JAKARTA – Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Piprim Basarah Yanuarso mengecam keberadaan billboard film Aku Harus Mati di ruang publik. Pihaknya menilai materi promosi tersebut memuat kalimat yang sensitif dan dapat berdampak pada kesehatan mental anak dan remaja.
Dokter Piprim mengungkapkan bahwa kondisi kesehatan mental anak dan remaja di Indonesia mulai menunjukkan tren yang mengkhawatirkan. Ia merujuk pada data Kementerian Kesehatan dari program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang menemukan indikasi masalah kesehatan jiwa pada hampir 10 persen anak di Tanah Air.
Menurutnya, persentase tersebut tergolong besar jika dibandingkan dengan jumlah populasi. Dengan total anak usia 0–18 tahun sekitar 90 juta jiwa dan remaja diperkirakan mencapai 30–40 juta, maka 10 persen dari angka tersebut setara dengan sekitar 3–4 juta remaja yang mengalami gangguan kesehatan mental.
Oleh karena itu, konten yang tidak mempertimbangkan sensitivitas publik semestinya tidak dibiarkan beredar bebas di ruang publik, mengingat risiko dampak yang ditimbulkannya bisa cukup fatal.
“Pada kelompok dengan depresi berat, ketika mereka melihat banner seperti itu, apalagi jika sebelumnya sudah memiliki ide untuk bunuh diri, maka pesan tersebut bisa menjadi semacam afirmasi atau pembenaran. Ini bisa semakin mendorong keinginan tersebut,” kata dokter Piprim seusai acara IDAI soal Dampak Cemaran Mikroplastik pada Anak & Pemeriksaan Jantung Gratis untuk Anak Disabilitas dan Autis di Balai Budaya, Menteng, Jakarta, Senin, (6/4/2026).
Memang, katanya, billboard ini bukan satu-satunya faktor. Bagi orang dengan kondisi mental yang sehat, mungkin tidak akan berdampak signifikan, paling hanya merasa tidak nyaman. Namun, bagi anak-anak atau remaja dengan gangguan kesehatan mental, paparan seperti itu bisa sangat berbahaya.
Di sisi lain, keberadaan billboard itu juga dinilai berdampak pada anak-anak yang baru belajar membaca, karena mereka dapat menangkap pesan secara literal tanpa pemahaman konteks yang memadai.
“Anak-anak yang baru belajar membaca bisa bertanya, ‘Kenapa tulisannya aku harus mati?’ Padahal sebelumnya mereka diajarkan untuk semangat, berprestasi, dan melakukan hal-hal positif. Ini tentu membingungkan dan menyulitkan orang tua dalam memberikan penjelasan,” imbuhnya.
Dokter Piprim menekankan bahwa isu kesehatan mental bukan perkara sepele, sehingga seluruh pihak perlu lebih berhati-hati dalam menyampaikan pesan, termasuk melalui media visual seperti billboard.
Oleh karena itu, dirinya juga mengimbau para produsen film untuk lebih bijak dalam menyusun materi promosi maupun konten. Pelibatan para ahli, seperti pakar pendidikan, kesehatan anak, dan kesehatan jiwa, dinilai penting agar pesan yang disampaikan tetap aman bagi publik.
Dengan begitu, konten tidak hanya menarik dan menguntungkan, tetapi juga memiliki nilai edukatif bagi masyarakat.
Pentingnya Kesadaran Masyarakat terhadap Konten Media
Konten yang disajikan di ruang publik, seperti billboard, memiliki pengaruh besar terhadap persepsi masyarakat, terutama anak-anak dan remaja. Hal ini memperkuat pentingnya kesadaran masyarakat akan dampak dari informasi yang mereka terima.
- Dalam dunia digital saat ini, informasi mudah menyebar dan bisa memengaruhi pikiran serta emosi individu.
- Anak-anak dan remaja cenderung lebih rentan terhadap pengaruh negatif karena belum sepenuhnya mampu membedakan antara realitas dan imajinasi.
- Oleh karena itu, masyarakat perlu lebih waspada terhadap isi konten yang mereka lihat, terutama jika konten tersebut bersifat sensitif atau berpotensi menyebabkan rasa putus asa.
Peran Pemerintah dan Lembaga Terkait
Selain kesadaran masyarakat, peran pemerintah dan lembaga terkait juga sangat penting dalam menjaga kesehatan mental masyarakat.
- Pemerintah perlu memperketat regulasi terkait penyiaran dan promosi film agar tidak menimbulkan dampak negatif.
- Lembaga seperti IDAI dan organisasi kesehatan jiwa harus terlibat dalam evaluasi konten yang akan dipublikasikan.
- Edukasi tentang kesehatan mental perlu ditingkatkan, baik melalui sekolah maupun media massa, agar masyarakat lebih paham akan isu-isu psikologis.
Langkah yang Bisa Dilakukan Orang Tua
Orang tua juga memiliki peran penting dalam melindungi anak dari dampak negatif media.
- Orang tua perlu aktif memantau aktivitas anak di luar rumah dan mengetahui apa saja yang mereka lihat.
- Diskusi terbuka antara orang tua dan anak bisa membantu anak memahami konten yang mereka temui.
- Memberikan pemahaman tentang arti suatu pesan dan bagaimana menghadapi situasi yang memicu stres atau kecemasan.
Kebijakan yang Lebih Bijak untuk Masa Depan
Pentingnya kesehatan mental tidak boleh diabaikan. Masa depan bangsa sangat bergantung pada kesehatan jiwa generasi muda.
- Kebijakan yang lebih bijak dalam penyiaran dan promosi film perlu diterapkan agar tidak merugikan anak-anak dan remaja.
- Pengembangan konten yang edukatif dan positif harus didorong, bukan hanya untuk tujuan hiburan.
- Kolaborasi antara produsen film, lembaga kesehatan, dan pemerintah sangat diperlukan untuk menciptakan lingkungan yang sehat bagi anak-anak dan remaja.






