Runtuhnya Lampu Taman di RTH CBS Martapura: Tindakan Cepat Pemkab Banjar untuk Keamanan Pengunjung
Kejadian robohnya sebuah unit lampu taman di kawasan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Cahaya Bumi Selamat (CBS) Martapura, yang sempat menghebohkan jagat maya, telah mendapatkan perhatian serius dari pemerintah daerah. Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (DPRKPLH) Kabupaten Banjar bergerak cepat untuk menindaklanjuti insiden tersebut dan memastikan keamanan seluruh fasilitas publik.
Kepala DPRKPLH Kabupaten Banjar, Ahmad Baihaqi, pada Senin (9/3/2026) lalu, menegaskan bahwa pihaknya telah melakukan pemeriksaan lapangan secara menyeluruh guna mengidentifikasi penyebab robohnya lampu taman yang tingginya diperkirakan mencapai empat meter tersebut. Kejadian ini sempat menjadi viral di media sosial, terutama karena diduga lampu tersebut sempat menimpa seorang anak yang sedang bermain di area taman.
“Kami memahami kekhawatiran masyarakat atas kejadian ini. Oleh karena itu, dinas segera menindaklanjuti dengan melakukan pemantauan dan pemeriksaan lapangan secara langsung. Tujuannya adalah untuk memastikan kondisi aktual serta mengidentifikasi akar permasalahan yang menyebabkan tiang lampu tersebut tumbang,” ujar Baihaqi.
Hasil Pemeriksaan Awal dan Langkah Penanganan Darurat
Berdasarkan observasi awal di lokasi kejadian, tim teknis DPRKPLH menemukan bahwa kerusakan terjadi pada bagian penopang tiang lampu. Kondisi ini diduga menjadi faktor utama yang menyebabkan tiang lampu sepanjang kurang lebih empat meter itu roboh.
Untuk mencegah potensi risiko lanjutan, tim teknis tidak hanya fokus pada lampu yang roboh, tetapi juga segera melakukan pemeriksaan terhadap seluruh fasilitas penerangan lainnya yang terpasang di kawasan RTH CBS Martapura. Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa semua sarana dan prasarana penerangan di taman tersebut berada dalam kondisi aman dan laik fungsi.
Sebagai langkah penanganan darurat, petugas telah sigap mengamankan area di sekitar lokasi robohnya lampu. Tiang lampu yang tergeletak di tanah pun segera dievakuasi. Tindakan ini dilakukan untuk meminimalkan risiko cedera atau bahaya lain yang mungkin timbul bagi para pengunjung taman, terutama anak-anak yang kerap bermain di area tersebut.
Evaluasi Teknis Menyeluruh dan Rencana Perbaikan Jangka Panjang
Lebih lanjut, DPRKPLH Kabupaten Banjar akan melaksanakan pemeriksaan teknis yang lebih mendalam dan komprehensif terhadap seluruh instalasi lampu taman. Fokus pemeriksaan akan mencakup berbagai aspek krusial, antara lain:
- Kekuatan Pondasi: Menilai kestabilan dan kekuatan pondasi dari setiap tiang lampu untuk memastikan daya tahan terhadap berbagai kondisi.
- Kondisi Tiang: Mengevaluasi integritas struktural dari tiang lampu, termasuk adanya tanda-tanda korosi, keretakan, atau kelemahan material lainnya.
- Sistem Pemasangan: Memeriksa kembali metode dan kualitas pemasangan setiap unit lampu untuk memastikan kepatuhan terhadap standar keselamatan.
Beberapa langkah tindak lanjut strategis yang telah disiapkan oleh dinas meliputi:
- Evaluasi Teknis Mendalam: Melakukan analisis mendalam untuk mengidentifikasi secara pasti penyebab robohnya tiang lampu, apakah karena faktor usia, kualitas material, pemasangan yang tidak tepat, atau faktor eksternal lainnya.
- Perbaikan dan Penggantian Fasilitas: Melakukan perbaikan atau penggantian terhadap unit lampu yang mengalami kerusakan atau terindikasi berpotensi membahayakan keselamatan pengunjung. Prioritas akan diberikan pada fasilitas yang paling rentan.
- Audit Keamanan Keseluruhan: Melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap seluruh sarana dan prasarana yang ada di area taman. Tujuannya adalah untuk menciptakan lingkungan yang sepenuhnya aman dan nyaman bagi seluruh pengunjung.
Dinas juga akan menjalin koordinasi yang erat dengan pihak pelaksana pekerjaan pembangunan atau pemeliharaan taman. Kolaborasi ini penting untuk memastikan bahwa setiap tindakan perbaikan dilakukan sesuai dengan standar kualitas dan ketentuan teknis yang berlaku, serta mengedepankan aspek keselamatan.
Komitmen Pemerintah Daerah untuk Keamanan dan Kenyamanan Publik
“Pemerintah daerah, melalui kami di DPRKPLH, berkomitmen penuh untuk segera menyelesaikan permasalahan ini. Kami ingin memastikan bahwa RTH CBS Martapura tetap menjadi ruang publik yang aman dan nyaman bagi seluruh masyarakat yang beraktivitas di dalamnya, mulai dari berolahraga, bersantai, hingga bermain,” tegas Baihaqi.
Peristiwa ini sempat terekam dalam sebuah video berdurasi sekitar 32 detik yang kemudian beredar luas di platform media sosial TikTok. Video tersebut memperlihatkan tiang lampu penerangan di area bermain anak di RTH CBS Martapura dalam posisi roboh dan tergeletak di tanah. Rekaman tersebut juga mengindikasikan dugaan bahwa lampu itu sempat menimpa seorang anak.
Kejadian yang dilaporkan terjadi pada malam hari di bulan Ramadan 1447 Hijriah ini sontak menarik perhatian warga sekitar. Beruntung, anak yang diduga menjadi korban insiden tersebut dilaporkan segera mendapatkan pertolongan dari warga yang kebetulan berada di sekitar taman.
Dalam video yang diunggah oleh akun TikTok @zati_zq, terdengar suara seorang pria yang merekam kondisi lampu yang tumbang sembari menyoroti fasilitas taman yang ada. Ucapan dalam video tersebut, “Kasiannya, taguguri nginih,” yang dalam bahasa Banjar berarti “Kasihan sekali, tertimpa ini,” menggambarkan keprihatinan atas kejadian tersebut.
Tindakan cepat dan responsif dari DPRKPLH Kabupaten Banjar ini menunjukkan komitmen kuat pemerintah daerah dalam menjaga keselamatan dan kenyamanan publik, serta memastikan bahwa fasilitas umum yang disediakan dapat dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat tanpa rasa khawatir.






