BI: Permintaan Rumah di Balikpapan Meningkat Akibat IKN

Perkembangan Pasar Perumahan di Balikpapan

Pasar perumahan di Kota Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur, diperkirakan akan mengalami peningkatan pada tahun 2026. Hal ini didorong oleh perkembangan Ibu Kota Nusantara (IKN) yang terletak cukup dekat dengan kota tersebut. Dengan kelanjutan pembangunan IKN, sejumlah aktivitas ekonomi dan industri mulai bergerak, sehingga memberikan dampak positif bagi pasar properti.

Menurut Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Kota Balikpapan, Robi Ariadi, pembangunan IKN yang memasuki tahap kedua serta meningkatnya mobilitas pekerja akan menjadi faktor pendorong utama pertumbuhan pasar perumahan. Ia menjelaskan bahwa penyaluran kredit pemilikan rumah (KPR) masih menjadi dominan dalam pasar properti Balikpapan. Hal ini menunjukkan bahwa pembiayaan perumahan tetap menjadi salah satu penopang utama bagi sektor properti.

Meskipun pertumbuhan pasar residensial lebih lambat dibandingkan beberapa tahun sebelumnya, minat masyarakat terhadap rumah tapak tidak menghilang. Pada akhir 2025, rumah tipe besar mencatat penjualan yang lebih baik, menunjukkan adanya segmen pembeli yang tetap aktif. Mereka umumnya adalah masyarakat yang membutuhkan ruang lebih luas atau memiliki kemampuan pembiayaan yang kuat.

Penyaluran KPR di Kota Balikpapan mencapai Rp 4,97 triliun pada akhir 2025, dengan porsi sebesar 78 persen dari total transaksi. KPR tetap menjadi pilihan utama karena memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk membayar cicilan dalam jangka panjang. Pertumbuhan penyaluran KPR tercatat sebesar 4,16 persen secara tahunan, meskipun tidak setinggi periode sebelumnya.

Selain itu, tingkat kredit bermasalah di sektor perumahan tetap rendah, yaitu di bawah lima persen. Hal ini menunjukkan bahwa kemampuan masyarakat dalam membayar kredit relatif stabil, meskipun ada perubahan dalam aktivitas ekonomi. Robi menyatakan bahwa besarnya penyaluran kredit tersebut merupakan tanda bahwa bagi sebagian besar keluarga, KPR tetap menjadi solusi utama dalam memiliki rumah.

Harga rumah di Kota Balikpapan yang relatif tinggi membuat banyak keluarga memilih KPR sebagai cara untuk membeli rumah. Dengan cicilan yang terjangkau, KPR memberikan akses yang lebih mudah bagi masyarakat yang ingin memiliki tempat tinggal sendiri.

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Pasar Perumahan

Beberapa faktor penting yang memengaruhi pasar perumahan di Balikpapan antara lain:

  • Pembangunan IKN: Sebagai pusat pemerintahan baru, IKN menjadi daya tarik bagi para pekerja dan pengusaha yang ingin berinvestasi di sekitar wilayah tersebut.
  • Mobilitas Ekonomi: Penyelesaian proyek IKN berdampak pada meningkatnya aktivitas ekonomi, termasuk di Balikpapan.
  • Kebijakan KPR: Kebijakan yang mendukung pembiayaan perumahan membuat KPR tetap menjadi pilihan utama bagi masyarakat.

Dengan perkembangan yang terjadi, diperkirakan permintaan rumah di Balikpapan akan terus meningkat seiring dengan pertumbuhan ekonomi dan infrastruktur di sekitar IKN. Hal ini tentu akan memberikan peluang bagi pengembang properti dan sektor perbankan untuk terus berkembang.

Pos terkait