Garuda Penyok Pasca Terbang Jakarta-Pekanbaru

Moncong Pesawat Garuda Alami Kerusakan Parah Usai Mendarat di Pekanbaru

Pekanbaru – Sebuah insiden mengejutkan terjadi di Bandara Sultan Syarif Kasim (SSK) II Pekanbaru pada Sabtu petang, 7 Maret 2026. Moncong pesawat Garuda Indonesia yang baru saja menyelesaikan penerbangan dari Jakarta dilaporkan mengalami kerusakan yang cukup parah. Bagian hidung pesawat, yang dikenal sebagai radome, terlihat penyok signifikan pada sisi kiri. Kejadian ini sontak menimbulkan kekhawatiran di kalangan penumpang dan otoritas bandara.

Kerusakan tersebut baru disadari oleh penumpang dan kru pesawat setelah pesawat berhasil mendarat dengan selamat di landasan pacu Bandara SSK II Pekanbaru. Salah seorang penumpang yang enggan disebutkan namanya, menceritakan pengalamannya yang diliputi rasa syok. “Kami semua kaget luar biasa. Saat keluar dari pesawat, kami melihat moncongnya penyok parah. Untungnya, kami bisa mendarat dengan selamat,” ujarnya dengan nada masih terguncang.

Meski demikian, penumpang tersebut mengonfirmasi bahwa selama penerbangan, tidak ada suara benturan keras yang terdengar. Namun, ia mengakui adanya turbulensi ringan yang dialami sesaat sebelum pesawat bersiap untuk mendarat. “Ada awan hitam sebelum mendarat, dan pesawat sempat bergoyang sedikit. Tapi tidak ada suara keras. Kami baru tahu parahnya kerusakan setelah melihat langsung,” tambahnya.

Konfirmasi Otoritas Bandara dan Kronologi Kejadian

General Manager Bandara SSK II Pekanbaru, Achmad, membenarkan adanya insiden kerusakan pada pesawat Garuda Indonesia tersebut. Menurutnya, pesawat dengan nomor penerbangan yang tidak disebutkan ini mendarat pada pukul 17.15 waktu setempat. Setelah pendaratan, tim teknisi dan kru pesawat segera melakukan inspeksi visual.

“Memang benar, ada kerusakan pada radome, yaitu bagian hidung pesawat, di sisi kiri. Hasil inspeksi awal menunjukkan kerusakan yang cukup berat,” ungkap Achmad melalui pesan singkat pada Sabtu malam.

Penyebab pasti dari kerusakan ini masih dalam proses investigasi lebih lanjut. Pihak bandara dan maskapai masih berupaya mengumpulkan data dan keterangan untuk menentukan faktor yang menyebabkan insiden ini.

Dampak Penundaan dan Pengalihan Penumpang

Akibat dari kerusakan yang ditemukan, penerbangan lanjutan pesawat tersebut menuju Jakarta terpaksa dibatalkan. Pembatalan ini menimbulkan dampak langsung bagi penumpang yang seharusnya kembali ke ibu kota.

Sebanyak 30 penumpang yang tadinya dijadwalkan untuk terbang kembali ke Bandara Soekarno Hatta (CKG) Jakarta menggunakan maskapai Garuda Indonesia dari Bandara Pekanbaru (PKU) harus dialihkan. Sebagai solusi, pihak maskapai segera mengatur ulang tiket mereka ke penerbangan maskapai Citilink.

Para penumpang tersebut diberangkatkan menggunakan maskapai Citilink menuju Bandara Halim Perdanakusuma (HLP) Jakarta pada pukul 19.12 waktu setempat. Langkah ini diambil untuk meminimalkan ketidaknyamanan dan keterlambatan perjalanan para penumpang yang terdampak.

Mengenal Radome: Fungsi Vital di Ujung Pesawat

Radome, atau yang sering disebut sebagai “hidung pesawat”, bukanlah sekadar bagian estetika. Komponen ini memiliki fungsi yang sangat krusial bagi keselamatan dan navigasi penerbangan. Radome berfungsi sebagai pelindung bagi antena radar cuaca dan sistem navigasi lainnya yang terletak di bagian depan pesawat.

Struktur radome dirancang khusus agar tidak mengganggu transmisi dan penerimaan sinyal radar. Bahan yang digunakan untuk membuatnya biasanya adalah material komposit yang kuat namun ringan, serta memiliki sifat aerodinamis yang baik. Kerusakan pada radome dapat berakibat fatal karena dapat mengganggu fungsi radar, yang penting untuk mendeteksi cuaca buruk, mendeteksi pesawat lain, serta membantu pilot dalam navigasi, terutama saat mendarat dalam kondisi visibilitas rendah.

Oleh karena itu, setiap kerusakan sekecil apapun pada radome harus segera ditangani dan diinvestigasi secara serius oleh pihak maskapai penerbangan. Inspeksi rutin dan ketelitian kru pesawat serta teknisi menjadi garis pertahanan pertama untuk memastikan keamanan setiap penerbangan. Insiden ini menjadi pengingat pentingnya menjaga integritas setiap komponen pesawat demi keselamatan seluruh penumpang.

Pos terkait