Sidak Kebersihan Trotoar di Bandung
Saat menyusuri kawasan Setiabudi, Kota Bandung, Dedi Mulyadi menemukan trotoar jalan protokol yang tampak kotor dan tidak terurus. Hal ini memicu kekesalannya terhadap kondisi lingkungan yang seharusnya menjadi perhatian utama.
Kisah Pilu Warga
Dalam sidak tersebut, Dedi bertemu dengan seorang pengangkut sampah yang memiliki beban cicilan mobil sebesar Rp4,8 juta per bulan. Sementara upah rutinnya hanya berkisar antara Rp1,5 juta hingga Rp3 juta. Hal ini membuat Dedi prihatin dan ingin memberikan solusi untuk membantu warga tersebut.
Solusi Kesejahteraan
Tergerak oleh kegigihan warga tersebut, Dedi Mulyadi secara spontan merekrutnya menjadi petugas kebersihan resmi. Ini dilakukan sebagai bentuk dukungan terhadap kesulitan ekonomi yang dialami oleh warga tersebut.
Perjuangan Sang Pengangkut Sampah
Pria tersebut mengaku memiliki cicilan mobil sebesar Rp4,8 juta per bulan, padahal upah yang ia terima dari mengangkut sampah hanya berkisar antara Rp1,5 juta hingga Rp3 juta per bulan. Tidak hanya itu, biaya bahan bakar (BBM) pun harus ditanggungnya sendiri.
Kang Dedi bertanya dengan kebingungan: “Bapak cicilan mobil Rp4,8 juta, gaji Rp3 juta, nomboknya dari mana?” Ternyata, demi menutupi kekurangan tersebut dan menghidupi istri serta empat anaknya, warga itu harus bekerja serabutan sebagai juru parkir di sebuah gerai mie populer pada malam hari.
Pekerjaan Tambahan
Dari pekerjaan lain menjadi juru parkir itu, ia mendapat penghasilan tambahan sekitar Rp70 ribu hingga Rp100 ribu per malam. Selain itu, ia juga menerima jasa pindahan rumah jika ada yang membutuhkan.
Perjuangan tidak berhenti di situ. Di rumah, mertua pria tersebut juga turut membantu dengan memilah sampah plastik dan botol untuk kemudian dijual kembali guna membantu cicilan mobil tersebut.
Rekrutmen Jadi Petugas Kebersihan
Setelah mendengar kisah warganya itu, Dedi Mulyadi secara spontan merekrutnya menjadi petugas kebersihan. Hal ini dilakukan Dedi Mulyadi untuk membantu warga tersebut dinilai kesulitan ekonomi.
Meski merasa cukup, KDM menilai warga tersebut semangat kerja yang tinggi namun dengan manajemen keuangan yang mencekik. Ia pun memberikan solusi instan. Ia menawarkan pria tersebut untuk berhenti menjadi juru parkir liar dan beralih menjadi penanggung jawab kebersihan di wilayah tersebut secara resmi.
Gaji dan Manfaat
Dedi Mulyadi menjanjikan gaji tetap sebesar Rp4,2 juta per bulan. Selain itu, mobil milik warga tersebut akan tetap diberdayakan untuk membantu operasional pengangkutan sampah di wilayah tersebut.
Mendengar hal itu, tampak warga tersebut semringah dan mengaku siap mengemban amanah dari Gubernur Jabar tersebut. “Sudah tidak usah markir lagi, mending jadi tukang sapu (resmi),” tegas Kang Dedi sambil menginstruksikan stafnya untuk segera memproses identitas (KTP) warga tersebut agar bisa langsung bekerja.
Komitmen untuk Kebersihan dan Kesejahteraan
Perekrutan tenaga kebersihan ini juga dilakukan Dedi Mulyadi sebagai bagian dari komitmennya untuk memastikan kebersihan jalan protokol di Jawa Barat tetap terjaga, sekaligus memberikan kehidupan yang lebih layak bagi mereka yang selama ini bekerja di garis depan penanganan sampah.






