Tragedi di Sungai Lae Simbelin: Siswa SD Hanyut Saat Berenang, Pencarian Masih Berlangsung
Sebuah insiden tragis menggemparkan warga Dusun 2, Desa Bakal Gajah, Kecamatan Silima Pungga-Pungga, Kabupaten Dairi, pada Minggu, 8 Maret 2026. Seorang siswa sekolah dasar kelas VI, Ferry Sinaga, yang baru berusia 12 tahun, dilaporkan hanyut di Sungai Lae Simbelin. Hingga berita ini diturunkan, upaya pencarian intensif terus dilakukan oleh tim gabungan dan masyarakat setempat, namun Ferry belum juga ditemukan.
Kejadian nahas ini berawal ketika Ferry bersama empat orang temannya memutuskan untuk mengisi waktu luang dengan berenang di sungai tersebut. Momen menyegarkan itu terjadi sekitar pukul 11 siang, tak lama setelah mereka pulang dari sekolah. Namun, suasana ceria seketika berubah menjadi kepanikan ketika Ferry tiba-tiba hanyut terbawa arus sungai yang deras. Diduga, Ferry tidak mampu menguasai situasi dan terseret jauh dari titik awalnya.
Empat rekan Ferry yang menyaksikan kejadian tersebut segera bertindak panik. Mereka bergegas memberitahukan kepada warga sekitar mengenai musibah yang menimpa sahabat mereka. Informasi ini kemudian diteruskan kepada pihak kepolisian di Polsek Parongil untuk penanganan lebih lanjut.
Respons Cepat Pihak Berwenang dan Masyarakat
Menindaklanjuti laporan tersebut, pihak kecamatan Silima Pungga-Pungga segera mengambil langkah koordinasi. Camat Silima Pungga-Pungga, Edwin Nababan, membenarkan adanya insiden hanyutnya siswa tersebut. Ia mengungkapkan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Dairi. BPBD kemudian meneruskan permohonan bantuan pencarian kepada Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) untuk mengerahkan sumber daya yang lebih memadai.
Sementara itu, jajaran Polsek Parongil bersama dengan ratusan masyarakat setempat tidak tinggal diam. Mereka langsung membentuk tim pencarian gabungan yang menyisir seluruh area aliran Sungai Lae Simbelin. Upaya penyisiran dilakukan secara cermat, mulai dari titik terakhir Ferry terlihat hingga ke hilir sungai, dengan harapan dapat menemukan keberadaan korban.
“Sampai saat ini, Ferry belum ditemukan. Kami juga sudah memasang jaring di beberapa titik aliran sungai sebagai upaya pencarian,” ujar Camat Edwin Nababan, sembari menambahkan bahwa pencarian terus dilakukan tanpa henti. Pemasangan jaring di beberapa titik strategis di aliran sungai merupakan salah satu metode yang diterapkan untuk mempersempit area pencarian dan meningkatkan peluang menemukan korban.
Harapan dan Upaya Berkelanjutan
Suasana di Desa Bakal Gajah saat ini dipenuhi dengan kecemasan dan harapan. Warga sekitar, para petugas, serta keluarga Ferry tak henti-hentinya memanjatkan doa agar Ferry dapat segera ditemukan dalam kondisi selamat. Kesabaran dan keteguhan hati diuji dalam menghadapi situasi yang penuh ketidakpastian ini.
Upaya pencarian dipastikan akan terus dilakukan secara maksimal. Tim gabungan berkomitmen untuk menjangkau seluruh kemungkinan di sepanjang aliran sungai. Faktor cuaca, kondisi medan, serta tingkat kesulitan medan di beberapa bagian sungai menjadi tantangan tersendiri dalam pelaksanaan operasi pencarian ini. Namun, semangat pantang menyerah terus membara di antara para relawan dan petugas yang terlibat.
Setiap lekukan sungai, setiap batu besar, dan setiap ranting yang tersangkut menjadi fokus perhatian. Tim pencari bergerak dalam formasi yang terstruktur, memastikan tidak ada satu pun area yang terlewatkan. Pengalaman dan pengetahuan lokal dari masyarakat setempat juga sangat berharga dalam mengarahkan upaya pencarian di medan yang mereka kuasai.
Pihak berwenang terus mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan memberikan dukungan penuh terhadap tim pencari. Informasi sekecil apapun yang berkaitan dengan keberadaan Ferry sangat diharapkan. Kejadian ini menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan, terutama bagi anak-anak, saat beraktivitas di dekat perairan yang berpotensi berbahaya. Semoga upaya pencarian ini segera membuahkan hasil yang membahagiakan dan mengakhiri kecemasan yang melanda keluarga serta masyarakat Dairi.






