Konsumsi BBM Naik Saat Lebaran 2026, Solar Paling Tinggi

Peningkatan Konsumsi Energi Selama Lebaran 2026

Konsumsi energi selama periode Lebaran 2026 menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Kenaikan terjadi di hampir semua jenis bahan bakar minyak (BBM), mengikuti tingginya mobilitas masyarakat saat arus mudik dan balik Lebaran.

Data dari Satgas RAFI Pertamina mencatat bahwa konsumsi gasoil (solar) menjadi yang paling meningkat. Pada Lebaran 2026, konsumsi solar mencapai 47.259 kiloliter (KL) per hari, naik 22,1 persen dibandingkan realisasi Lebaran 2025 sebesar 38.691 KL per hari.

1. Konsumsi Bensin Meningkat 7,1 Persen

Sementara itu, konsumsi gasoline (bensin) tercatat sebesar 111.367 KL per hari atau meningkat 7,1 persen dari tahun lalu yang mencapai 103.971 KL per hari. Kenaikan ini mencerminkan dominasi penggunaan kendaraan pribadi selama periode libur panjang.

2. Konsumsi LPG dan Avtur Alami Kenaikan

Konsumsi LPG juga mengalami peningkatan signifikan. Pada Lebaran 2026, konsumsi LPG mencapai 33.603 metrik ton per hari, tumbuh 11,5 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 30.124 metrik ton per hari. Adapun konsumsi avtur naik 7,7 persen menjadi 13.419 KL per hari dari sebelumnya 12.457 KL per hari, sejalan dengan meningkatnya aktivitas penerbangan domestik.

3. Konsumsi Minyak Tanah Capai 1.378 KL Per Hari

Di sisi lain, konsumsi minyak tanah (kerosene) tercatat naik tipis 5,3 persen menjadi 1.378 KL per hari, dibandingkan Lebaran 2025 sebesar 1.309 KL per hari. Secara keseluruhan, lonjakan konsumsi BBM selama Lebaran 2026 mencerminkan pemulihan mobilitas masyarakat dan meningkatnya aktivitas ekonomi, terutama di sektor transportasi dan logistik.

Faktor Penyebab Peningkatan Konsumsi Energi

Beberapa faktor utama yang menyebabkan kenaikan konsumsi energi selama Lebaran 2026 antara lain:

  • Peningkatan Mobilitas: Tingginya jumlah penduduk yang melakukan perjalanan mudik dan balik memicu peningkatan penggunaan kendaraan pribadi maupun umum.
  • Aktivitas Ekonomi: Seiring pemulihan ekonomi, banyak masyarakat melakukan aktivitas usaha dan belanja selama liburan, yang berdampak pada peningkatan konsumsi energi.
  • Perkembangan Teknologi Transportasi: Penggunaan pesawat terbang dan mobil listrik semakin meningkat, yang berkontribusi pada peningkatan konsumsi avtur dan bensin.

Upaya Mengurangi Konsumsi Energi

Beberapa pakar telah menyarankan kebijakan yang dapat membantu mengurangi konsumsi energi dan tekanan terhadap harga BBM. Salah satu contohnya adalah kebijakan Work From Home (WFH) pada hari Jumat, yang dianggap bisa mengurangi penggunaan kendaraan dan mengurangi beban energi.

Selain itu, Pertamina juga telah menanggung sementara selisih harga BBM nonsubsidi untuk menjaga stabilitas pasar. Meski harga BBM tidak naik, anggaran subsidi diperkirakan akan membengkak hingga Rp100 triliun. Hal ini menunjukkan bahwa pemerintah dan pelaku industri sedang berupaya keras untuk menjaga keseimbangan antara kebutuhan masyarakat dan stabilitas ekonomi.

Pos terkait