Harga Pangan Solok Selatan Anjlok Drastis Pekan Ketiga, Lihat Daftar Lengkap

Perubahan Harga Pangan di Solok Selatan Pekan Ketiga Januari 2026

Pada pekan ketiga bulan Januari 2026, terjadi perubahan harga beberapa bahan pokok di Kabupaten Solok Selatan. Data yang dirilis oleh pemerintah daerah menunjukkan bahwa sebagian komoditas mengalami penurunan harga, sementara beberapa lainnya tetap stabil.

Daftar Komoditas yang Mengalami Penurunan Harga

Berdasarkan pemantauan pasar pada periode tersebut, berikut beberapa bahan pokok yang mengalami penurunan:

  • Beras: Harga turun menjadi Rp16.300 per kilogram dari sebelumnya Rp16.900.
  • Telur ayam ras: Harga turun menjadi Rp30.600 per kilogram dari sebelumnya Rp31.100.
  • Bawang merah: Harga turun menjadi Rp30.700 per kilogram dari sebelumnya Rp34.200.
  • Cabai merah: Harga turun menjadi Rp30.000 per kilogram dari sebelumnya Rp33.300.
  • Cabai rawit: Harga turun menjadi Rp56.700 per kilogram dari sebelumnya Rp57.500.
  • Bawang putih: Harga turun menjadi Rp39.800 per kilogram dari sebelumnya Rp40.700.

Komoditas yang Harganya Tetap Stabil

Selain komoditas yang mengalami penurunan, beberapa bahan pokok lainnya tercatat tidak mengalami perubahan harga dibandingkan pekan sebelumnya:

  • Daging ayam ras (kilogram): Harga tetap di angka Rp43.500.
  • Daging ayam ras (ekor): Harga tetap di angka Rp70.000.
  • Minyak goreng curah: Harga tetap di angka Rp19.100 per liter.
  • Minyak goreng kemasan: Harga tetap di angka Rp20.000 per liter.
  • Gula pasir: Harga tetap di angka Rp19.000 per kilogram.
  • Daging sapi: Harga tetap di angka Rp140.000 per kilogram.

Perkembangan Harga Pangan Secara Keseluruhan

Perubahan harga pangan di Solok Selatan mencerminkan dinamika pasar yang terus bergerak. Meskipun sebagian komoditas mengalami penurunan, sejumlah bahan pokok lainnya tetap stabil. Hal ini menunjukkan bahwa kondisi ekonomi dan permintaan pasar masih relatif stabil.

Analisis dan Prediksi

Ahli ekonomi lokal menyatakan bahwa penurunan harga beberapa bahan pokok bisa disebabkan oleh berbagai faktor, seperti musim panen yang baik atau peningkatan pasokan dari petani. Namun, untuk komoditas yang harganya tetap stabil, kemungkinan besar disebabkan oleh tingginya permintaan atau keterbatasan pasokan.

Masyarakat diimbau untuk tetap memantau perkembangan harga pangan secara berkala agar dapat mengatur kebutuhan harian dengan lebih efisien.

Pos terkait