Ketua Ulama PKUMI Memimpin Salat Jumat di San Bernardino Amerika

Kader Ulama Indonesia Tampil di Masjid Internasional

Kehadiran kader ulama Indonesia di panggung internasional semakin menunjukkan eksistensi mereka dalam dunia keislaman global. Salah satu contohnya adalah KH. Muhammad Arsyad Haikal, salah satu delegasi mahasiswa Pendidikan Kader Ulama Masjid Istiqlal (PKUMI), yang mendapat kehormatan menjadi khatib sekaligus imam salat Jumat di Masjid At Taqwa NMC, San Bernardino, California, Amerika Serikat.

Peristiwa tersebut terjadi pada Jumat siang, 10 April 2026. Penugasan ini merupakan bagian dari program Short Course yang sedang dijalani oleh para mahasiswa PKUMI di University of California, Riverside (UCR). Dalam kesempatan itu, Arsyad menyampaikan khutbah berbahasa Inggris yang menginspirasi para jamaah yang berasal dari berbagai latar belakang budaya.

Dalam khutbahnya, Arsyad mengangkat tema pentingnya konsistensi dalam melakukan amal kebaikan serta menjaga kesucian hati. Ia mengutip hadis Nabi Muhammad SAW yang menyatakan bahwa amal yang paling dicintai Allah bukanlah yang terbesar atau paling terlihat, melainkan amal yang dilakukan secara berkesinambungan meskipun kecil.

Khutbah tersebut juga ditutup dengan pesan mendalam tentang pentingnya saling memaafkan, menghilangkan rasa dengki, serta tulus mendoakan kesuksesan sesama. Pesan-pesan ini mencerminkan nilai-nilai Islam yang moderat dan damai yang selalu dijunjung tinggi oleh kader-kader ulama Indonesia.

Tampilnya kader ulama Indonesia di mimbar internasional ini bukanlah sebuah kebetulan. Prof. Muhamad Ali secara khusus telah menjadwalkan seluruh mahasiswa PKUMI untuk secara bergiliran menyampaikan khutbah sekaligus memimpin ibadah salat Jumat di Amerika Serikat selama program berlangsung.

Program ini dirancang untuk melatih mental, kemampuan bahasa, serta diplomasi dakwah para peserta secara langsung di tengah masyarakat Muslim minoritas. Dengan demikian, para mahasiswa PKUMI tidak hanya memperluas wawasan mereka, tetapi juga mampu beradaptasi dalam lingkungan multikultural.

Keberhasilan implementasi program pendidikan dan diplomasi spiritual ini juga mendapat dukungan penuh dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Kementerian Keuangan RI. Sebagai mitra strategis utama, LPDP terus menunjukkan komitmennya dalam memfasilitasi para kader ulama Masjid Istiqlal agar mampu menggaungkan wawasan Islam yang moderat, damai, dan rahmatan lil ‘alamin di panggung internasional.

Program Pelatihan Kader Ulama

Beberapa aspek penting dalam program pelatihan kader ulama antara lain:

  • Peningkatan Kemampuan Bahasa: Mahasiswa PKUMI diberikan kesempatan untuk berbicara dalam bahasa Inggris, yang sangat penting dalam berdakwah di lingkungan internasional.
  • Penguasaan Materi Dakwah: Para mahasiswa diajarkan untuk menyampaikan pesan-pesan agama dengan cara yang mudah dipahami oleh berbagai kalangan.
  • Pengembangan Keterampilan Diplomasi: Mereka dilatih untuk berinteraksi dengan masyarakat Muslim minoritas dengan cara yang sopan dan efektif.

Selain itu, program ini juga bertujuan untuk membangun jaringan kerja sama antara kader ulama Indonesia dengan komunitas Muslim di luar negeri. Hal ini akan memperkuat posisi Indonesia sebagai negara yang memiliki kontribusi signifikan dalam dunia keislaman global.

Kesimpulan

Kehadiran kader ulama Indonesia di masjid internasional seperti Masjid At Taqwa NMC di San Bernardino, California, membuktikan bahwa para pemuda muslim Indonesia mampu berkontribusi dalam dunia keislaman global. Melalui program pelatihan yang diselenggarakan oleh PKUMI dan didukung oleh LPDP, para kader ulama tidak hanya meningkatkan kemampuan mereka, tetapi juga mampu menyebarkan nilai-nilai Islam yang moderat dan damai.

Pos terkait