Chua Kotak Heran Sikap Orang Tua Vidi Aldiano Saat Melayat

Berita duka menyelimuti dunia hiburan Tanah Air. Vidi Aldiano, seorang penyanyi berbakat yang dikenal dengan karya-karyanya yang menyentuh hati, dikabarkan meninggal dunia pada usia yang masih sangat muda, 35 tahun. Kepergiannya yang mendadak meninggalkan kesedihan mendalam bagi keluarga, kerabat, rekan sesama musisi, serta para penggemarnya.

Vidi Aldiano menghembuskan napas terakhirnya pada Sabtu, 7 Maret 2026. Ia telah berjuang keras melawan penyakit kanker ginjal stadium 3 yang didiagnosis sejak tahun 2019. Meskipun berjuang dengan gigih, takdir berkata lain. Vidi meninggal dunia dalam keadaan tenang, dikelilingi oleh keluarga tercinta dan orang-orang terdekatnya. Jenazahnya kemudian disemayamkan dan dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Tanah Kusir pada Minggu pagi, 8 Maret 2026.

Kabar duka ini sontak mengundang banyak perhatian dari berbagai kalangan. Sejumlah figur publik pun berbondong-bondong mendatangi rumah duka untuk memberikan penghormatan terakhir dan menyampaikan belasungkawa kepada keluarga yang ditinggalkan. Salah satu sosok yang turut hadir dan memberikan kesan mendalam adalah Chua, bassist dari grup musik Kotak.

Ketegaran Luar Biasa Keluarga Vidi Aldiano

Chua Kotak, yang hadir melayat pada Sabtu (7/3/2026) malam, mengungkapkan rasa takjubnya terhadap sikap luar biasa yang ditunjukkan oleh kedua orang tua Vidi Aldiano di tengah masa duka yang mendalam. Melalui unggahan di media sosialnya, Chua membagikan pengalamannya bertemu dengan keluarga almarhum, dan ia dibuat terkesima oleh kebaikan serta ketegaran mereka.

“Ini pertama kali saya bertemu dengan keluarga almarhum, karena malam itu saya ingin mengucapkan belasungkawa secara langsung. Dan masyaAllah… Pantas saja Vidi begitu baik. Keluarganya pun SANGAT BAIK. Baik banget,” tulis Chua, menggambarkan kesan pertamanya saat bertemu dengan ibu dan ayah Vidi.

Chua terkesan dengan bagaimana orang tua Vidi, meskipun baru saja kehilangan putra sulung mereka, tetap menunjukkan sikap yang hangat dan penuh perhatian kepada para pelayat.

Perhatian Ibu Vidi Aldiano

Saat berada di rumah duka, Chua berkesempatan untuk bertemu dengan ibunda Vidi, Besbarini. Ia kembali dibuat heran dengan sikap ibu dari penyanyi yang meninggal di usia 35 tahun itu. Di tengah kesedihan yang melanda, Besbarini justru terlihat tegar dan memberikan ketenangan kepada orang-orang yang datang melayat.

“Di samping jenazah, ibunda almarhum duduk dan bergantian menyalami para tamu. Tatapannya juga sangat hangat. Sikapnya benar-benar seperti ibu yang mengayomi anak-anaknya,” lanjut Chua.

Chua menyaksikan sendiri bagaimana Besbarini dengan sabar menenangkan para tamu yang menangis. Ia bahkan merasakan sendiri kehangatan pelukan dan usapan dari Besbarini yang mencoba menghibur.

“Ada yang datang sambil menangis memeluk beliau. Beliau justru mengusap-usap mereka untuk menenangkan. Baik sekali. Ucapan terima kasih tak pernah putus dari mulutnya,” tambah Chua, menyoroti kebaikan hati Besbarini.

Kepedulian Ayah Vidi Aldiano

Sikap serupa yang penuh kepedulian juga ditunjukkan oleh ayah Vidi Aldiano, Harry Kris. Di tengah suasana berkabung yang syahdu dan diiringi hujan deras pada malam itu, Harry Kris tetap memastikan para tamu merasa nyaman dan tidak terganggu oleh cuaca.

“Selain mengucapkan terima kasih, beliau justru mengusap lengan baju kami. Seperti ingin memastikan apakah kami basah atau tidak. Lalu beliau berkata, ‘Kalian nggak basah kan? Jangan sampai kehujanan ya’,” beber Chua, menceritakan momen mengharukan tersebut.

Chua menyadari bahwa kebaikan hati dan kepribadian Vidi Aldiano yang selama ini dikenal luas, merupakan cerminan dari didikan dan lingkungan keluarga yang sangat baik.

“Pantas saja banyak orang menjadi saksi betapa baiknya almarhum Vidi Aldiano. Keluarganya pun sebaik itu,” imbuhnya.

Di akhir pesannya, Chua mendoakan agar almarhum Vidi Aldiano mendapatkan tempat terbaik di sisi-Nya. “Rest in Love, Vidi Aldiano. Al Fatihah,” tutup Chua.

Perjuangan Vidi Aldiano Melawan Kanker

Kisah perjuangan Vidi Aldiano melawan kanker ginjal stadium 3 telah menjadi inspirasi bagi banyak orang. Melalui sebuah video bertajuk “i HAD cancer” di kanal YouTube-nya, Vidi pernah menceritakan awal mula dirinya divonis mengidap penyakit tersebut.

Awalnya, Vidi merasakan ada yang tidak beres dengan tubuhnya setelah melakukan pemeriksaan kesehatan untuk kedua kalinya. Merasa ada kejanggalan, ia kemudian memutuskan untuk menjalani tes kesehatan yang lebih mendalam, termasuk tes USG di Singapura. Hasil pemeriksaan USG tersebut menunjukkan adanya benjolan pada ginjalnya. Sejak saat itu, Vidi menjalani serangkaian pemeriksaan medis secara rutin hingga akhirnya diagnosis kanker ginjal stadium 3 ditegakkan.

Meskipun harus menghadapi kenyataan pahit dan berjuang melawan penyakit yang mengancam jiwanya, Vidi Aldiano tetap menunjukkan semangat dan optimisme. Ia memilih untuk terbuka mengenai kondisinya, berbagi cerita tentang perjuangannya, dan memberikan semangat kepada orang lain yang mungkin mengalami hal serupa.

Kepergian Vidi Aldiano menyisakan duka yang mendalam, namun warisan karya dan semangat juangnya akan terus dikenang. Kehadiran dan kebaikan keluarganya yang luar biasa di tengah duka, seperti yang disaksikan oleh Chua Kotak, menjadi bukti nyata betapa beruntungnya Vidi memiliki keluarga yang penuh cinta dan kasih sayang.

Pos terkait