Menjaga Ketersediaan dan Keterjangkauan Pangan di Kutai Barat Selama Ramadan dan Idulfitri
KUTAI BARAT – Pemerintah Kabupaten Kutai Barat (Pemkab Kubar) secara proaktif mengambil langkah-langkah strategis untuk memastikan ketersediaan stok dan kestabilan harga bahan pokok tetap aman serta terjangkau bagi masyarakat, terutama menjelang dan selama periode Ramadan hingga Idulfitri 1447 Hijriah. Upaya ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam menjaga kesejahteraan masyarakat dan mengantisipasi lonjakan kebutuhan pangan pada momen-momen krusial.
Sinergi Lintas Sektor Menjadi Kunci Utama
Fondasi utama dari strategi Pemkab Kubar adalah penguatan sinergi dan kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan. Koordinasi ini tidak hanya melibatkan instansi di tingkat daerah, tetapi juga merambah hingga pemerintah pusat, pemerintah provinsi, serta badan usaha milik negara yang bergerak di sektor pangan.
Beberapa pihak yang terlibat aktif dalam upaya ini meliputi:
- Pemerintah Pusat: Melalui Kementerian Pertanian (Kementan) dan Badan Pangan Nasional (Bapanas).
- Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim).
- Perum Bulog.
- Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID): Baik di tingkat provinsi maupun kabupaten.
Bupati Kutai Barat, Frederick Edwin, menekankan pentingnya kolaborasi ini. Beliau menyatakan, “Saat ini permintaan bahan pokok cenderung meningkat dan berpotensi memicu kenaikan harga, sehingga diperlukan antisipasi melalui koordinasi, pengawasan terstruktur, serta sinergi lintas sektor agar stabilitas pasokan, harga, keamanan, dan mutu pangan terjaga.” Pernyataan ini menegaskan bahwa pemerintah daerah menyadari tantangan yang dihadapi dan siap bekerja sama untuk mengatasinya.
Antisipasi Gangguan Distribusi dan Praktik Penimbunan
Penguatan sinergi dengan berbagai pihak juga difokuskan untuk mengantisipasi potensi gangguan dalam rantai distribusi bahan pokok dari daerah penghasil menuju Kutai Barat. Kelancaran distribusi menjadi faktor krusial agar pasokan tetap stabil dan harga tidak melonjak akibat kelangkaan.
Selain itu, pengawasan yang ketat akan diterapkan mulai dari tingkat pedagang grosir hingga pengecer. Tujuannya adalah untuk mencegah praktik-praktik yang merugikan konsumen, seperti penimbunan barang, permainan harga yang tidak wajar, serta peredaran produk pangan yang tidak layak konsumsi. Pengawasan ini diharapkan dapat menciptakan pasar yang sehat dan adil bagi semua pihak.
Kunjungan Kerja dan Pemantauan Langsung
Sebagai bagian dari upaya koordinasi dan pemantauan, Kabupaten Kutai Barat kedatangan sejumlah perwakilan dari pemerintah pusat. Selama tiga hari, dari Kamis hingga Sabtu, 19-21 Februari 2026, Anny Mulyani selaku Tenaga Ahli Kementan, Maino Dwi Hartono selaku Direktur Stabilitas Pasokan dan Harga Pangan Bapanas, serta Lenni Pangaribuan dan Muhamad Pahri Husaeri dari Bapanas, melakukan kunjungan kerja ke Kutai Barat.
Kedatangan mereka tidak hanya diisi dengan Rapat Koordinasi Stabilitas Pasokan, Pengawasan Harga, serta Mutu Pangan yang melibatkan pihak-pihak terkait di Kaltim dan Kutai Barat. Lebih dari itu, tim dari pusat ini juga melakukan pemantauan langsung ke lapangan. Tujuannya adalah untuk mendapatkan gambaran yang akurat mengenai stok bahan pokok yang tersedia dan pergerakan harga di pasar.
Evaluasi Stok dan Harga Bahan Pokok
Hasil dari pemantauan langsung yang dilakukan oleh tim gabungan menunjukkan gambaran yang cukup menggembirakan. Stok berbagai bahan pokok penting, seperti beras, gula pasir, minyak goreng, tepung, dan daging ayam, dilaporkan masih aman. Ketersediaan ini diyakini mampu memenuhi seluruh kebutuhan masyarakat selama periode Ramadan hingga Idulfitri 1447 H.
Meskipun stok terlihat aman, harga beberapa komoditas pangan terpantau mengalami variasi dalam beberapa hari terakhir. Berikut adalah rincian harga beberapa bahan pangan pokok yang berhasil dihimpun:
- Cabai Rawit: Fluktuatif, berkisar di angka Rp 80.000 per kilogram.
- Cabai Merah Besar: Mencapai Rp 97.000 per kilogram.
- Beras SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan): Dijual seharga Rp 65.500 per sak (dengan isi 5 kilogram).
- Bawang Merah dan Bawang Putih: Berada di kisaran Rp 35.000 per kilogram.
- Gula Pasir: Dijual seharga Rp 18.000 per kilogram.
- Minyak Goreng: Berada di kisaran Rp 20.000 per liter.
Variasi harga ini merupakan hal yang umum terjadi, terutama menjelang momen perayaan keagamaan. Namun, dengan adanya pengawasan yang intensif dan stok yang memadai, diharapkan fluktuasi harga dapat tetap terkendali dan tidak memberatkan masyarakat.
Komitmen Bersama untuk Ketahanan Pangan
Kegiatan pengawasan harga, keamanan, dan mutu pangan di Kabupaten Kutai Barat yang dilakukan melalui sinergi lintas sektor ini, menurut Bupati Frederick Edwin, mencerminkan adanya komitmen bersama yang kuat. Komitmen ini bertujuan untuk memperkuat sistem pengawasan dan pengendalian pangan secara menyeluruh. Pengawasan ini mencakup seluruh rantai pasok, mulai dari produsen, proses distribusi, hingga sampai ke tangan konsumen akhir.
Dengan langkah-langkah preventif dan kolaboratif ini, Pemkab Kubar optimis dapat melewati periode Ramadan dan Idulfitri dengan pasokan pangan yang stabil, harga yang terjangkau, serta kualitas yang terjamin, sehingga masyarakat dapat menjalankan ibadah dengan tenang dan penuh sukacita.






