Peresmian Pabrik VKTR oleh Prabowo Subianto
PT VKTR Sakti, sebuah perusahaan yang baru saja diresmikan oleh Presiden Joko Widodo, tidak hanya memproduksi bus tetapi juga berbagai jenis kendaraan komersial lainnya. Perusahaan ini menjadi industri perakitan kendaraan komersil berbasis listrik pertama di Indonesia.
PT VKTR Sakti didirikan sebagai bagian dari Bakrie Group dan telah mengalami transformasi sejak tahun 2022. Sebelumnya, perusahaan ini dikenal sebagai PT Bakrie Steel Industries yang berdiri pada tahun 2007 untuk mendistribusikan kendaraan komponen logam. Setelah transformasi tersebut, perusahaan berubah menjadi PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk dengan fokus pada perdagangan dan manufaktur kendaraan listrik.
Fokus Bisnis dan Produksi
Perusahaan ini fokus pada perdagangan dan manufaktur kendaraan listrik, termasuk perakitan dan karoseri bus listrik serta perdagangan suku cadang kendaraan listrik. Dalam beberapa tahun terakhir, VKTR telah berhasil mengirimkan bus listrik Complete-Knock Down (CKD) produksinya sendiri dan memulai pemesanan 20 armada bus Transjakarta sepanjang 12 meter.
Direktur Utama PT VKTR Sakti Industries, Dino Ahmad Ryandi menjelaskan bahwa hingga saat ini perusahaan telah memproduksi total 120 bus dan sekitar 20 unit truck. “Untuk armada busnya itu kami mendapat pesanan dari Trans Jakarta, Trans Jateng ikut tender, sementara Truck itu pesanan dari BUMN, ada PT Antam, Semen Indonesia dan lainnya,” jelas Dino.

Menurut Dino, keunggulan dari PT VKTR adalah memiliki mitra nomor satu di China sebagai kiblat elektrifikasi kendaraan saat ini. “Kami bermitra dengan BYD sebagai perusahaan kendaraan listrik nomor satu di China dan Sinotruck sebagai produsen truk nomor satu di China dan Sacman selaku produsen truk nomor tiga di China,” tambahnya.
Kualitas dan Komponen Lokal
Meskipun menjalin mitra dengan perusahaan asal China, Dino memastikan bahwa sejumlah komponen dalam kendaraan menggunakan produk lokal seperti ban, pelk, kaca, serta bekerja sama dengan karoseri lokal. “Setelah dikalkulasikan muncul Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) sebesar 40 persen. Nah, step kedua nantinya pengepakan baterai yang akan dilakukan untuk mengejar TKDN menjadi 80 persen,” jelasnya.
Selain itu, VKTR juga menggunakan nama-nama gunung dan sungai untuk armada busnya. Contohnya, bus Tidar, Arjuno, Carstenz, Ijen, dan Lokon. Sedangkan untuk nama produk trucknya menggunakan nama sungai Musi, Progo, Ombilin, Indragiri, Kapuas, dan Sambas.
Pihaknya berharap dengan mengedepankan TKDN dan produk nama dalam negeri tersebut bisa diterima oleh pemerintah, baik dari Kabupaten, Provinsi hingga Kementerian.
Produk Lain yang Ditawarkan
Tidak hanya bus, pabrik ini juga menjual beberapa produk lainnya seperti truk ringan, menengah, hingga truk berat, termasuk dump truck listrik, garbage compactor untuk pengangkutan sampah, serta tractor head yang biasa digunakan di sektor distribusi dan pertambangan.
Di segmen kendaraan niaga ringan, VKTR menghadirkan transporter atau van listrik yang dirancang untuk menunjang distribusi barang di area perkotaan. Selain itu, perusahaan ini juga merambah ke alat berat listrik seperti forklift dan loader yang banyak digunakan di gudang, pabrik, maupun pelabuhan.






