Patroli SPBU: Jaga Ketersediaan dan Kelancaran Pasokan BBM di Putussibau Selatan
Putussibau Selatan – Upaya memastikan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) bagi masyarakat terus digalakkan di berbagai wilayah, termasuk di Kecamatan Putussibau Selatan, Kabupaten Kapuas Hulu. Pada hari Sabtu, 7 Maret 2026, personel Kepolisian Sektor (Polsek) Putussibau Selatan menggelar kegiatan pemantauan intensif di dua Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). Tujuannya jelas: mencegah penimbunan, penyalahgunaan BBM bersubsidi, serta menjaga kelancaran distribusinya hingga ke tangan konsumen.
Kegiatan yang dimulai sejak pagi hari, tepatnya pukul 07.00 WIB, ini mengerahkan lima personel dari Polsek Putussibau Selatan. Tim patroli terdiri dari Ps. Kanit Provos Aiptu Norman Sepiana, Ps. Kanit Intelkam Aiptu Wan Hidayat, Bhabinkamtibmas Bripka Heribertus Yopi, serta dua anggota Samapta, Bripda Apriyanto Mas Barayun dan Bripda Adib Raimun. Mereka menyasar dua SPBU strategis di wilayah tersebut.
Dua SPBU yang menjadi fokus pemantauan adalah:
- SPBU PT. Putra Kedamin Jaya: Berlokasi di Jalan Lintas Timur, Kelurahan Kedamin Hulu.
- SPBU PT Uncak Kapuas Mandiri: Terletak di Jalan Lintas Selatan, Desa Kedamin Darat.
Kedua lokasi ini merupakan titik penting dalam pemenuhan kebutuhan BBM bagi masyarakat di Kecamatan Putussibau Selatan.
Kondisi Stok di Lapangan: Antara Menunggu dan Menipis
Hasil pemantauan di lapangan menunjukkan gambaran yang bervariasi mengenai ketersediaan stok BBM. Di SPBU PT. Putra Kedamin Jaya, petugas mendapati bahwa pelayanan pengisian BBM untuk sementara ditutup. Penutupan ini dikarenakan pasokan BBM jenis Pertalite dan Solar belum tiba di lokasi.
SPBU ini memiliki kapasitas tangki pendam yang cukup memadai, meliputi:
- Pertamax: 20 kiloliter (KL)
- Pertalite: 20 KL
- Solar: 20 KL
- Dexlite: 8 KL
Meskipun memiliki kapasitas besar, stok Pertalite dan Solar yang sebelumnya tersedia, masing-masing sebanyak 8.000 liter, dilaporkan telah habis. Pihak SPBU sedang menunggu pengiriman berikutnya untuk kembali melayani konsumen.
Sementara itu, di SPBU PT. Uncak Kapuas Mandiri, situasi stok BBM menunjukkan ketersediaan yang lebih baik, meskipun beberapa jenis terpantau mengalami penurunan signifikan. Penurunan ini diduga kuat akibat tingginya permintaan dari masyarakat. Rincian stok yang tercatat adalah sebagai berikut:
- Pertalite: Sisa sekitar 700 liter dari stok awal 8.700 liter.
- Pertamax: Tersisa sekitar 400 liter.
- Solar Subsidi: Tersisa sekitar 350 liter.
- Dexlite: Masih tersedia dalam jumlah yang cukup banyak, yaitu sekitar 9.400 liter.
Antisipasi Antrean dan Kelancaran Distribusi
Menghadapi potensi antrean kendaraan yang memanjang, personel Polsek Putussibau Selatan tidak hanya melakukan pemantauan stok, tetapi juga aktif melaksanakan pengaturan lalu lintas (turlalin) di sekitar lokasi SPBU. Langkah ini diambil untuk mengantisipasi kemacetan dan memastikan arus kendaraan tetap lancar, terutama bagi warga yang hendak mengisi BBM.
Kapolsek Putussibau Selatan, melalui keterangan resminya, menegaskan kembali tujuan utama dari kegiatan monitoring ini. “Kegiatan ini sangat penting untuk memastikan bahwa stok BBM selalu tersedia dan mencukupi kebutuhan masyarakat,” ujar beliau. “Kami juga berupaya keras mencegah praktik penimbunan atau penyalahgunaan BBM bersubsidi, serta memastikan bahwa seluruh distribusi berjalan lancar tanpa hambatan.”
Secara umum, hasil pemantauan menunjukkan bahwa stok BBM, khususnya jenis Pertalite dan Solar, masih dapat memenuhi kebutuhan masyarakat di wilayah Putussibau Selatan. Lebih lanjut, distribusi BBM dari Terminal Pembantu Depot Sintang menuju Putussibau dilaporkan telah berjalan dengan lancar.
Faktor Pemicu Antrean dan Situasi Kondusif
Meskipun distribusi dilaporkan lancar, di beberapa titik masih terlihat antrean kendaraan yang cukup panjang di sekitar SPBU. Antrean ini utamanya terpantau di Jalan Lintas Timur Kedamin Hulu dan Jalan Lintas Selatan Kedamin Darat.
Antrean yang terjadi diduga dipicu oleh adanya peningkatan pembelian BBM oleh masyarakat. Peningkatan ini kemungkinan besar dipengaruhi oleh pernyataan terbaru dari Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengenai proyeksi stok BBM nasional yang diperkirakan hanya mencukupi untuk sekitar 20 hingga 21 hari ke depan. Informasi ini berpotensi mendorong masyarakat untuk melakukan pembelian dalam jumlah lebih banyak sebagai antisipasi.
Kegiatan monitoring oleh personel Polsek Putussibau Selatan berakhir sekitar pukul 14.00 WIB. Secara keseluruhan, situasi selama pelaksanaan kegiatan berlangsung dalam keadaan aman, lancar, dan kondusif. Kehadiran personel Polri yang terus melakukan pemantauan menjadi elemen penting dalam menjaga stabilitas pasokan dan distribusi BBM di wilayah Putussibau Selatan, memastikan kebutuhan energi masyarakat tetap terpenuhi.






