Erlina Bangkit: Kisah Sukses dari Keterpurukan Ekonomi dengan Gerobak UMKM Lapas

Bantuan Gerobak UMKM untuk Kesejahteraan Keluarga Warga Binaan

Erlina Mastiana, seorang istri dari seorang warga binaan, menerima bantuan berupa gerobak UMKM dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Sukabumi. Bantuan ini diberikan sebagai bentuk dukungan agar keluarga narapidana dapat tetap mandiri dan memiliki penghasilan.

Program yang diluncurkan dalam rangka Hari Bakti Pemasyarakatan ke-62 bertujuan untuk membantu keluarga warga binaan menghadapi tantangan ekonomi akibat keterbatasan hidup saat anggota keluarganya menjalani masa pidana. Erlina, yang berusia 35 tahun, tidak ingin menyerah pada keadaan. Dengan gerobak sederhana yang ia terima, ia berharap bisa membangkitkan kembali usahanya yang sempat terhenti.

Sebelumnya, Erlina pernah membuka usaha kecil di depan rumah dengan berjualan bakso dan seblak. Namun, kondisi keluarga membuat usaha tersebut terhenti. Kini, dengan adanya gerobak UMKM, ia berencana kembali berjualan. Lokasi rumahnya yang berada dekat sekolah dinilai menjadi peluang yang cukup menjanjikan.

“Rencananya saya mau buka usaha lagi seperti sebelumnya yang sempat tertunda. Dulu jualan bakso dan seblak di depan rumah,” ujarnya. Ia berharap bisa menjual bakso dan mie ayam, serta menambahkan jajanan dan minuman es.

Harapan Erlina sederhana, namun penuh makna. Ia ingin kembali membantu perekonomian keluarga sekaligus membangun kembali kebersamaan yang sempat terhambat. “Harapannya bisa usaha lagi, bantu ekonomi keluarga, dan bisa kumpul lagi bersama keluarga dalam keadaan lebih baik,” katanya.

Kepala Lapas Kelas IIB Sukabumi, Budi Hardiono, menjelaskan bahwa pemberian gerobak UMKM merupakan bagian dari program pemasyarakatan untuk membantu keluarga warga binaan yang terdampak secara ekonomi. “Program ini kami berikan agar keluarga warga binaan tetap bisa memiliki penghasilan. Ini bentuk kepedulian kami agar mereka tetap bertahan dan bisa mandiri,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa pemasyarakatan tidak hanya berfokus pada pembinaan warga binaan di dalam lapas, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi keluarga mereka di luar. “Melalui tema ‘Pemasyarakatan Kerja Nyata, Pelayanan Prima’, kami ingin kehadiran pemasyarakatan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tambahnya.

Tujuan Program Pemasyarakatan

Program pemasyarakatan yang digagas oleh Lapas Kelas IIB Sukabumi memiliki beberapa tujuan utama:

  • Membantu keluarga warga binaan menghadapi kesulitan ekonomi
  • Memberikan peluang bagi keluarga untuk tetap mandiri
  • Memperkuat hubungan antara warga binaan dan keluarga mereka
  • Menunjukkan komitmen institusi pemasyarakatan terhadap kesejahteraan masyarakat

Dengan bantuan gerobak UMKM, Erlina Mastiana memiliki harapan besar untuk kembali meraih kemandirian ekonomi. Ia berharap bisa menjalankan usaha kembali dan memberikan kontribusi positif bagi keluarga. Dalam proses ini, ia juga berharap bisa membangun kembali ikatan kekeluargaan yang sempat terganggu.

Harapan untuk Masa Depan

Erlina menyadari bahwa kembali berusaha tidak akan mudah, tetapi ia percaya bahwa dengan dukungan dari pihak Lapas, ia bisa melewati tantangan tersebut. Ia juga berharap bisa menjadi contoh bagi keluarga lain yang menghadapi situasi serupa.

Dalam wawancaranya, Erlina menyampaikan rasa terima kasih kepada pihak Lapas atas bantuan yang diberikan. Ia berkomitmen untuk menggunakan gerobak UMKM dengan sebaik-baiknya dan menjalankan usaha secara profesional. Ia juga berharap bisa menciptakan lapangan kerja tambahan untuk orang-orang di sekitar lingkungannya.

Bantuan gerobak UMKM ini bukan hanya sebuah alat, tetapi juga simbol harapan dan semangat baru bagi Erlina dan keluarganya. Dengan langkah kecil ini, ia berharap bisa menciptakan perubahan besar dalam kehidupan mereka.


Pos terkait