Analisis Mendalam: Pervis Estupinan Bersinar, Inter Milan Terpuruk dalam Derby della Madonnina
Pertandingan akbar antara AC Milan dan Inter Milan dalam lanjutan Liga Italia musim 2025/2026 di Stadion San Siro, Milan, pada Minggu (8/3/2026), menyajikan drama yang memikat. Rossoneri berhasil meraih kemenangan tipis 1-0 atas rival sekotanya, berkat gol tunggal yang dicetak oleh Pervis Estupinan. Kemenangan ini tidak hanya menambah poin krusial bagi Milan, tetapi juga menyoroti performa individu para pemain di kedua kubu, dengan Estupinan dinobatkan sebagai bintang lapangan berkat kontribusinya yang gemilang.
Pervis Estupinan: Bintang Pemenang yang Tak Terduga
Pemain yang sebelumnya memperkuat Brighton, Pervis Estupinan, menjelma menjadi pahlawan bagi AC Milan dalam laga krusial ini. Gol semata wayangnya di babak pertama tidak hanya mengamankan tiga poin bagi timnya, tetapi juga menjadi bukti kualitasnya di lapangan. Selain gol tersebut, Estupinan juga menunjukkan penampilan solid di lini pertahanan dan kerap memberikan ancaman dari sisi sayap. Penampilan impresifnya ini berbuah manis dengan raihan nilai tertinggi di antara seluruh pemain yang berlaga.
Tidak hanya Estupinan, beberapa pemain AC Milan lainnya juga menunjukkan performa yang patut diapresiasi.
- Kiper Maignan: Menunjukkan peran penting dengan penyelamatan krusial yang berhasil menggagalkan peluang emas dari pemain Inter Milan, Mkhitaryan, beberapa menit sebelum gol kemenangan tercipta.
- Lini Pertahanan De Winter dan Pavlovic: Keduanya tampil sangat solid, membentuk tembok pertahanan yang kokoh dan sulit ditembus oleh para penyerang Inter Milan.
- Gelandang Modric: Pemain senior ini kembali membuktikan kelasnya dengan memimpin lini tengah Rossoneri. Pengalaman dan kualitasnya memberikan stabilitas serta arah permainan bagi tim.
Pelatih AC Milan, Massimiliano Allegri, juga patut mendapat pujian atas strategi yang diterapkan. Instruksinya kepada Estupinan untuk memanfaatkan ruang di belakang Luis Henrique terbukti jitu, menghasilkan gol kemenangan. Allegri berhasil menjaga kedisiplinan tim dalam bertahan, meskipun ada anggapan bahwa Milan mungkin bisa bermain lebih agresif untuk mengamankan kemenangan.
Rafael Leao: Sorotan Negatif di Lini Serang Milan
Di sisi lain lapangan, performa yang kurang memuaskan datang dari salah satu bintang AC Milan, Rafael Leao. Pemain asal Portugal ini dinilai menjadi pemain dengan rating terendah di kubu Rossoneri. Leao dinilai tidak memberikan kontribusi yang signifikan dalam pertandingan ini.
Beberapa momen krusial di mana AC Milan memiliki peluang untuk melakukan serangan balik cepat, Leao justru dinilai terlalu ceroboh dan melakukan terlalu banyak sentuhan bola. Hal ini menyebabkan hilangnya momentum serangan dan merugikan rekan-rekannya. Absennya ketajaman dan efektivitas dari Leao menjadi catatan penting bagi tim.
Inter Milan: Malam yang Sulit dan Penampilan di Bawah Standar
Berbanding terbalik dengan AC Milan, hampir seluruh pemain Inter Milan menunjukkan performa yang jauh dari harapan. Lini serang mereka kesulitan menemukan ritme permainan, dan pertahanan mereka kerap kali lengah.
- Lini Pertahanan yang Rentan: Para pemain belakang Inter Milan, termasuk Bisseck dan Bastoni, mendapatkan penilaian yang kurang memuaskan. Kesalahan-kesalahan kecil mereka dimanfaatkan dengan baik oleh AC Milan.
- Kreativitas Gelandang yang Terbatas: Pemain seperti Barella, Zielinski, dan Mkhitaryan, meskipun berusaha, tidak mampu memberikan dampak yang signifikan dalam menciptakan peluang gol. Pergerakan bola yang lambat dan kurangnya kolaborasi menjadi masalah utama.
- Serangan yang Tumpul: Duet penyerang Esposito dan Bonny kesulitan untuk memberikan ancaman nyata bagi gawang AC Milan. Kurangnya suplai bola dari lini tengah juga memperparah situasi.
Luis Henrique: Kesalahan Fatal yang Berujung Kekalahan
Di kubu Inter Milan, Luis Henrique menjadi sorotan negatif karena dinilai melakukan kesalahan fatal yang berujung pada gol kemenangan AC Milan. Kesalahan serupa pernah ia lakukan dalam pertandingan sebelumnya melawan Juventus dan Arsenal. Ketika pemain asal Brasil ini lengah dalam menjaga sisi pertahanan, lawan selalu memiliki kesempatan untuk mengeksploitasi sisi sayap tersebut, dan Pervis Estupinan tidak menyia-nyiakan kesempatan emas ini.
Pelatih Inter Milan: Tantangan Berat di Tengah Keterbatasan
Pelatih Inter Milan, Cristian Chivu, menghadapi tantangan yang tidak mudah dalam pertandingan ini. Keterbatasan striker utama akibat cedera Lautaro Martinez dan kondisi tidak fitnya Thuram membuat lini serang tim menjadi tumpul.
Chivu sendiri mendapatkan penilaian yang kurang memuaskan. Ia dinilai gagal menemukan solusi untuk mengatasi kebuntuan tim. Pergerakan bola yang lambat dan kurangnya kerja sama antar lini menjadi masalah yang harus segera diatasi oleh Chivu. Meskipun demikian, kabar baik bagi Inter Milan adalah mereka masih unggul tujuh poin dari AC Milan di klasemen sementara.
Kekalahan ini menandai kekalahan pertama bagi Inter Milan sejak pertandingan terakhir pada 23 November. Tim Nerazzurri perlu segera mengevaluasi performa mereka dan melakukan perbaikan untuk menghadapi pertandingan selanjutnya agar dapat mempertahankan posisi puncak klasemen.






