Syifa Hadju berbagi kisah awal kedekatannya dengan El Rumi, yang akhirnya berujung pada rencana pernikahan. Ia mengungkap bahwa hubungan tersebut dimulai di waktu yang tidak terduga dan justru membuatnya tak menyangka akan sampai pada tahap ini.
Saat itu, Syifa sedang dalam kondisi patah hati setelah putus dari hubungan sebelumnya. Ia bahkan tidak pernah membayangkan bahwa seseorang akan menjadi jodohnya dalam waktu dekat.
“Aku baru saja putus, jadi aku tidak pernah terpikir dia akan menjadi jodoh aku,” kata Syifa dalam wawancara C8 Podcast, Minggu (12/4/2026).
Sebelum mereka dekat, Syifa mengungkap bahwa dirinya dan El sudah lama berada di lingkungan yang sama. Namun, keduanya hampir tidak pernah saling berinteraksi.
“Aku dan dia sudah lama bersinggungan, tapi tidak pernah ngobrol,” ujarnya.
Awal komunikasi antara mereka justru dimulai dari pesan langsung di media sosial. El diketahui lebih dulu menghubungi Syifa, dan percakapan pun terus berlanjut.
Meski begitu, Syifa awalnya hanya menganggap El sebagai teman ngobrol biasa. Ia tidak langsung merasa ada perasaan lebih.
“Aku pikir dia cuma iseng atau memang orangnya ramah,” katanya.
Namun, seiring waktu, komunikasi keduanya semakin intens dan menyenangkan. Dari situ, Syifa mulai merasakan kenyamanan.
“Ternyata ngobrol sama dia menyenangkan,” ujarnya.
Selain itu, Syifa juga mulai melihat sisi lain dari El yang sebelumnya tidak ia sadari. Ia menilai El memiliki kedewasaan yang berbeda dari bayangan yang ia miliki.
“Ternyata dia sangat dewasa,” katanya.
Menurut Syifa, sifat dewasa El menjadi nilai plus yang jarang ia temui. Terlebih, ia merasa El mampu memahami dirinya dengan baik.
Ia juga mengungkap bahwa El memiliki sikap yang lembut dan perhatian. Hal ini membuat Syifa merasa nyaman dan dihargai.
Selain itu, satu hal yang paling menyentuh hati Syifa adalah sikap El terhadap ibunya. Ia melihat El benar-benar menghormati dan menyayangi keluarganya.
“Aku lihat dia sayang sekali sama ibu aku, itu penting banget buat aku,” ujarnya.
Dalam prosesnya, Syifa juga meminta pendapat dari keluarga dan sahabat terdekat. Respons yang ia terima cenderung positif.
Bahkan, ia mengaku turut meminta petunjuk kepada Tuhan sebelum mengambil keputusan besar tersebut. Ia merasa hubungannya dengan El berjalan lancar.
“Semuanya terasa dilancarkan,” kata Syifa.
Kini, hubungan yang awalnya penuh keraguan justru membawa kebahagiaan. Syifa pun tak menyangka bahwa sosok yang dulu tidak pernah ia pertimbangkan kini menjadi pendamping hidupnya.
Kisah cinta mereka menjadi bukti bahwa jodoh bisa datang di waktu yang tidak terduga. Bahkan, dari seseorang yang awalnya tidak pernah masuk dalam rencana.






