Banjir Jakarta Timur Surut, 16 RT DKI Masih Tergenang

Banjir di Jakarta Timur Surut Total, Namun 16 RT di Ibu Kota Masih Tergenang

Jakarta – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jakarta Timur hari ini, Senin (9/3/2026), mengonfirmasi bahwa genangan banjir yang sempat melanda wilayahnya telah surut sepenuhnya. Situasi ini merupakan kabar baik setelah hujan dengan intensitas sedang hingga deras mengguyur Jakarta sejak Sabtu (7/3/2026) hingga Minggu pagi, menyebabkan kenaikan debit air di sejumlah titik.

Sebelumnya, pada Minggu (8/3/2026), tercatat ada sebanyak 31 Rukun Tetangga (RT) di Jakarta Timur yang masih terendam banjir. Namun, berkat upaya penanganan dan surutnya air hujan, rata-rata genangan di wilayah ini telah menghilang pada pukul 15.00 WIB hari Minggu.

“Sudah surut, rata-rata pukul 15.00 WIB, hari Minggu kemarin,” ujar Kepala Satuan Tugas Penanggulangan Bencana Kota Jakarta Timur, Rangga Bima Setiawan, dalam konfirmasinya, Senin (9/3/2026).

Rangga menjelaskan bahwa penyebab utama banjir kali ini adalah curah hujan yang tinggi. “Pada Sabtu terjadi kenaikan tinggi muka air di Pintu Air Katulampa dan Depok meningkat lalu disertai hujan lokal,” jelasnya. Kenaikan debit air di pintu air tersebut, ditambah dengan hujan lokal yang intens, memicu meluapnya beberapa kali dan menyebabkan genangan di permukiman warga.

Meskipun Jakarta Timur telah bebas dari banjir, pantauan BPBD DKI Jakarta hingga Senin pagi pukul 06.00 WIB menunjukkan bahwa masih ada 16 RT di wilayah DKI Jakarta yang belum sepenuhnya terbebas dari genangan air.

16 RT di Jakarta Barat Masih Terendam Banjir

Kepala Pusat Data dan Informasi BPBD DKI Jakarta, Mohammad Yohan, dalam keterangan tertulisnya pada Senin pagi, menyatakan, “BPBD mencatat saat ini terdapat 16 RT dan dua ruas jalan tergenang berdasarkan update informasi hingga pukul 06.00 WIB.”

Seluruh RT yang masih tergenang banjir pada Senin pagi ini dilaporkan berada di wilayah Jakarta Barat. Berikut adalah rinciannya:

  • Kelurahan Duri Kosambi: Terdapat 4 RT yang tergenang dengan ketinggian air bervariasi antara 30 hingga 80 sentimeter. Penyebab utama genangan di wilayah ini adalah curah hujan yang tinggi dan luapan dari Kali Semanan.
  • Kelurahan Rawa Buaya: Wilayah ini mencatat genangan di 7 RT dengan ketinggian air berkisar antara 60 hingga 90 sentimeter. Curah hujan tinggi menjadi faktor utama terjadinya genangan di sini.
  • Kelurahan Jelambar: Satu RT di kelurahan ini masih tergenang dengan ketinggian air mencapai 30 sentimeter. Curah hujan tinggi yang disertai luapan Kali Grogol menjadi penyebabnya.
  • Kelurahan Kembangan Selatan: Dua RT di Kembangan Selatan masih terdampak banjir dengan ketinggian air sekitar 50 sentimeter. Curah hujan tinggi dan luapan dari Kali Bendungan Kali Pelopor menjadi penyebab genangan.
  • Kelurahan Kembangan Utara: Sebanyak 2 RT di kelurahan ini juga dilaporkan tergenang dengan ketinggian air antara 40 hingga 60 sentimeter. Curah hujan tinggi menjadi faktor utama.

Selain permukiman warga, dua ruas jalan di Jakarta Barat juga masih tergenang banjir. Masing-masing berada di Jalan Kapuk Muara Raya dan Jalan Lampu Merah Luar Kembangan Raya. Ketinggian genangan di kedua ruas jalan ini dilaporkan berkisar antara 15 hingga 70 sentimeter, yang berpotensi mengganggu arus lalu lintas.

Pihak BPBD terus memantau perkembangan situasi di lapangan dan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk melakukan penanganan lebih lanjut, termasuk upaya penyedotan air dan pembersihan saluran. Warga diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi perubahan cuaca dan ketinggian air, serta mengikuti informasi resmi yang dikeluarkan oleh BPBD.

Pos terkait