DPRD Kalsel: Komitmen Kawal Akselerasi Tala, Sentra Jagung Nasional

Tanah Laut Bertekad Jadi Sentra Jagung Unggulan untuk Penguatan Ekonomi Daerah

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Tanah Laut (Tala) secara tegas menyatakan komitmennya untuk mendorong dan mengawal percepatan pengembangan komoditas jagung. Langkah ini dipandang sebagai pilar krusial dalam upaya penguatan ekonomi daerah yang berbasis pada sektor pertanian. Jagung, selain padi, telah lama dikenal sebagai komoditas pertanian unggulan di Tala, dengan petani setempat memiliki tradisi panjang dalam membudidayakannya, khususnya untuk kebutuhan pakan ternak. Potensi ini semakin diperkuat dengan keberadaan beberapa pabrik pakan ternak berskala besar yang berpusat di Kecamatan Bati-bati.

Forum Strategis untuk Masa Depan Jagung Kalsel

Komitmen DPRD Tala ini disampaikan secara langsung oleh Wakil Ketua Komisi II, Hj Endang Isnawangsih, saat berpartisipasi dalam Forum Discussion Group (FGD) yang bertajuk “Akselerasi Tala Sebagai Sentra Jagung Kalsel Menuju Indonesia Emas 2045”. Acara strategis ini diselenggarakan di Balairung Tuntung Pandang, Pelaihari, dan dipimpin oleh Kapolda Kalsel, Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan, yang didampingi oleh jajarannya. Turut hadir pula Kapolres Tala, AKBP Ricky Boy Siallagan, beserta jajaran. Peserta FGD ini terdiri dari kalangan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), Penyuluh Pertanian Swasta (PPS), serta jajaran Bhabinkamtibmas se-Kabupaten Tanah Laut.

Pemerintah Kabupaten Tala juga turut serta dalam diskusi penting ini, diwakili oleh Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan, HM Faried Widyatmoko, yang juga berperan sebagai salah satu narasumber.

Jagung: Komoditas Strategis Penopang Ketahanan Pangan Nasional

Dalam pandangannya sebagai salah satu narasumber yang mewakili pimpinan dewan, Hj Endang Isnawangsih menekankan bahwa jagung memiliki peran yang jauh lebih besar daripada sekadar komoditas pangan biasa. Ia mendefinisikan jagung sebagai komoditas strategis yang memiliki kemampuan vital dalam menopang ketahanan pangan dan pakan ternak di tingkat nasional. Dengan kekayaan potensi lahan yang luas, ketersediaan sumber daya manusia yang memadai, serta semangat juang tinggi para petani, Kabupaten Tanah Laut dinilai memiliki modal dasar yang sangat kuat untuk berkembang pesat di sektor ini.

“Potensi yang kita miliki ini harus dikelola dengan sangat terarah, terukur, dan tentu saja, berkelanjutan,” tegas Hj Endang. Ia menambahkan bahwa DPRD Tala memberikan dukungan penuh terhadap program akselerasi pengembangan sentra jagung, yang dianggap sebagai langkah strategis untuk mendongkrak perekonomian daerah. Politisi dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Tala ini meyakini bahwa transformasi di sektor pertanian, khususnya jagung, sangatlah krusial dalam perjalanan menuju Indonesia Emas 2045.

Empat Pilar Strategi Pengembangan Jagung

Untuk mencapai visi Indonesia Emas 2045, Hj Endang menguraikan empat strategi utama yang perlu didorong secara kolektif dan sinergis:

  • Peningkatan Produktivitas yang Berkelanjutan: Strategi ini mencakup penggunaan varietas benih unggul yang terbukti menghasilkan panen melimpah, penerapan praktik pemupukan berimbang yang sesuai dengan kebutuhan tanaman, serta adopsi teknologi pertanian modern dan mekanisasi yang dapat meningkatkan efisiensi kerja di lapangan.
  • Penguatan Peran Penyuluh Pertanian: Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) memegang peranan sebagai garda terdepan dalam mendampingi petani. Penguatan peran mereka sangat penting agar inovasi-inovasi terbaru dan kebijakan pemerintah dapat terserap dan diaplikasikan secara efektif di tingkat petani.
  • Sinergi dengan Aparat Keamanan: Membangun kolaborasi yang kuat dengan Bhabinkamtibmas menjadi kunci dalam menjaga stabilitas dan keamanan di seluruh rantai pasok pertanian. Ini meliputi pengawasan distribusi pupuk agar tepat sasaran dan mencegah praktik-praktik penimbunan atau penyalahgunaan yang dapat merugikan petani, sehingga tercipta ekosistem pertanian yang kondusif.
  • Dorongan Hilirisasi dan Kemitraan: Pengembangan jagung tidak boleh berhenti pada tahap produksi primer. Perlu ada dorongan kuat untuk melakukan hilirisasi produk, yaitu mengolah jagung menjadi produk bernilai tambah yang lebih tinggi. Selain itu, membangun kemitraan yang kuat dengan berbagai pihak akan membuka akses pasar yang lebih luas, memastikan hasil panen terserap dengan baik dan memberikan keuntungan maksimal bagi petani.

DPRD Siap Mengawal Kebijakan Konkret untuk Petani

Hj Endang Isnawangsih menyampaikan harapannya agar forum diskusi yang telah dilaksanakan tidak hanya berhenti pada tataran wacana, melainkan mampu menghasilkan rekomendasi kebijakan yang konkret dan dapat diimplementasikan langsung oleh pemerintah daerah. Ia menekankan bahwa keberhasilan dalam menjadikan Tanah Laut sebagai sentra jagung unggulan bukanlah tanggung jawab satu pihak semata, melainkan merupakan hasil kolaborasi erat dari seluruh elemen yang terlibat. Ini mencakup pemerintah daerah, unsur legislatif, aparat penegak hukum, para penyuluh, hingga para petani sebagai pelaku utama di lapangan.

“Dengan kerja keras, sinergi yang solid, dan semangat inovasi yang terus berkobar, saya sangat yakin Kabupaten Tanah Laut memiliki potensi besar untuk menjadi sentra jagung yang berdaya saing tinggi dan mampu memberikan kontribusi nyata dalam mewujudkan cita-cita Indonesia Emas 2045,” tegas Hj Endang.

Melalui komitmen yang telah ditegaskan ini, DPRD Tanah Laut berjanji akan terus memberikan pengawalan ketat terhadap setiap program dan kebijakan yang berkaitan dengan pengembangan jagung. Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa seluruh upaya yang dilakukan berjalan secara efektif, berkelanjutan, dan yang terpenting, memberikan dampak positif yang langsung dirasakan oleh peningkatan kesejahteraan para petani di Kabupaten Tanah Laut.

Pos terkait