Longsor Bantargebang, RDF Rorotan Siap Gantikan

Insiden Longsor di TPST Bantargebang, Pemprov DKI Jakarta Lakukan Penutupan Sementara dan Operasi Tanggap Darurat

Bekasi Timur – Sebuah insiden tragis terjadi di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Bekasi Timur, pada Minggu (8/3) lalu. Longsor yang melanda area Zona 4 TPST Bantargebang ini menimbulkan kekhawatiran serius dan memaksa Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk mengambil langkah-langkah penanganan darurat.

Menyusul peristiwa tersebut, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta, Asep Kuswanto, mengumumkan penutupan sementara TPST Bantargebang. Penutupan ini diberlakukan hingga seluruh proses evakuasi korban insiden longsor selesai dilaksanakan.

“Saat ini Zona 4 kami tutup total untuk proses evakuasi,” ujar Asep Kuswanto saat meninjau langsung titik longsor di Bekasi pada hari Senin. Ia menjelaskan bahwa TPST Bantargebang biasanya menerima rata-rata 7.300 hingga 7.500 ton sampah per hari, yang diangkut oleh sekitar 1.200 rit truk. Dengan penutupan ini, Pemprov DKI Jakarta tengah berupaya keras mencari titik pembuangan alternatif di zona lain guna mencegah penumpukan sampah di ibu kota.

Upaya Mitigasi dan Pemulihan Operasional

Untuk meringankan beban operasional pengelolaan sampah, Pemprov DKI Jakarta juga terus mengupayakan agar fasilitas pengolahan sampah berbasis Refuse Derived Fuel (RDF) di Rorotan, Jakarta Utara, dapat segera beroperasi. “Kami berharap fasilitas RDF di Rorotan bisa segera beroperasi hari ini untuk sedikit mengurangi beban, meskipun kapasitasnya belum maksimal,” harap Asep Kuswanto.

Menanggapi insiden longsor, DLH DKI Jakarta bergerak cepat dengan mengaktifkan operasi tanggap darurat. Langkah-langkah ini diambil untuk memastikan keselamatan seluruh petugas yang berada di lapangan, melakukan penanganan terhadap korban, serta menstabilkan area yang terdampak longsor. Tujuannya adalah agar pelayanan pengelolaan sampah dapat segera dipulihkan secepat mungkin.

Sejak laporan kejadian diterima, tim gabungan lintas instansi langsung dikerahkan. Kolaborasi ini melibatkan berbagai pihak penting, antara lain:

  • Yon Armed 7/155 GS Kodam Jaya
  • Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta
  • BPBD Kota Bekasi
  • Dinas Pemadam Kebakaran Kota Bekasi
  • Kepolisian Sektor (Polsek) Bantargebang
  • Komando Rayon Militer (Koramil) 05/Bantargebang

“Kami langsung mengaktifkan operasi tanggap darurat. Prioritas utama adalah keselamatan petugas, penanganan korban, serta percepatan evakuasi kendaraan yang tertimbun longsoran,” tegas Asep Kuswanto.

Korban Jiwa dan Pencarian Berlanjut

Insiden longsor sampah di TPST Bantargebang ini sayangnya menelan korban jiwa. Hingga laporan ini dibuat, empat orang dilaporkan meninggal dunia. Nama-nama korban yang telah teridentifikasi adalah:

  • Enda Widayanti (25 tahun)
  • Sumini (60 tahun)
  • Dedi Sutrisno (22 tahun)
  • Iwan Supriyatin (40 tahun)

Kepala Kantor SAR Jakarta, Desiana Kartika Bahari, menyatakan bahwa selain empat korban meninggal, terdapat dua orang yang berhasil selamat. “Saat ini tim masih terus melakukan pencarian terhadap korban lain yang diduga masih tertimbun longsor sampah,” ujar Desiana Kartika Bahari. Upaya pencarian dan penyelamatan terus dilakukan secara intensif oleh tim gabungan untuk memastikan tidak ada lagi korban yang belum ditemukan.

Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya manajemen risiko dan keselamatan di area pengelolaan sampah yang memiliki potensi bahaya tinggi. Pemprov DKI Jakarta berkomitmen untuk terus melakukan evaluasi dan perbaikan guna mencegah kejadian serupa terulang di masa mendatang.

Pos terkait