Desain Kafe Anak yang Menyenangkan di The Willow Play Cafe

Ruang Komunitas yang Menggabungkan Kafe dan Area Bermain

Firma arsitektur asal Toronto, Denizens of Design dan DS Studio, telah merancang sebuah ruang komunitas di kawasan The Junction, Toronto. Ruang ini dirancang untuk menjadi tempat yang menarik bagi keluarga, dengan menggabungkan kafe untuk orang tua dan area bermain anak-anak dalam interior yang dilapisi panel kayu walnut.

Nama dari ruang tersebut adalah The Willow Play Cafe. Lokasinya berada di bangunan bekas bar sederhana yang kini berubah menjadi tempat yang semakin diminati oleh banyak keluarga di sekitar kawasan tersebut.

Di dalam kafe, pengunjung dapat memesan minuman dari meja layanan bergelombang yang terletak di area depan sebelum melanjutkan ke area duduk dan zona bermain. Desain ruangan ini dirancang agar orang dewasa bisa bersantai sementara anak-anak bermain dan berinteraksi dalam jarak pandang orang tua. Mainan dan peralatan khusus disediakan untuk memastikan anak-anak tetap aman dan terhibur.

Kepala desainer Denizens of Design, Dyonne Fashina, menjelaskan bahwa ide ruang ini terinspirasi dari kebiasaan banyak orang yang dulu sering berlama-lama di kafe sambil mengamati kehidupan di sekitarnya. Ia mengatakan, “Banyak dari kita tumbuh dengan kebiasaan duduk lama di kafe, memperhatikan dunia berlalu, bermimpi, dan melamun,” jelasnya.

Timnya ingin menciptakan tempat di mana orang tua bisa merasakan kembali suasana tersebut, kini bersama anak-anak mereka. Karena itu, desainnya dibuat terasa akrab dan dewasa namun tetap memiliki sentuhan magis yang halus.

Di dalam kafe, anak-anak dapat melepas sepatu dan menyimpannya di kompartemen kecil yang terletak di bawah bangku kayu walnut dekat jendela. Berbeda dari estetika area bermain indoor yang biasanya bergaya industrial dengan warna primer mencolok, tim desain justru memulai konsep dari ruang kafe terlebih dahulu.

Dinding dan langit-langit dilapisi panel kayu walnut sehingga menciptakan latar yang lebih matang, sementara elemen bermain yang penuh warna ditempatkan sebagai lapisan tambahan. Area layanan di depan kafe memiliki lantai linoleum bermotif papan catur, tempat pelanggan memesan minuman dari meja depan yang bergelombang.

Area duduknya relatif kompak, dilengkapi kursi panjang berlapis kain bermotif bunga dengan sandaran bergelombang berbingkai merah. Di sekitarnya terdapat meja kafe kecil berbentuk bulat serta kursi bentwood vintage yang menghadap langsung ke zona bermain.

Zona bermain tersebut menampilkan berbagai elemen interaktif yang terintegrasi dengan furnitur kayu. Salah satunya adalah tangga busa hijau yang mengarah ke mezzanine kecil sebagai tempat persembunyian anak-anak, serta seluncuran merah yang membawa mereka kembali ke lantai bawah.

Pendiri DS Studio, Dina Sarhane, menekankan bahwa penataan tempat duduk sengaja dibuat menyatu dengan area bermain agar orang tua tetap dekat dengan anak-anak mereka. Ia menjelaskan bahwa kedekatan fisik dan kenyamanan merupakan bagian penting dari pengalaman ruang tersebut.

Konsep area bermain terinspirasi dari pohon willow. Selain tangga busa dua warna menuju mezzanine dan seluncuran merah, terdapat juga dinding permainan dengan pasak yang menyala serta papan roda gigi warna-warni untuk menjaga anak-anak tetap terhibur.

Sarhane dan tim membayangkan ruangan ini seperti bagian dari sebuah cerita, di mana lingkungannya yang terasa hidup dan penuh imajinasi, mirip dunia dalam Alice’s Adventures in Wonderland. Dalam bayangan mereka, kafe bisa terasa seperti hutan, dan dinding bisa berubah menjadi permainan; aktivitas bermain bukan sekadar tambahan, tetapi menjadi bagian dari arsitekturnya.

Beberapa ceruk berbentuk lengkung juga mengarah ke ruang tambahan yang digunakan untuk lokakarya atau pesta. Di area ini, panel walnut dipadukan dengan detail manik-manik kuning, lampu vintage, serta instalasi langit-langit bermotif bunga.

Fashina menambahkan bahwa seluruh elemen ruang dirancang agar terasa menyatu, bukan sekadar dekorasi. Menurutnya, dunia kafe dan dunia bermain dibuat menjadi satu kesatuan, di mana setiap elemen memiliki fungsi praktis sekaligus memicu imajinasi.

Pos terkait