Askrindo-BTN: Rp1,5 T Kontra Bank Garansi untuk Proyek Usaha

Askrindo dan BTN Bersinergi, Fasilitas Bank Garansi Rp1,5 Triliun untuk Dukung Pelaku Usaha

Jakarta – PT Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo) dan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) telah resmi menjalin kerja sama strategis melalui fasilitas Commercial Line Facility Kontra Bank Garansi. Kolaborasi bernilai hingga Rp1,5 triliun ini dirancang untuk memberikan dukungan penjaminan yang lebih kuat bagi para pelaku usaha, baik dalam proyek konstruksi maupun sektor non-konstruksi.

Penandatanganan kesepakatan penting ini dilakukan oleh Direktur Bisnis Askrindo, Budhi Novianto, dan Division Head Financial Institution & Capital Market Bank BTN, R. Wahju Budhi Witjaksono, di Jakarta pada Senin, 9 Maret 2026.

Skema Kontra Bank Garansi: Mitigasi Risiko dan Kepastian Bisnis

Skema kontra bank garansi yang disepakati bertujuan untuk memberikan kepastian dan mitigasi risiko yang signifikan dalam proses penerbitan bank garansi. Bank garansi sendiri merupakan instrumen yang umumnya dibutuhkan oleh perusahaan ketika mengikuti proses tender pengadaan barang atau jasa, maupun saat menjalankan proyek yang membutuhkan jaminan finansial.

Direktur Bisnis Askrindo, Budhi Novianto, menyatakan bahwa kerja sama ini merupakan bagian integral dari strategi Askrindo untuk memperluas penetrasi pasar di segmen penjaminan (suretyship). Selain itu, kolaborasi ini juga bertujuan untuk memperkuat sinergi yang telah terjalin dengan sektor perbankan di Indonesia.

“Kerja sama ini menjadi momentum yang sangat penting bagi Askrindo untuk menegaskan kembali perannya sebagai mitra strategis bagi perbankan dalam menyediakan solusi penjaminan yang kredibel dan dapat diandalkan,” ujar Budhi.

Dengan adanya fasilitas senilai hingga Rp1,5 triliun ini, Askrindo meyakini bahwa peluang pembiayaan untuk proyek-proyek produktif akan semakin terbuka lebar. Hal ini sangat krusial bagi pelaku usaha yang membutuhkan jaminan kuat dalam setiap tahapan proses pengadaan maupun pelaksanaan pekerjaan mereka.

Penguatan Portofolio Non-Program dan Diversifikasi Bisnis

Dari perspektif bisnis, penguatan lini commercial line ini juga merupakan bagian dari upaya Askrindo untuk meningkatkan porsi portofolio bisnis non-programnya. Strategi ini dijalankan dengan tujuan utama untuk meningkatkan kualitas aset perusahaan secara keseluruhan, sekaligus memperkuat kerangka pengelolaan risiko di tengah lanskap industri jasa keuangan yang terus berkembang dan dinamis.

Kerja sama dengan BTN ini juga dinilai mampu memperluas jangkauan akses pasar bagi berbagai layanan penjaminan yang ditawarkan oleh Askrindo. Sinergi yang terjalin erat dengan institusi perbankan memungkinkan perusahaan asuransi kredit seperti Askrindo untuk mendalami perannya dalam ekosistem pembiayaan proyek yang kompleks, di mana bank berperan sebagai penerbit utama dari bank garansi.

Potensi Pengembangan Produk Kolaborasi Lebih Lanjut

Ke depannya, kedua institusi, Askrindo dan BTN, membuka lebar peluang untuk pengembangan kerja sama dalam produk-produk lainnya. Selain skema kontra bank garansi yang telah disepakati, kolaborasi ini berpotensi untuk diperluas mencakup berbagai produk perlindungan risiko yang komprehensif. Beberapa di antaranya meliputi:

  • Asuransi Kredit: Memberikan perlindungan terhadap risiko gagal bayar dalam transaksi kredit.
  • Asuransi Kebakaran: Melindungi aset dari risiko kerugian akibat kebakaran.
  • Solusi Proteksi Terintegrasi: Menawarkan solusi perlindungan yang terintegrasi secara menyeluruh dengan kebutuhan pembiayaan nasabah, baik perorangan maupun korporasi.

Pengembangan produk-produk ini diharapkan dapat memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi para nasabah, serta memperkuat posisi Askrindo dan BTN sebagai penyedia solusi finansial dan proteksi yang terintegrasi.

Komitmen terhadap Tata Kelola dan Manajemen Risiko

Askrindo menegaskan bahwa setiap penguatan bisnis dan ekspansi yang dilakukan, termasuk kerja sama dengan BTN ini, senantiasa dilakukan melalui koordinasi yang erat dengan regulator terkait dan seluruh pemangku kepentingan di industri jasa keuangan. Langkah proaktif ini sangat penting untuk menjaga stabilitas operasional perusahaan sekaligus memastikan keberlanjutan bisnis dalam jangka panjang.

Budhi Novianto menekankan kembali komitmen Askrindo bahwa setiap ekspansi bisnis yang dijalankan harus selalu berjalan beriringan dengan penguatan tata kelola perusahaan yang baik dan manajemen risiko yang mumpuni. “Ekspansi bisnis harus berjalan beriringan dengan penguatan tata kelola dan manajemen risiko,” tegasnya.

Menurutnya, setiap langkah transformasi dan inisiatif bisnis yang diambil oleh Askrindo selalu dilakukan secara terukur, transparan, dan akuntabel. Hal ini dilakukan dengan tetap mengutamakan perlindungan kepentingan seluruh nasabah serta menjaga kepercayaan publik terhadap industri asuransi dan penjaminan nasional secara keseluruhan. Komitmen ini menjadi landasan utama dalam setiap aktivitas bisnis Askrindo.

Pos terkait