Prospek Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Pekan Ini: Waspada Pelemahan, Saham Pilihan Menanti
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan akan menghadapi tekanan pelemahan pada pekan ini. Analisis dari tim riset memproyeksikan IHSG berpotensi menguji kembali level psikologis 7.480. Jika level support ini ditembus, ancaman penurunan lebih lanjut menuju kisaran 7.250 hingga 7.300 terbuka lebar. Pergerakan ini dipengaruhi oleh berbagai sentimen global dan domestik yang perlu dicermati oleh para pelaku pasar.
Sentimen Global: Gejolak Pasar Minyak dan Data Ekonomi AS
Kondisi pasar global menunjukkan tren pelemahan yang signifikan, terutama terlihat dari pergerakan indeks di bursa Wall Street pada Jumat lalu yang mengalami koreksi cukup dalam. Pelemahan mingguan ini diperparah oleh penurunan harga minyak mentah dunia dan data tenaga kerja Amerika Serikat yang secara tak terduga menunjukkan penurunan.
Harga minyak mentah jenis West Texas Intermediate (WTI) sempat melonjak hingga menembus level US$90 per barel, mencatatkan penguatan mingguan terbesar sejak pencatatan harga minyak futures dimulai pada tahun 1983. Namun, pernyataan Presiden Trump yang menegaskan tidak akan ada kesepakatan untuk mengakhiri perang AS-Iran tanpa “penyerahan tanpa syarat” dari pihak Iran, menimbulkan kekhawatiran baru.
Situasi ini meningkatkan kecemasan investor bahwa konflik tersebut akan berlangsung lebih lama dari perkiraan. Dampaknya terhadap gangguan pasokan minyak mentah global berpotensi lebih masif dan berkepanjangan dari estimasi awal. Kekhawatiran kenaikan harga minyak semakin menguat jika beberapa negara produsen memutuskan untuk mengurangi atau bahkan menghentikan produksi mereka. Meskipun Presiden Iran telah menyatakan tidak akan menyerang negara tetangganya, insiden serangan Israel terhadap depot minyak Iran pada Sabtu lalu dikhawatirkan akan menambah faktor negatif yang menekan harga komoditas energi ini.
Di sisi lain, data tenaga kerja Amerika Serikat juga memberikan sinyal yang kurang menggembirakan. Data nonfarm payrolls (data penyerapan tenaga kerja di luar sektor pertanian) tercatat turun menjadi 92.000 pada Februari 2026, dibandingkan dengan 126.000 pada Januari. Tingkat pengangguran pun dilaporkan mengalami kenaikan menjadi 4,4% dari sebelumnya 4,3%. Di tengah potensi meningkatnya inflasi akibat lonjakan harga energi, data ini memicu kekhawatiran akan kemungkinan terjadinya stagflasi, yaitu kondisi di mana pertumbuhan ekonomi stagnan namun inflasi terus meningkat.
Perhatian Investor Pekan Ini: Inflasi dan Data Domestik
Menyikapi dinamika global tersebut, para investor akan mengalihkan perhatiannya pada data inflasi yang akan dirilis dari dua negara ekonomi besar, Amerika Serikat dan Tiongkok. Data inflasi ini akan menjadi indikator penting mengenai arah kebijakan moneter kedua negara dan dampaknya terhadap pasar global.
Dari sisi domestik, sejumlah data ekonomi penting juga akan mewarnai pergerakan pasar. Investor akan mencermati Indeks Keyakinan Konsumen (IKK), data penjualan ritel, serta penjualan otomotif. Data-data ini akan memberikan gambaran mengenai kondisi konsumsi masyarakat Indonesia dan geliat sektor riil.
Selain itu, realisasi defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) periode Februari 2026 juga menjadi sorotan. Defisit tercatat sebesar Rp135,7 triliun atau sekitar 0,53% dari Produk Domestik Bruto (PDB), angka ini lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang hanya 0,13%. Sementara itu, realisasi pendapatan negara mencapai Rp358 triliun atau 11,4% dari target APBN 2026, menunjukkan peningkatan dari Rp317,4 triliun pada Februari 2025. Di sisi lain, realisasi belanja negara tercatat sebesar Rp493,8 triliun, mengalami kenaikan 41,9% secara tahunan. Kenaikan belanja ini terutama didorong oleh program-program prioritas seperti pembangunan infrastruktur, bantuan sosial (bansos), belanja pegawai, serta belanja kementerian/lembaga dan subsidi.
Rekomendasi Saham Pilihan
Menghadapi kondisi pasar yang dinamis ini, tim riset telah merilis daftar saham-saham yang dinilai memiliki potensi menarik untuk dicermati. Beberapa saham yang masuk dalam daftar rekomendasi pekan ini antara lain:
- WIIM
- DOOH
- NCKL
- MEDC
- BREN
- TPIA
Penting untuk diingat bahwa rekomendasi ini bersifat pandangan analisis dan bukan ajakan untuk membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan masing-masing investor, yang harus melakukan riset dan analisis mendalam sebelum mengambil keputusan.






