Dugaan Aksi Begal di Jembatan Dua Binduriang: Motor dan Ponsel Raib, Polisi Buru Pelaku
Rejang Lebong, Bengkulu – Sebuah insiden yang diduga aksi pembegalan menggemparkan kawasan Jembatan Dua, Kecamatan Binduriang, Kabupaten Rejang Lebong, Bengkulu. Peristiwa ini terjadi pada Minggu, 8 Maret 2026, sesaat sebelum waktu berbuka puasa. Korban, yang diketahui bernama Andika, seorang warga dari Desa Terawas, Kabupaten Musi Rawas, Sumatera Selatan, dilaporkan kehilangan sepeda motor serta telepon genggamnya.
Informasi yang beredar menyebutkan bahwa Andika menjadi sasaran perampasan saat sedang melintasi Jalan Lintas Curup–Lubuklinggau. Ia diketahui tengah dalam perjalanan pulang dari arah Kepahiang menuju kampung halamannya di Terawas.
Kronologi Kejadian dan Kesaksian Warga
Seorang warga setempat yang meminta identitasnya dirahasiakan menceritakan detik-detik pasca kejadian. Menurutnya, peristiwa tersebut terjadi di tengah guyuran hujan deras. Kondisi cuaca yang buruk ini membuat kawasan jembatan menjadi sepi dari aktivitas pengendara maupun masyarakat.
“Saya melihat korban berjalan di sekitar jembatan dalam kondisi panik. Bajunya sudah basah karena hujan dan dia meminta bantuan untuk diantarkan,” ujar saksi mata tersebut.
Beruntung, ada warga lain yang berbaik hati dan membantu mengantarkan korban menuju Koramil Binduriang untuk mendapatkan pertolongan. Kejadian ini tentu saja menimbulkan kekhawatiran mendalam bagi masyarakat yang sering melintasi jalur tersebut.
Tindakan Polisi: Penyelidikan dan Pencarian Korban
Menanggapi laporan awal mengenai dugaan pembegalan ini, Kapolsek Padang Ulak Tanding (PUT), AKP Edi Hermanto Purba, membenarkan adanya informasi tersebut. Ia menyatakan bahwa pihaknya segera menindaklanjuti dengan mengerahkan anggota untuk mendatangi lokasi kejadian guna melakukan pengecekan.
“Anggota sudah mendatangi tempat kejadian perkara. Namun saat sampai di lokasi, korban sudah tidak berada di tempat dan diketahui telah pulang,” ungkap Kapolsek.
Saat ini, fokus utama kepolisian adalah untuk dapat menemukan alamat pasti korban. Hal ini penting agar Andika dapat diarahkan untuk membuat laporan resmi mengenai kejadian yang dialaminya. Dengan adanya laporan resmi, proses penyelidikan dapat dilakukan secara maksimal.
“Ini sedang kami coba cari alamat korban agar bisa diarahkan membuat laporan resmi. Polsek bergerak cepat menindaklanjuti informasi yang ada,” tegas AKP Edi Hermanto Purba.
Lebih lanjut, pihak kepolisian juga telah memulai upaya penyelidikan untuk mengidentifikasi dan melacak keberadaan pelaku yang diduga terlibat dalam aksi perampasan tersebut. Kapolsek mengimbau seluruh masyarakat untuk tidak ragu melaporkan setiap tindak kejahatan yang dialami.
“Jika ada masyarakat yang mengalami kejadian serupa, segera melaporkan agar kami dapat langsung melakukan tindakan dan upaya hukum secepatnya,” pintanya.
Jembatan Dua Binduriang: Kawasan Rawan Kriminalitas?
Kepala Desa Simpang Beliti, Eka Susanti, turut memberikan keterangan terkait insiden ini. Ia membenarkan informasi yang beredar di media sosial mengenai korban yang berasal dari Terawas, Musi Rawas, dan mengalami perampasan motor serta telepon genggam.
“Ya benar, dari informasi yang kami dapat, korban warga Terawas. Motor dan HP korban diambil oleh pelaku,” ungkap Eka.
Pihak desa juga aktif berupaya mengumpulkan informasi tambahan, termasuk mengenai ciri-ciri pelaku. Lokasi kejadian, yaitu kawasan Jembatan Dua di Jalan Lintas Curup–Lubuklinggau, memang berada di wilayah Desa Simpang Beliti.
Eka Susanti mengakui bahwa kawasan Jembatan Dua ini memiliki catatan kelam terkait kasus kriminalitas serupa di tahun-tahun sebelumnya. “Memang dari tahun-tahun sebelumnya, kawasan Jembatan Dua ini cukup rawan terjadi aksi begal,” ujarnya.
Menanggapi stigma rawan ini, pemerintah desa berencana untuk mengambil langkah proaktif. Beberapa upaya yang akan digalakkan meliputi:
- Peningkatan Kewaspadaan Masyarakat: Mengajak seluruh elemen masyarakat untuk lebih waspada dan menjaga lingkungan sekitar secara bersama-sama.
- Koordinasi dengan Aparat Kepolisian: Memperkuat sinergi dengan pihak kepolisian untuk meningkatkan patroli dan upaya pencegahan tindak kriminal di wilayah tersebut.
- Kampanye Keamanan Lingkungan: Mengadakan kegiatan sosialisasi dan edukasi mengenai pentingnya keamanan dan pelaporan tindak kejahatan.
“Kita akan berupaya supaya kedepannya daerah kita ini bisa terlepas dari stigma tersebut,” tutup Eka, penuh harap. Upaya bersama dari masyarakat dan aparat penegak hukum diharapkan dapat menjadikan Jembatan Dua Binduriang kembali aman dan nyaman bagi para pengguna jalan.






