Imlek 2026: Walubi Sulsel Tebar 200 Bingkisan Kebahagiaan

Semangat Berbagi di Sulawesi Selatan: Walubi Sulsel Rayakan Imlek dengan Aksi Sosial

Perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili, yang jatuh pada tanggal 17 Februari 2026, menjadi momentum berharga bagi Dewan Pimpinan Daerah Perwakilan Umat Buddha Indonesia Sulawesi Selatan (DPD Walubi Sulsel) untuk menyalurkan semangat berbagi kepada sesama. Kali ini, fokus kepedulian tertuju pada warga Tionghoa prasejahtera, yang menerima sekitar 200 bingkisan kasih dan paket sembako sebagai bentuk perhatian. Aksi sosial ini tidak berhenti pada perayaan Imlek, melainkan akan berlanjut hingga momen Cap Go Meh pada 3 Maret 2026 di Kecamatan Wajo.

Imlek 2026: Momen Istimewa Lintas Iman

Wakil Ketua I DPD Walubi Sulsel, Pdt. Roy Ruslim, menyoroti kekhususan perayaan Imlek tahun ini yang bertepatan dengan bulan suci Ramadan. Menurutnya, keselarasan dua momen penting ini menciptakan peluang emas untuk memperkuat semangat kepedulian, kebersamaan, dan toleransi antarumat beragama di Sulawesi Selatan.

“Kita merayakannya dengan penuh suka cita dan kebahagiaan. Momentum ini menjadi kesempatan yang baik untuk berbagi kepada sesama,” ujar Pdt. Roy Ruslim dalam sebuah diskusi yang disiarkan secara langsung.

Diskusi bertajuk “Inklusif, Hangat & Harmonis dalam Imlek Kuda Api” ini menghadirkan sejumlah tokoh penting dari komunitas Buddhis di Sulawesi Selatan. Selain Pdt. Roy Ruslim, hadir pula Wakil Ketua III DPD Walubi Sulsel, Miguel Dharmadjie, serta Ketua DPD Keluarga Cendekiawan Buddhis Indonesia (KCBI) Sulsel, Erdy Wijaya. Mereka berdiskusi mengenai makna Imlek dan bagaimana perayaan ini dapat diwujudkan dalam aksi nyata yang bermanfaat bagi masyarakat.

Bakti Sosial Walubi Sulsel: Uluran Tangan untuk yang Membutuhkan

Sebagai wujud nyata dari semangat berbagi, DPD Walubi Sulsel menggelar serangkaian kegiatan bakti sosial. Sebanyak 200 bingkisan kasih dibagikan kepada warga Tionghoa yang kurang beruntung. Kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari berbagai vihara, klenteng, dan cetya yang tersebar di wilayah Sulawesi Selatan, menunjukkan solidaritas komunitas Buddhis dalam membantu sesama.

“Para penerima bantuan merasa sangat bahagia serta bersyukur, terlebih karena bantuan ini diberikan menjelang perayaan Imlek,” jelas Pdt. Roy Ruslim. Pemberian bantuan ini tidak hanya berupa angpao semata, tetapi juga mencakup paket sembako yang sangat dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Pdt. Roy Ruslim menekankan bahwa esensi dari kegiatan ini bukanlah nilai materi dari bantuan yang diberikan, melainkan wujud nyata dari perhatian dan kepedulian yang ingin ditanamkan di tengah masyarakat. “Yang terpenting bukanlah nilai dari bantuan tersebut, melainkan perhatian dan kepedulian yang ingin kami hadirkan. Mari kita menyambut Tahun Baru Imlek dengan penuh sukacita serta semangat berbagi kepada sesama,” imbuhnya, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk turut serta dalam semangat kebaikan.

Melanjutkan Tradisi Berbagi: Cap Go Meh dan Harapan Baru

Semangat berbakti dan berbagi dari DPD Walubi Sulsel tidak berhenti pada perayaan Imlek. Rangkaian aksi sosial akan dilanjutkan untuk menyambut momen Cap Go Meh yang jatuh pada tanggal 3 Maret 2026. Kali ini, kegiatan akan dipusatkan di Kecamatan Wajo, Makassar, di mana bantuan sosial akan kembali disalurkan kepada warga prasejahtera di sekitar wilayah tersebut.

Aksi lanjutan ini menunjukkan komitmen jangka panjang Walubi Sulsel dalam berkontribusi pada kesejahteraan masyarakat, khususnya bagi mereka yang membutuhkan. Melalui kegiatan-kegiatan seperti ini, DPD Walubi Sulsel berupaya menumbuhkan rasa solidaritas, empati, dan menciptakan harmoni sosial yang lebih kuat di Sulawesi Selatan. Perayaan keagamaan menjadi lebih bermakna ketika diiringi dengan tindakan nyata yang membawa kebaikan bagi banyak orang.

Kegiatan ini juga menjadi bukti nyata bahwa perayaan keagamaan dapat menjadi sarana perekat kebangsaan dan penumbuh semangat kemanusiaan. Dengan berbagai elemen masyarakat yang bersatu dalam kebaikan, Sulawesi Selatan diharapkan terus menjadi contoh kerukunan dan toleransi yang harmonis.

Pos terkait