Bantargebang Pasca Longsor: 4 Tewas, 5 Hilang

Upaya Pencarian Intensif Korban Longsor Sampah Bantargebang Berlanjut

Bekasi, 9 Maret 2026 – Operasi pencarian dan evakuasi korban yang tertimbun dalam insiden longsor di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Kota Bekasi, terus digencarkan pada hari ini, Senin, 9 Maret 2026. Ratusan personel gabungan dikerahkan untuk menemukan lima orang yang hingga kini masih dinyatakan hilang. Kelima individu yang belum ditemukan tersebut meliputi dua sopir truk pengangkut sampah dan tiga orang pemulung yang berada di lokasi saat bencana longsor terjadi.

Di area titik longsor, terlihat sejumlah alat berat dikerahkan untuk mengurai tumpukan sampah yang menjulang tinggi. Beberapa unit ekskavator bekerja tanpa henti secara bergantian, berusaha membuka akses pencarian di antara gunungan sampah yang sangat tebal. Petugas dari berbagai instansi, mulai dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), tim SAR, hingga kepolisian, terlihat berjaga dan mengawasi jalannya proses evakuasi dengan seksama.

Tantangan dalam Proses Evakuasi

Proses pencarian korban di lapangan menghadapi sejumlah kendala signifikan yang mempersulit upaya tim gabungan. Salah satu tantangan utama adalah tingginya tumpukan sampah yang mencapai ketinggian puluhan meter, menyulitkan tim penolong untuk melakukan penggalian secara efektif. Kestabilan tumpukan sampah yang rapuh juga menjadi perhatian serius, mengingat potensi terjadinya longsor susulan yang dapat membahayakan para petugas.

Selain itu, kandungan gas yang dihasilkan dari timbunan sampah menjadi perhatian khusus. Gas metana dan zat berbahaya lainnya yang terkandung dalam sampah berpotensi membahayakan kesehatan para petugas yang terlibat dalam proses pencarian. Penggunaan alat pelindung diri yang memadai dan pemantauan kadar gas di area kerja menjadi sangat penting untuk memastikan keselamatan tim.

Kondisi cuaca juga turut memengaruhi jalannya operasi evakuasi. Genangan air yang masih tersisa di sekitar area longsor akibat hujan yang mengguyur wilayah tersebut dalam beberapa hari terakhir menambah kerumitan dalam mobilisasi personel dan alat berat. Lumpur dan kondisi medan yang licin menjadi tantangan tambahan bagi para petugas.

Posko Pengaduan dan Peninjauan Langsung

Di dekat lokasi kejadian, tim Dokter Polisi (Dokpol) dari Polres Metro Bekasi Kota telah mendirikan sebuah tenda yang berfungsi sebagai Posko pengaduan orang hilang. Posko ini disiapkan untuk menerima laporan dari keluarga korban dan memberikan informasi terkini mengenai perkembangan pencarian.

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, juga turut meninjau langsung lokasi longsor TPST Bantargebang pada Senin pagi, sekitar pukul 06.00 hingga 07.00 WIB. Kunjungan ini dilakukan untuk memantau secara langsung proses penanganan bencana dan memberikan dukungan moril kepada tim gabungan yang bekerja di lapangan, serta memastikan bahwa upaya pencarian korban berjalan optimal.

Kronologi dan Identifikasi Korban

Menurut Eko Uban, seorang Anggota Rescue Disdamkarmat Kota Bekasi, insiden tragis ini terjadi pada Minggu, 8 Maret 2026, sekitar pukul 14.30 WIB. Saat itu, sejumlah truk sampah sedang mengantre untuk membuang muatan di area pembuangan. Tiba-tiba, tumpukan sampah yang sangat tinggi mengalami longsor, menimpa truk-truk yang sedang menunggu dan para awaknya.

“Pada saat truk sampah antre mau buang sampah sekitar pukul 14.30 WIB, tiba-tiba tumpukan sampah longsor sehingga sopir yang antre untuk buang sampah tertimbun longsoran sampah,” ujar Eko kepada awak media.

Tidak hanya sopir truk, warga lain yang berada di sekitar lokasi, terutama yang sedang berada di warung-warung kecil di pinggir area pembuangan, juga ikut tertimbun oleh material sampah yang longsor.

Berdasarkan data sementara yang dihimpun oleh Kepala Seksi Operasi Kantor SAR Jakarta, Akhmad Rizkiansyah, terdapat total 13 orang korban dalam peristiwa longsor tersebut. Dari jumlah tersebut, empat orang telah berhasil ditemukan dalam kondisi selamat, sementara empat orang lainnya ditemukan meninggal dunia. Sisanya, sebanyak lima orang, masih dalam status hilang dan menjadi fokus utama dalam upaya pencarian yang sedang berlangsung.

Kelima korban yang masih dalam pencarian terdiri dari dua sopir truk pengangkut sampah dan tiga orang pemulung yang beraktivitas di area tersebut pada saat kejadian. Upaya pencarian akan terus dilanjutkan hingga semua korban berhasil ditemukan.

Tim gabungan terus bekerja keras, mengerahkan segala sumber daya yang ada untuk menemukan para korban yang masih tertimbun. Solidaritas dan sinergi antarinstansi menjadi kunci utama dalam menghadapi tragedi ini, dengan harapan dapat segera memberikan kabar baik kepada keluarga korban.

Pos terkait