perjalanan masih panjang dan Inter Milan tetap menjadi favorit utama. Pertarungan Scudetto musim ini dipastikan akan berlangsung hingga pekan terakhir.






