PDI Perjuangan Jambi Rayakan Nuzulul Qur’an, Berbagi Kasih dengan Santri
Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDI Perjuangan Provinsi Jambi baru-baru ini menggelar sebuah acara yang sarat makna, yaitu peringatan Nuzulul Qur’an yang dirangkaikan dengan pemberian santunan kepada para santri. Kegiatan yang berlangsung penuh kekhidmatan ini dilaksanakan di bulan suci Ramadan, momen yang tepat untuk merenungkan dan mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an.
Acara yang diselenggarakan di Kantor Sekretariat DPD PDI Perjuangan Provinsi Jambi pada hari Minggu, 8 Maret 2026, ini dihadiri oleh jajaran petinggi partai dan tokoh masyarakat. Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Jambi, Edi Purwanto, tampak hadir langsung bersama para pengurus DPD serta perwakilan pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan dari berbagai kabupaten dan kota di seluruh Provinsi Jambi.
Kehadiran mereka menunjukkan betapa pentingnya acara ini bagi partai berlambang banteng moncong putih ini. Selain itu, acara ini juga menjadi ajang silaturahmi yang hangat dengan para tokoh agama dan masyarakat. Turut hadir dalam kesempatan tersebut, para ustaz dan santri dari beberapa lembaga pendidikan keagamaan terkemuka, yaitu Pondok Pesantren Mambaul Ulum, Pondok Pesantren Bustami Alyamani, serta Yayasan Insan Qur’ani. Kehadiran mereka menambah nuansa spiritual dan keagamaan dalam acara.
Acara ini juga mendapat kehormatan dengan kehadiran sejumlah tokoh penting di Provinsi Jambi. Di antara para undangan yang hadir adalah istri Gubernur Jambi, Hesti Haris, yang turut memeriahkan suasana. Selain itu, hadir pula Bupati Tanjung Jabung Timur Hj Hikmah Sari (Dillah Hich), Wakil Bupati Bungo Tri Wahyu Hidayat, Wakil Bupati Merangin Abdul Khafid Moein, serta Wakil Bupati Batanghari H Bakhtiar. Kehadiran para pemimpin daerah ini menegaskan dukungan dan apresiasi terhadap kegiatan yang bersifat sosial dan keagamaan ini. Para fungsionaris DPD PDI Perjuangan Provinsi Jambi juga turut hadir, melengkapi deretan tamu undangan yang berharga.
Makna Ganda Peringatan Nuzulul Qur’an
Peringatan Nuzulul Qur’an bukan sekadar perayaan sejarah turunnya kitab suci umat Islam. Bagi PDI Perjuangan Provinsi Jambi, kegiatan ini memiliki makna ganda. Selain memperingati momentum penting dalam sejarah Islam, acara ini juga diisi dengan kegiatan sosial yang menyentuh hati, yaitu pemberian santunan kepada para santri. Santunan yang diberikan berupa uang tunai dan kain sarung ini merupakan wujud nyata kepedulian sosial serta dukungan terhadap upaya pengembangan pendidikan keagamaan di Jambi.
Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Jambi, Edi Purwanto, dalam sambutannya menyampaikan bahwa peringatan Nuzulul Qur’an merupakan momen yang sangat berharga. Beliau menekankan bahwa peringatan ini menjadi pengingat penting untuk memperkuat nilai-nilai keimanan dalam diri setiap individu. Lebih dari itu, acara ini juga bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi, membangun jembatan komunikasi dan kebersamaan antara masyarakat, para ulama, dan para pemimpin daerah.
“Momentum Nuzulul Qur’an ini menjadi pengingat bagi kita semua untuk menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman dalam kehidupan. Di bulan Ramadan yang penuh berkah ini, kami ingin berbagi kebahagiaan dengan para santri serta memperkuat silaturahmi bersama para ulama dan masyarakat,” ujar Edi Purwanto, menekankan esensi dari kegiatan tersebut. Pernyataannya ini mencerminkan komitmen partai untuk tidak hanya hadir dalam ranah politik, tetapi juga aktif dalam kegiatan yang membangun karakter dan spiritualitas masyarakat.
Lebih lanjut, Edi Purwanto menambahkan bahwa kegiatan semacam ini menjadi bukti nyata komitmen PDI Perjuangan. Partai ini bertekad untuk terus hadir di tengah-tengah masyarakat, tidak hanya melalui program-program pembangunan, tetapi juga melalui kegiatan sosial dan keagamaan yang menyentuh langsung kebutuhan umat. Dengan demikian, PDI Perjuangan Jambi berupaya untuk terus memperkuat nilai kebersamaan dan persatuan di Provinsi Jambi, sebuah prinsip yang sangat dijunjung tinggi oleh partai.
Rangkaian Acara yang Penuh Berkah
Acara peringatan Nuzulul Qur’an ini tidak berhenti pada pidato dan sambutan. Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan sesi yang sangat dinantikan, yaitu tausiah keagamaan yang disampaikan oleh para ustaz. Tausiah ini memberikan pencerahan spiritual dan pengingat akan pentingnya ajaran-ajaran Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari. Setelah tausiah, acara dilanjutkan dengan doa bersama, memohon keberkahan dan keselamatan bagi seluruh masyarakat Jambi.
Puncak dari acara ini adalah penyerahan santunan kepada para santri yang hadir. Momen penyerahan ini berlangsung dengan penuh haru dan kebahagiaan, baik bagi para penerima maupun pemberi. Santunan juga diserahkan kepada perwakilan pondok pesantren yang hadir, sebagai bentuk apresiasi dan dukungan terhadap lembaga-lembaga pendidikan keagamaan yang telah berkontribusi dalam mencetak generasi Qur’ani.
Seluruh rangkaian acara berlangsung dalam suasana yang penuh kebersamaan dan kekeluargaan. Interaksi antara para pengurus partai, tokoh masyarakat, ulama, dan para santri menunjukkan bahwa perbedaan latar belakang tidak menjadi penghalang untuk bersatu dalam semangat berbagi dan kebaikan. Kegiatan seperti ini diharapkan dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan, memperkuat ikatan sosial, dan menumbuhkan semangat toleransi serta kepedulian di Provinsi Jambi.






