Detik Maut: Kapolsek Dihajar Pemabuk di Kaliwungu

Peristiwa Pengeroyokan di Kendal: Kapolsek dan Anggota Menjadi Korban Saat Bubarkan Tawuran

Kendal – Momen bulan Ramadan yang seharusnya diisi dengan kegiatan positif dan penuh kedamaian, justru diwarnai aksi kekerasan di Kendal, Jawa Tengah. Kapolsek Kaliwungu, AKP Nindya Putra Wahyu Nugroho, dan salah satu anggotanya, Brigadir Hendy, menjadi korban pengeroyokan saat hendak membubarkan aksi tawuran antar pemuda yang dipicu oleh pengaruh minuman keras.

Peristiwa dramatis ini terjadi ketika Kapolsek dan jajarannya tengah melaksanakan patroli rutin menggunakan mobil dinas kepolisian. Patroli tersebut bertujuan untuk mengamankan kegiatan pembangunan sahur yang dikenal dengan istilah “ngangklang”, di mana warga membangunkan satu sama lain untuk sahur menggunakan alat musik tradisional seperti kentongan, angklung, dan panci.

Saat menjalankan tugasnya, petugas kepolisian menerima informasi mengenai adanya dua kelompok remaja yang diduga kuat akan terlibat dalam aksi tawuran. Para remaja tersebut dilaporkan telah berkumpul di sebuah lokasi di Desa Krajan Kulon. Menindaklanjuti informasi tersebut, Kapolsek beserta jajarannya segera mendatangi lokasi kerumunan tersebut dengan menggunakan mobil patroli.

Setibanya di lokasi, sebagian pemuda yang diduga akan terlibat tawuran langsung membubarkan diri. Namun, ironisnya, sebagian lainnya justru menunjukkan sikap anarkis dan menolak untuk pergi. Kelompok inilah yang kemudian bertindak nekat menyerang petugas kepolisian yang sedang bertugas.

Kronologi Penyerangan Terhadap Petugas

Kapolsek AKP Nindya Putra Wahyu Nugroho dan Brigadir Hendy menjadi sasaran utama penyerangan. Tanpa diduga, sejumlah pemuda yang berada dalam pengaruh minuman keras langsung melancarkan pukulan ke arah kepala AKP Nindya. Bahkan, Kapolsek didorong hingga terjatuh.

Melihat pimpinan dan rekan mereka diserang, anggota Polsek Kaliwungu lainnya segera berusaha melerai situasi yang semakin memanas. Namun, upaya melerai justru disambut dengan perlawanan lebih lanjut. Pemuda lain yang ikut dalam kerumunan tersebut turut serta dalam aksi pemukulan, memukuli petugas secara bergantian sambil mendorong tubuh mereka hingga tersungkur.

“Saya dan anggota sempat dipukuli saat berusaha melerai perkelahian dua kelompok pemuda di Desa Krajan Kulon,” ungkap AKP Nindya, menceritakan kronologi kejadian tersebut. Ia menambahkan bahwa para pelaku yang melakukan penganiayaan tersebut memang berada di bawah pengaruh minuman keras.

Penangkapan Pelaku dan Tindakan Lanjutan

Berkat kesigapan anggota kepolisian lainnya, dua pelaku utama dalam insiden pengeroyokan ini berhasil diamankan di lokasi kejadian. Identitas kedua pelaku yang berhasil diamankan adalah MH (20 tahun), seorang warga Dukuh Gambiran, Desa Sumberejo, Kecamatan Kaliwungu, dan AF (18 tahun), warga Dukuh Kandangan, Desa Sarirejo, Kecamatan Kaliwungu.

Kedua terduga pelaku tersebut segera digelandang ke Mapolsek Kaliwungu untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. “Sudah kami amankan di Polsek Kaliwungu untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut,” ujar AKP Nindya.

Meskipun sempat terjadi insiden pengeroyokan yang menegangkan, aparat kepolisian akhirnya berhasil mengendalikan situasi. Para pemuda yang tadinya berkumpul akhirnya membubarkan diri setelah situasi terkendali.

Penyelidikan Motif dan Dugaan Pelaku Lain

Kasi Humas Polres Kendal, Iptu Deni Herawan, menyatakan bahwa para pelaku yang telah diamankan masih menjalani pemeriksaan lanjutan. Tujuannya adalah untuk menggali motif di balik aksi pemukulan tersebut. Selain itu, pihak kepolisian juga mendalami kemungkinan adanya dugaan pelaku pemukulan lain yang belum teridentifikasi.

“Nanti akan kami riliskan, terduga pelaku sedang dilakukan pemeriksaan,” tegas Iptu Deni Herawan. Ia menambahkan bahwa hasil penyelidikan yang lengkap akan disampaikan secara terbuka kepada publik dalam sesi rilis yang akan diadakan.

Kapolres Kendal Menyayangkan dan Mengimbau Orang Tua

Kapolres Kendal, AKBP Hendry Susanto Sianipar, menyampaikan rasa kekecewaan dan penyesalan mendalam atas insiden pengeroyokan yang menimpa anggotanya. Hal ini sangat disayangkan mengingat pihak kepolisian secara rutin telah meningkatkan patroli di berbagai wilayah, khususnya selama bulan Ramadan, untuk menekan potensi tawuran atau perang sarung.

AKBP Hendry Susanto Sianipar juga menekankan pentingnya peran serta orang tua dalam mengawasi pergaulan anak-anak mereka. Ia mengimbau agar pengawasan dilakukan secara ketat sejak dari lingkungan rumah.

“Kepada orang tua agar memperhatikan anak-anaknya untuk ikut melakukan pembinaan dan pengawasan sejak dari rumah. Jangan izinkan keluar malam kalau tidak ada kegiatan penting,” tukas Kapolres. Imbauan ini bertujuan untuk mencegah remaja terlibat dalam kegiatan negatif yang dapat berujung pada tindak pidana, seperti yang terjadi dalam kasus ini.

Pihak kepolisian berjanji akan terus melakukan pendalaman, termasuk menyelidiki dugaan rencana tawuran yang mungkin menjadi akar permasalahan dari insiden tersebut. Penindakan hukum akan tetap dilakukan sesuai dengan peraturan yang berlaku demi menjaga ketertiban dan keamanan masyarakat, terutama di bulan suci Ramadan.

Pos terkait