Antusiasme Peserta dan Komentar dari Berbagai Kalangan
Gelaran Kemala Run 2026 mendapatkan respons yang sangat positif dari berbagai kalangan. Tidak hanya warga setempat, tetapi juga para artis dan pelari internasional turut serta dalam acara ini. Acara yang dipimpin oleh Deni Agus Suryonugroho ini dirancang dengan nuansa alam dan budaya Bali yang khas, sehingga memberikan pengalaman unik bagi peserta.
Salah satu peserta yang ikut dalam kategori half marathon (21 kilometer) adalah artis Febby Rastanty. Ia mengungkapkan pengalamannya selama mengikuti lomba tersebut. Meski rutenya tergolong menantang, ia merasa puas dengan keseluruhan penyelenggaraan acara.
“Perasaannya senang banget, puas banget. Pemandangannya bagus banget, tapi track-nya gila. Capek banget tanjakannya. Apalagi setelah kilometer 17, saat lagi capek-capeknya langsung dapat tanjakan yang benar-benar naik banget,” ujar Febby pada Minggu (29/4).
Febby juga menyebutkan bahwa acara berjalan lancar tanpa kendala. Segala rangkaian kegiatan disiapkan dengan baik, termasuk rute yang terlihat jelas dan nyaman untuk ditempuh oleh para pelari.
“Semua acara berjalan rapi, on time, dan bersih. Rutenya juga klir, jadi pelari bisa lari dengan nyaman,” tambahnya.
Antusiasme juga datang dari pihak kepolisian. Perwakilan Polda Kepulauan Bangka Belitung, Kombes Pol Ronald Sipayung, mengatakan bahwa pihaknya mengirimkan sekitar 100 peserta gabungan, mulai dari atlet profesional hingga masyarakat umum.
“Alhamdulillah seluruh atlet kami sudah finish, baik 21K, 10K maupun 5K. Ini sangat menarik dan menantang karena kita dihadapkan dengan situasi alam yang luar biasa, ditambah animo masyarakat yang tinggi serta penampilan budaya sepanjang rute,” ungkapnya.
Ronald merasa Kemala Run 2026 memberikan pengalaman berbeda dibandingkan ajang lari lainnya. Menurutnya, acara ini tidak hanya sekadar olahraga, tetapi juga menjadi kesempatan untuk menikmati keindahan alam dan budaya Bali.
“Bukan hanya lari, tapi juga menikmati alam dan budaya Bali,” jelasnya.
Selain itu, antusiasme juga datang dari pelari asing. Filippa dan Vilma, dua pelari asal Swedia, mengaku sangat menikmati pengalaman mereka berlari di Bali meskipun tidak memiliki persiapan khusus.
“Kami sangat bersemangat. Ini pengalaman luar biasa bisa ikut lomba lari di Bali. Rasanya seperti keluarga, semua orang sangat ramah,” ujar mereka.
Keduanya mengikuti kategori 10K dan terkesan dengan suasana sepanjang rute. Mereka juga menyebutkan bahwa melihat semua peserta memakai kaos acara saat berlari membuat mereka merasa lebih dekat dengan peserta lain.
“Melihat semua orang memakai kaos acara saat berlari itu sangat menyenangkan. Matahari terbitnya juga indah sekali,” tambahnya.





