Harga BBM Nonsubsidi Indonesia Melonjak, Bagaimana dengan Malaysia?

Kenaikan Harga BBM Nonsubsidi di Indonesia dan Perbandingan dengan Malaysia

Harga sejumlah bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi di Indonesia mengalami kenaikan akibat dampak krisis minyak global. Perubahan harga ini terjadi pada beberapa jenis BBM seperti Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex. Kenaikan ini dipengaruhi oleh lonjakan harga minyak global yang disebabkan oleh perang di kawasan Timur Tengah.

BBM nonsubsidi adalah jenis BBM yang harganya ditentukan oleh mekanisme pasar, sehingga tidak ada campur tangan atau subsidi dari pemerintah. Jenis BBM nonsubsidi yang mengalami kenaikan antara lain:

  • Pertamax Turbo: Rp19.400 per liter (sebelumnya Rp13.100 per liter)
  • Dexlite: Rp23.600 per liter (sebelumnya Rp14.200 per liter)
  • Pertamina Dex: Rp23.900 per liter (sebelumnya Rp14.500 per liter)

Sementara itu, BBM nonsubsidi lainnya seperti Pertamax dan Pertamax Green 95 tidak mengalami kenaikan. Harga Pertamax tetap dijual pada Rp12.300 per liter, sedangkan Pertamax Green 95 dijual pada Rp12.900 per liter.

Di sisi lain, PT Pertamina memutuskan untuk tidak menaikkan harga BBM bersubsidi. Harga BBM bersubsidi seperti Pertalite masih dibanderol di harga Rp10.000 per liter, sedangkan solar bersubsidi tetap dijual pada Rp6.800 per liter.

Perlu diketahui bahwa harga jual BBM Pertamina bisa berbeda-beda di setiap daerah di Indonesia. Hal ini disebabkan oleh besaran pajak yang diterapkan serta ongkos logistik ke wilayah tersebut.

PT Pertamina juga telah meminta kepada seluruh petugas stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) untuk menyesuaikan informasi harga di area penugasan. Perubahan harga di Totem, dispenser, POS System, dan media lainnya di SPBU harus dilakukan pada pukul 00.00 waktu setempat. Dengan demikian, penjualan produk dapat berjalan secara normal sampai dengan waktu perubahan harga yang telah ditentukan.

Harga BBM di Malaysia

Selain di Indonesia, harga BBM di Malaysia juga mengalami perubahan atau penyesuaian. Berdasarkan data dari laman data.dov.my, berikut rincian harga BBM di Malaysia per 16 April 2026. Harga ditunjukkan dalam mata uang ringgit Malaysia (RM). Berdasarkan kurs per 20 April 2026, RM1 setara dengan Rp4.331.

Berikut rincian harga BBM di Malaysia:

  • RON95: RM4,02
  • RON97: RM5,10
  • Diesel (di semenanjung): RM5,97
  • Diesel (di Serawak dan Sabah): RM2,15
  • RON95 (BUDI 95): RM1,99
  • RON95 (SKPS): RM2,05

Keterangan:
SKPS adalah singkatan dari Sistem Kawalan Petrol Bersubsidi. Sistem ini dirancang untuk menyalurkan bensin bersubsidi jenis RON95 untuk keperluan transportasi dan perusahaan logistik yang memenuhi persyaratan.
BUDI95 atau BUDI MADANI RON95 adalah bensin bersubsidi untuk warga Malaysia. Pada April 2026, jatah per orang dalam sebulan adalah 200 liter bensin RON95. Sebelumnya, jatah mencapai 300 liter.

Beberapa harga di atas lebih rendah atau mengalami penurunan jika dibandingkan dengan harga BBM per 9 April 2026 sebagai berikut:

  • RON95: RM4,27
  • RON97: RM5,35
  • Diesel (di semenanjung): RM5,72
  • Diesel (di Serawak dan Sabah): RM2,15
  • RON95 (BUDI 95): RM1,99
  • RON95 (SKPS): RM2,05

Harga BBM di SPBU Swasta Shell di Malaysia

Berikut harga BBM di SPBU swasta Shell di Malaysia per 16 April 2026:

  • Shell FuelSave 95: RM4,02
  • Shell V-Power 97: RM5,10
  • Shell V-Power Racing: RM8,43
  • Shell FuelSave Diesel Euro 5 (Maingrade): RM5,97 (di semenanjung) dan RM2,15 (di Malaysia timur)
  • Shell FuelSave Diesel Euro 5 B7: RM6,17 (di semenanjung) dan RM2,35 (di Malaysia Timur)

Pos terkait