BANDUNG — Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melakukan operasi modifikasi cuaca untuk membantu proses pencarian korban longsor di Kampung Pasir Kuning, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua.
Kepala Badan SAR Nasional (Basarnas), Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, menjelaskan bahwa tindakan ini dilakukan untuk memudahkan pencarian korban yang masih hilang. Sampai siang hari ini, petugas masih berupaya mencari korban yang diduga masih tertimbun material longsor berupa lumpur tebal.
Ia mengatakan, bencana ini terjadi akibat faktor hidrometeorologi dan membutuhkan dukungan dari semua pihak, termasuk pengelolaan kondisi cuaca.
“Mudah-mudahan cuaca bisa membantu, sudah dilaksanakan operasi modifikasi cuaca oleh BNPB, karena kejadian ini disebabkan oleh dampak hidrometeorologi,” ujar Syafii di lokasi kejadian, Minggu 25 Januari 2026.
Tim pencarian yang terdiri dari lebih dari 700 personel telah berada di lapangan. Dari jumlah tersebut, 250 di antaranya adalah personel terlatih khusus dalam operasi SAR, sementara 450 lainnya merupakan gabungan dari TNI, Polri, BPBD, relawan, dan masyarakat setempat.
Upaya pencarian dilakukan secara menyeluruh melalui tiga dimensi, yaitu udara, darat, dan dengan bantuan hewan pelacak. Selain itu, 12 unit drone telah dioperasikan untuk memetakan area terdampak sepanjang sekitar 3 kilometer dan mengidentifikasi titik-titik potensial di mana korban mungkin berada, termasuk titik mahkota longsor yang menjadi fokus utama.
Di darat, alat berat telah siap digunakan, meskipun belum dapat langsung masuk ke area terdampak akibat kondisi struktur longsor yang masih rentan seperti pasir dan tanah gembur yang berisiko menimbulkan longsoran susulan.
“Kita juga mengerahkan anjing pelacak K9 untuk membantu mengendus keberadaan korban di bawah timbunan lumpur. Informasi yang kita dapat, korban masih lebih dari 80 orang dan proses pencarian terus kita lakukan tanpa jeda,” tambahnya.
Strategi Pencarian Korban
Beberapa strategi telah diterapkan dalam upaya pencarian korban:
Pemetaan Area Terdampak:
Drone digunakan untuk memetakan wilayah yang terkena dampak longsor. Proses ini membantu identifikasi titik-titik potensial tempat korban mungkin berada.Penggunaan Hewan Pelacak:
Anjing pelacak K9 dikerahkan untuk membantu mengidentifikasi keberadaan korban yang terkubur di bawah timbunan lumpur. Kemampuan mereka dalam mencium aroma manusia sangat membantu dalam proses pencarian.Koordinasi Tim Gabungan:
Tim pencarian terdiri dari berbagai instansi dan organisasi, termasuk TNI, Polri, BPBD, relawan, dan masyarakat setempat. Kolaborasi ini meningkatkan efisiensi dan kecepatan dalam proses evakuasi dan pencarian.
Kondisi Wilayah Terdampak
Wilayah yang terkena dampak longsor memiliki kondisi yang sangat rentan. Struktur tanah yang gembur dan pasir yang mudah bergerak membuat alat berat sulit masuk ke area terdampak. Hal ini memperlambat proses pencarian dan evakuasi korban.
Namun, para petugas tetap berusaha semaksimal mungkin. Mereka melakukan pemeriksaan secara manual dan menggunakan teknologi modern untuk memastikan tidak ada korban yang terlewat.
Selain itu, para petugas juga memberikan bantuan medis kepada korban yang berhasil ditemukan dan memastikan lingkungan sekitar aman dari risiko longsoran tambahan.
Peran Cuaca dalam Bencana
Cuaca menjadi salah satu faktor penting dalam penanganan bencana ini. Operasi modifikasi cuaca yang dilakukan oleh BNPB bertujuan untuk mengurangi intensitas curah hujan dan memperbaiki kondisi atmosfer agar proses pencarian dapat berjalan lebih lancar.
Meski demikian, perlu dipahami bahwa modifikasi cuaca bukanlah solusi permanen, melainkan upaya pendukung dalam menghadapi bencana alam yang bersifat mendadak dan berpotensi besar.
Kesimpulan
Longsor yang terjadi di Kampung Pasir Kuning, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, menunjukkan betapa pentingnya persiapan dan respons cepat dalam menghadapi bencana alam. Upaya pencarian korban yang dilakukan oleh tim gabungan menunjukkan komitmen dan kerja sama yang kuat.
Dengan kombinasi teknologi, sumber daya manusia, dan bantuan cuaca, diharapkan proses pencarian dapat segera selesai dan korban yang masih hilang dapat ditemukan.






