Pada hari Selasa, 28 April 2026, jumlah korban dalam tabrakan antara Kereta Rel Listrik (KRL) dan Kereta Api Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur terus meningkat. Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, memberikan informasi terbaru mengenai kondisi para korban yang terluka. Menurutnya, saat ini total korban luka mencapai 74 orang dan sedang menjalani perawatan di berbagai rumah sakit.
“Saat ini, 59 korban luka dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD), 12 orang di RS Primaya, dan 3 orang di RS Bella,” ujar Tri kepada wartawan.
Selain itu, tercatat empat korban meninggal dunia akibat kejadian tersebut. Jenazah dari para korban juga telah dibawa ke rumah sakit untuk proses identifikasi lebih lanjut. “Di RSUD ada tiga jenazah korban meninggal, dan satu jenazah lainnya berada di RS Bella,” tambah Tri.
Dalam pernyataannya, Vice President Corporate Communications KAI, Anne Purba, memastikan bahwa seluruh korban yang terluka adalah penumpang Commuter Line. Sementara itu, semua penumpang Kereta Api Argo Bromo Anggrek dilaporkan dalam kondisi aman dan tidak mengalami cedera.
“Kami menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas kejadian ini dan mohon maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi,” ujar Anne.
Tabrakan antara dua kereta api terjadi di Stasiun Bekasi Timur pada Senin, 27 April 2026, sekitar pukul 20.57 WIB. Peristiwa ini melibatkan Kereta Api Argo Bromo Anggrek yang beroperasi dengan rute Gambir-Surabaya Pasar Turi serta Kereta Rel Listrik (KRL).
Hingga kini, proses evakuasi masih terus berlangsung. Petugas kepolisian juga telah memasang garis pembatas di lokasi kejadian untuk memastikan area lebih steril dan aman dari gangguan warga.
Penyebab Tabrakan Masih Dalam Pemeriksaan
Meski belum ada informasi resmi mengenai penyebab pasti dari tabrakan tersebut, pihak KAI dan polisi sedang melakukan investigasi menyeluruh. Beberapa kemungkinan penyebab seperti kesalahan teknis, kelalaian pengemudi, atau kendala sistem perkeretaan menjadi fokus utama dalam pemeriksaan.
- Investigasi akan melibatkan tim teknis dari KAI dan lembaga terkait lainnya.
- Data rekaman CCTV dan laporan dari saksi mata juga sedang dikumpulkan.
- Proses analisis data sistem perkeretaan akan dilakukan untuk menentukan faktor penyebab.
Kondisi Korban dan Upaya Bantuan
Para korban luka dan meninggal telah mendapatkan perawatan medis yang optimal. Rumah sakit yang terlibat dalam penanganan kasus ini telah menyiapkan sumber daya dan tenaga medis yang cukup.
- RSUD Bekasi menjadi pusat utama penanganan korban luka dan meninggal.
- RS Primaya dan RS Bella juga turut membantu dalam perawatan pasien.
- Bantuan dari organisasi kemanusiaan dan relawan juga terus mengalir.
Langkah Pencegahan di Masa Depan
KAI dan instansi terkait berkomitmen untuk memperkuat sistem keselamatan perkeretaan agar kejadian serupa tidak terulang. Beberapa langkah pencegahan yang akan diterapkan antara lain:
- Peningkatan pelatihan bagi staf operasional.
- Pemantauan rutin terhadap kondisi infrastruktur dan peralatan.
- Penguatan sistem komunikasi antar kereta api.
Kejadian ini menjadi peringatan penting bagi seluruh pemangku kepentingan dalam industri perkeretaan. Dengan kerja sama yang baik antara pemerintah, KAI, dan masyarakat, diharapkan keamanan dan keselamatan dalam perjalanan kereta api dapat terus ditingkatkan.






