Level II, Gunung Lewotobi: 1 Gempa, 1 Letusan, 1 Hembusan

Laporan Aktivitas Gunung Api Lewotobi Laki-laki pada Minggu (19/4/2026)

Petugas Posmat Gunung Api Lewotobi Laki-laki, M. Nurjansyah Dwi Laksona, memberikan laporan mengenai kondisi gunung tersebut dalam rentang waktu 24 jam terakhir, yaitu pukul 00.00 hingga 24.00 Wita pada hari Minggu (19/4/2026).

Gunung Api Lewotobi Laki-laki berada di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur. Secara geografis, posisi gunung ini berada di Latitude -8.5389°LU dan Longitude 122.7682°BT dengan ketinggian mencapai 1584 mdpl. Saat ini, status aktivitas gunung tersebut berada pada level II atau WASPADA.

Berdasarkan pengamatan visual, Gunung Api Lewotobi Laki-laki terlihat jelas hingga tertutup kabut dengan tingkat kepadatan antara 0-III. Teramati asap kawah utama yang berwarna putih dengan intensitas sedang hingga tinggi, yaitu sekitar 50-100 meter dari puncak. Cuaca tercatat cerah hingga hujan, angin lemah yang bertiup ke arah barat daya dan barat.

Pengamatan Klimatologi

Berdasarkan data klimatologi, cuaca tercatat cerah hingga hujan. Angin lemah bertiup ke arah barat daya dan barat. Suhu udara berkisar antara 22.4°C hingga 30.6°C. Intensitas curah hujan mencapai 21.3 mm per hari.

Data Gempa

Dalam pengamatan kegempaan, tercatat beberapa jenis gempa yang terjadi:

  • 1 kali gempa Letusan/Erupsi dengan amplitudo 4.4 mm dan durasi gempa 74 detik.
  • 1 kali gempa Hembusan dengan amplitudo 7.4 mm dan durasi gempa 36 detik.
  • 3 kali Tremor Non-Harmonik dengan amplitudo 4.4-5.1 mm dan durasi gempa 84-110 detik.
  • 6 kali gempa Low Frequency dengan amplitudo 2.9-18.5 mm dan durasi gempa 25-29 detik.
  • 8 kali gempa Tektonik Lokal dengan amplitudo 2.9-47.3 mm, S-P 5.6-10 detik dan durasi gempa 24-43 detik.
  • 3 kali gempa Tektonik Jauh dengan amplitudo 2.2-3.7 mm, S-P 15.2-50 detik dan durasi gempa 48-131 detik.
  • 1 kali gempa Getaran Banjir dengan amplitudo 22.2 mm dan durasi gempa 2404 detik.

Rekomendasi untuk Masyarakat

Saat ini, tingkat aktivitas Gunung Lewotobi Laki-laki berada di Level IV atau AWAS. Berikut rekomendasi yang diberikan:

  1. Masyarakat di sekitar Gunung Lewotobi Laki-laki dan pengunjung/wisatawan tidak boleh melakukan aktivitas apapun dalam radius 6 km dari pusat erupsi.
  2. Masyarakat diminta tetap tenang dan mengikuti arahan Pemda. Jangan mempercayai isu-isu yang tidak jelas sumbernya.
  3. Masyarakat di sekitar Gunung Lewotobi Laki-laki perlu mewaspadai potensi banjir lahar hujan di sungai-sungai yang berhulu di puncak gunung jika terjadi hujan dengan intensitas tinggi. Daerah seperti Dulipali, Padang Pasir, Nobo, Nurabelen, Klatanlo, Hokeng jaya, Boru, dan Nawakote perlu diwaspadai.
  4. Masyarakat yang terdampak hujan abu dari Gunung Lewotobi Laki-laki disarankan menggunakan masker atau penutup hidung-mulut untuk menghindari bahaya abu vulkanik pada sistem pernafasan.
  5. Pemerintah Daerah akan selalu berkoordinasi dengan Pos Pengamatan Gunung Lewotobi Laki-laki di Desa Pululera, Kecamatan Wulanggitang, Kabupaten Flores Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur, atau Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, Badan Geologi di Bandung.
  6. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi akan bekerja sama dengan BPBD Provinsi Nusa Tenggara Timur dan Satlak PB setempat untuk memberikan informasi terkini tentang kegiatan Gunung Lewotobi Laki-laki.

Untuk informasi lebih lanjut, masyarakat dapat menghubungi Pos Pengamatan Gunung Lewotobi Laki-laki atau menghubungi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Badan Geologi, Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral melalui nomor telepon 022-7272606.

Pos terkait