Menjelang Musprov KONI Bali: Dukungan Mengambang, Bursa Kandidat Mulai Memanas
Pelaksanaan Musyawarah Provinsi (Musprov) Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Bali, yang agenda utamanya adalah pemilihan Ketua Umum periode 2026–2030, dijadwalkan akan segera digelar. Acara penting ini rencananya akan diselenggarakan pada 23 Maret 2026 di Gedung Wisma Sabha Utama, Kantor Gubernur Bali. Momentum ini menjadi krusial bagi masa depan pembinaan olahraga di Pulau Dewata.
Menjelang perhelatan akbar tersebut, lanskap politik internal KONI Bali mulai menunjukkan gelagat yang menarik. Salah satu sorotan utama adalah sikap KONI Kabupaten Badung yang menyatakan belum menentukan arah dukungan mereka terhadap calon Ketua Umum. Hal ini diungkapkan langsung oleh Ketua Umum KONI Badung, I Made Sutama.
KONI Badung Masih Menanti Dinamika Provinsi
I Made Sutama menegaskan bahwa pihaknya masih dalam posisi mencermati berbagai dinamika yang berkembang di tingkat provinsi. “Kami di Badung tidak secara spesifik menyebut si A atau si B. Kami melihat dinamika yang ada di tingkat provinsi,” ujarnya saat ditemui usai pembukaan Pekan Olahraga Pelajar dan Seni (Porsenijar) Badung pada Senin, 2 Maret 2026.
Sutama menjelaskan bahwa dukungan KONI Badung akan mengalir seiring dengan perkembangan situasi terkini dan intensitas komunikasi antar-pengurus KONI di berbagai tingkatan. Kriteria utama bagi KONI Badung dalam menentukan pilihan adalah figur Ketua Umum terpilih yang nantinya mampu mengayomi seluruh KONI kabupaten/kota serta mendapatkan dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi Bali.
Menurut Sutama, soliditas internal KONI Bali menjadi kunci utama agar program pembinaan olahraga di Bali dapat berjalan secara optimal. Ia berharap calon Ketua Umum yang terpilih kelak mampu merangkul seluruh cabang olahraga (cabor) tanpa menimbulkan perpecahan atau friksi di antara mereka.
Incumbent dan Munculnya “Kuda Hitam”
Di tengah ketidakpastian dukungan dari KONI kabupaten/kota, nama Ketua Umum KONI Bali petahana, I Gusti Ngurah Oka Darmawan, kembali santer disebut-sebut sebagai salah satu kandidat kuat yang berpotensi terpilih kembali. Namun, Oka Darmawan sendiri memilih untuk memberikan komentar yang irit terkait pencalonannya. Ia menyerahkan sepenuhnya proses pemilihan ini kepada para anggota cabor yang merupakan anggota KONI Bali.
Oka Darmawan juga menambahkan bahwa dinamika kepemimpinan yang terjadi saat ini masih berada dalam koridor komunikasi yang baik dengan Gubernur Bali. Hal ini menunjukkan adanya upaya koordinasi dan sinergi antara KONI Bali dengan pemerintah daerah.
Sementara itu, bursa calon Ketua Umum KONI Bali tidak hanya didominasi oleh nama incumbent. Sejumlah nama alternatif mulai bermunculan dan menjadi perbincangan hangat di kalangan pengurus cabor serta KONI kabupaten/kota. Salah satu figur yang disebut-sebut sebagai “kuda hitam” adalah Anak Agung Ngurah Maha Dipta. Saat ini, Maha Dipta menjabat sebagai Ketua Bidang Dana dan Kesejahteraan Pelaku Olahraga di KONI Bali. Keberadaannya dalam bursa calon menunjukkan adanya potensi kejutan dalam pemilihan nanti.
Selain Maha Dipta, beberapa nama lain juga mulai mencuat dan berpotensi meramaikan persaingan. Di antaranya adalah Wakil Gubernur Bali, I Nyoman Giri Prasta, yang memiliki rekam jejak panjang dalam dunia olahraga. Sekretaris Umum KONI Bali, Nyoman Yamadhiputra, juga disebut-sebut memiliki peluang. Tokoh pencak silat Bali, Nengah Sukama, turut menjadi nama yang diperhitungkan dalam perebutan kursi kepemimpinan KONI Bali.
Dinamika Perebutan Kursi Semakin Mengerucut
Dengan semakin dekatnya waktu pelaksanaan Musprov KONI Bali, dinamika perebutan kursi Ketua Umum KONI Bali diperkirakan akan semakin mengerucut dalam beberapa pekan ke depan. Pertemuan-pertemuan informal, lobi-lobi politik, serta kampanye terselubung antar-calon diperkirakan akan semakin intensif. Para pengurus cabor dan KONI kabupaten/kota akan menjadi penentu utama dalam memilih nahkoda baru bagi KONI Bali. Siapapun yang terpilih, diharapkan mampu membawa angin segar dan meningkatkan prestasi olahraga Bali di kancah nasional maupun internasional. Fokus pada pembinaan atlet, pengembangan infrastruktur olahraga, serta peningkatan kesejahteraan para pelaku olahraga akan menjadi tantangan besar bagi Ketua Umum terpilih periode 2026–2030.






