Benteng Israel di Eropa Mulai Runtuh

Perubahan Hubungan Israel dengan Eropa yang Menjadi Tanda Isolasi

Pergeseran hubungan antara Israel dan negara-negara Eropa telah menjadi isu yang semakin menonjol. Keputusan Italia untuk menghentikan semua penjualan senjata ke Israel menjadi salah satu indikasi terbaru dari retakan yang semakin dalam antara Israel dan Eropa, yang dulu merupakan sekutu utamanya. Jika situasi ini berlanjut, keretakan ini bisa menjadi guncangan diplomatik yang signifikan.

Israel saat ini menghadapi keterasingan diplomatik yang belum pernah terjadi sebelumnya di seluruh Eropa, wilayah yang selama ini menjadi mitra dagang terbesarnya dan sumber utama dukungan politik dan ideologi. Hubungan tersebut mulai renggang, terutama setelah Perdana Menteri Benjamin Netanyahu berkuasa pada masa jabatan terakhirnya bersama koalisi paling sayap kanan Israel hingga saat ini.

Ketegangan awal terkait perombakan sistem peradilan oleh pemerintahan Netanyahu dan aneksasi Tepi Barat. Sengketa itu berkembang menjadi krisis besar setelah genosida di Gaza dimulai pada Oktober 2023. Selisih berikutnya terkait serangan ke Lebanon, dan keengganan Eropa ikut AS-Israel menyerang Iran.

Saat ini, beberapa sekutu Eropa menangguhkan hubungan pertahanan, memberlakukan embargo, membekukan program seperti Horizon Europe, dan terlibat dalam perselisihan publik yang sangat tajam.

Spanyol Mengambil Sikap Tegas

Spanyol muncul di garis depan oposisi Eropa. Di bawah kepemimpinan Perdana Menteri Pedro Sánchez, Madrid mengakui negara Palestina dan secara konsisten mengkritik operasi militer Israel. Sánchez menuduh Israel melanggar hukum internasional dan mendesak Uni Eropa untuk menangguhkan Perjanjian Asosiasi dengan Israel, dengan alasan bahwa hal ini akan mengakhiri apa yang disebutnya “impunitas atas tindakan kriminalnya”.



Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez menyampaikan pidato di Majelis Rendah di Madrid, Spanyol, 25 Maret 2026. – (EPA/SERGIO PEREZ)

Spanyol juga telah memberlakukan embargo senjata dan mengambil langkah tegas dengan menutup wilayah udaranya bagi pesawat tempur AS yang terkait dengan konflik Iran. Sebagai pembalasan, Netanyahu memecat perwakilan Spanyol dari Pusat Koordinasi Sipil-Militer di Kiryat Gat, sebuah fasilitas bentukan AS yang mengawasi bantuan kemanusiaan dan koordinasi gencatan senjata di Gaza. Menteri Luar Negeri Israel Gideon Saar menuduh Spanyol mempromosikan “pencemaran nama baik” dan menunjukkan “bias obsesif anti-Israel”.

Perancis dan Italia Ikut Berperan

Perancis juga mengambil sikap keras serupa. Seperti Spanyol, negara ini mengakui kenegaraan Palestina, melarang perusahaan-perusahaan Israel menghadiri pameran pertahanan besar, dan menolak hak terbang pesawat AS yang membawa amunisi untuk Israel. Israel menanggapinya dengan menghentikan sepenuhnya segala macam pengadaan pertahanan dari Perancis. Tentara Israel juga membatalkan hubungan profesional dengan militer Perancis, dan kini mencari mitra yang lebih bersedia menerima perjanjian tersebut.

Di Italia, Perdana Menteri Giorgia Meloni baru-baru ini mengumumkan bahwa Italia tidak akan memperbarui perjanjian pertahanan lama dengan Israel, yang pertama kali ditandatangani pada tahun 2005. Hubungan kedua negara memburuk setelah pasukan Israel melepaskan tembakan peringatan di dekat konvoi pasukan penjaga perdamaian PBB Italia di Lebanon. Menteri Luar Negeri Italia Antonio Tajani mengutuk tindakan Israel sebagai “tidak dapat diterima”, yang memicu protes diplomatik dari Yerusalem.



Aktivis Global Sumud Flotilla menyanyikan lagu pembangkangan Italia Bella Ciao sebelum ditahan pasukan Israel di perairan Palestina, Rabu (1/10/2025).

Perubahan di Jerman dan Hongaria

Ketegangan bahkan mencapai Jerman. Di negara itu, dukungan terhadap Israel telah lama didasarkan pada prinsip Staatsräson, yang dibentuk oleh warisan Holocaust. Dalam kebijakan pemerintah Jerman selama ini, keberlangsungan Israel adalah salah satu alasan keberadaan negara Jerman. Hubungan keduanya kini berada di bawah tekanan besar setelah perselisihan antara Menteri Keuangan Israel Bezalel Smotrich dan Kanselir Jerman Friedrich Merz.

Sementara itu, hilangnya sekutu Israel yang paling dapat diandalkan di Uni Eropa: Hongaria. Di bawah kepemimpinan mantan perdana menteri Viktor Orbán, Budapest sering menggunakan hak vetonya untuk memblokir atau melemahkan kritik UE terhadap Israel. Namun, kekalahan Orbán dalam pemilu melawan Péter Magyar telah menciptakan kerentanan baru.



Perdana Menteri Hongaria Viktor Orban berbicara pada acara penutupan kampanye Fidesz-KDNP di Budapest, Hongaria, 11 April 2026. – (ZOLTAN FISCHER/Kantor Humas PM Hungaria)

Magyar telah mengindikasikan bahwa pemerintahannya tidak akan lagi menawarkan perlindungan otomatis kepada Israel, yang menandakan pendekatan yang lebih independen dalam pengambilan keputusan di Uni Eropa.

Inisiatif Warga Negara Eropa

Anadolu melaporkan, inisiatif Warga Negara Eropa yang menyerukan penangguhan Perjanjian Asosiasi UE-Israel telah melampaui satu juta tanda tangan, penyelenggara mengumumkan pada hari Selasa. Ini menjadikannya inisiatif tercepat untuk mencapai ambang batas sejak mekanisme tersebut diperkenalkan.



Aksi di des Nations di depan markas besar PBB di Eropa, di Jenewa, Swiss, Sabtu (19/5). Aksi ini untuk menunjukkan solidaritas atas pembunuhan warga Palestina di Gaza dalam konflik Israel-Palestina. – (EPA-EFE/MARTIAL TREZZINI)

Pos terkait