LRT Jakarta Fase 1B Siap Beroperasi Agustus 2026: Konektivitas dan Mobilitas Warga Jadi Prioritas Utama
PT Jakarta Propertindo (JakPro) menargetkan fase pertama jalur Light Rail Transit (LRT) Jakarta, yaitu rute 1B dari Velodrome menuju Manggarai, dapat beroperasi secara resmi pada bulan Agustus tahun 2026. Direktur Utama JakPro, Iwan Takwin, mengungkapkan bahwa saat ini tim teknis sedang dalam tahap persiapan untuk melakukan uji coba operasional atau commissioning test setelah perayaan Idul Fitri. Selain itu, proses pengajuan perizinan operasional kepada Kementerian Perhubungan juga sedang diselesaikan secara paralel.
“Insyaallah, pada bulan Agustus ini LRT rute 1B akan mulai beroperasi secara resmi. Setelah Lebaran, kami akan memulai commissioning test dan secara bersamaan menyelesaikan seluruh kewajiban perizinan operasional yang diperlukan untuk diajukan ke Kementerian Perhubungan,” ujar Iwan Takwin kepada awak media pada hari Minggu, 8 Januari 2026.
Proyek LRT Jakarta ini tidak hanya berfokus pada operasional rute yang sudah ada, tetapi juga pada pengembangan jaringan yang lebih luas untuk meningkatkan konektivitas dan mobilitas warga ibu kota.
1. Prioritas Konektivitas dan Pelayanan Optimal Bagi Warga
JakPro saat ini tengah aktif menyusun masterplan untuk pengembangan jaringan LRT Jakarta di masa mendatang. Fokus utama dari kajian mendalam ini adalah untuk memastikan bahwa konektivitas antar moda transportasi dan pelayanan yang diberikan kepada seluruh warga Jakarta dapat berjalan secara optimal. Hal ini mencakup integrasi yang mulus dengan berbagai moda transportasi publik lainnya, dengan tujuan akhir untuk mewujudkan mobilitas warga Jakarta yang lebih lancar, efisien, dan nyaman.
“Konektivitas dan mobilitas warga harus terlayani dengan sempurna. Berdasarkan fondasi tersebut, kami akan mengkaji prioritas pembangunan jalur-jalur baru yang dapat memperkuat potensi bangkitan penumpang serta meningkatkan kualitas pelayanan LRT itu sendiri,” jelas Iwan Takwin lebih lanjut. Pendekatan ini memastikan bahwa setiap pengembangan baru akan selaras dengan kebutuhan riil masyarakat dan memberikan dampak positif yang signifikan.
2. Rute Lanjutan Telah Mendapat Persetujuan Kemenhub

Terkait dengan rencana pengembangan rute lanjutan LRT Jakarta, seperti jalur 2A yang akan menuju Jakarta International Stadium (JIS) dan jalur 2B yang akan diperpanjang hingga Halim, Iwan Takwin memberikan kepastian. Ia menyatakan bahwa izin prinsip untuk kedua rute tersebut telah disetujui oleh Kementerian Perhubungan (Kemenhub) sejak beberapa tahun lalu. Meskipun demikian, JakPro masih dalam proses persiapan aspek pendanaan yang krusial. Untuk memastikan keberlanjutan proyek pembangunan ini, JakPro berencana menggunakan skema pendanaan kreatif atau creative financing.
“Sebagai sebuah badan usaha milik daerah, kami dituntut untuk selalu kreatif dalam mencari sumber pendanaan. Saat ini, kami sedang melakukan kajian mendalam mengenai prioritas pembangunan dan menjajaki minat dari berbagai mitra strategis maupun investor potensial,” ungkap Iwan. Skema pendanaan yang inovatif ini diharapkan dapat memuluskan realisasi pembangunan infrastruktur transportasi publik yang vital bagi kota Jakarta.
3. Jakarta International Stadium (JIS) Sebagai Ikon Baru dan Pusat Ekonomi

Iwan Takwin juga menekankan peran penting Jakarta International Stadium (JIS) sebagai sebuah ikon baru yang strategis di wilayah utara Jakarta. Keberadaan sistem LRT yang terintegrasi dan terhubung langsung dengan JIS diharapkan dapat memicu pertumbuhan ekonomi baru di kawasan tersebut. Selain itu, konektivitas ini juga akan secara signifikan memperpendek waktu tempuh bagi warga yang berasal dari pusat kota maupun wilayah selatan Jakarta untuk mencapai area utara.
“Dasar utama dari seluruh pengembangan jaringan LRT ini adalah bagaimana setiap jalur yang dibangun dapat terintegrasi dengan baik dengan moda transportasi publik lainnya, serta mampu memberikan pelayanan yang maksimal bagi seluruh warga Jakarta. Dengan demikian, pergerakan warga Jakarta dapat menjadi jauh lebih mudah dan terlayani secara menyeluruh,” pungkas Iwan. Pengembangan ini mencerminkan visi JakPro untuk menciptakan ekosistem transportasi yang terintegrasi dan berorientasi pada kemudahan mobilitas masyarakat.






