Perbedaan Penyakit Plafon Mobil Jepang dan Eropa, Biaya Perbaikan Ini

Perbedaan Penyakit Plafon Mobil Jepang dan Eropa serta Biaya Perbaikan

Plafon mobil sering kali diabaikan oleh pemilik kendaraan, padahal kondisi interior mobil sangat memengaruhi kenyamanan dan nilai jual. Ternyata, penyakit yang kerap muncul pada plafon mobil Jepang dan Eropa berbeda, sehingga cara penanganannya juga tidak sama. Selain itu, biaya perbaikan pun bervariasi tergantung jenis mobil dan tingkat kerusakan.

Penyakit Umum pada Plafon Mobil Jepang

Pada mobil Jepang, masalah yang paling sering ditemui adalah kebersihan plafon yang sulit dijaga. Noda hitam atau kusam sering muncul, terutama pada bagian atas mobil. Masalah ini tidak bisa diatasi dengan pembersihan biasa karena material plafon yang digunakan cenderung sensitif.

Andrew Shandy, Marketing dan Kepala Produksi Masterpiece Auto Interior, menjelaskan bahwa kasus plafon turun pada mobil Jepang jarang terjadi. Namun, masalah kebersihan lebih sering muncul. “Kalau mobil Jepang kasus plafon turun sih jarang ya. Kecuali mereka mau mengganti warna. Paling kotor, kayak hitam-hitam gitu, tidak bisa hilang,” ujarnya.

Jika noda sudah menempel cukup lama, satu-satunya solusi adalah mengganti lapisan plafon. Menurut Shandy, pembersihan justru bisa memperparah kondisi plafon karena bulu-bulu kain bisa keluar dan membuat permukaan terlihat berbulu. Dengan demikian, penggantian lapisan menjadi pilihan terbaik untuk mengembalikan tampilan interior mobil.

Biaya Penggantian Plafon Mobil Jepang

Biaya penggantian plafon mobil Jepang relatif lebih murah dibandingkan mobil Eropa. Dengan kisaran harga Rp 3,5 juta, konsumen bisa mendapatkan penggantian plafon untuk mobil besar seperti MPV atau SUV tiga baris Jepang. “Kalau untuk Jepang biaya ganti plafon agak lebih murah sedikit. Jadi untuk Rp 3,5 juta di Eropa dapatnya mungkin sedan gitu ya. Kalau di Rp 3,5 juta Jepang ya bisa dapatnya Innova, SUV atau MPV tiga baris,” jelas Shandy.

Penyakit Umum pada Plafon Mobil Eropa

Berbeda dengan mobil Jepang, plafon mobil Eropa sering mengalami ‘ngondoy’ atau mengelupas. Hal ini disebabkan oleh karakteristik material yang digunakan, terutama busa di balik kain plafon. Juan Elian, Owner Masterpiece Indonesia, menjelaskan bahwa busa tersebut tidak cocok dengan iklim di Indonesia yang lembap. “Karena di Eropa itu plafonnya ada busanya. Busanya itu mungkin tidak cocok dengan kelembaban udara di Indonesia. Jadi rata-rata kalau mobil Eropa setelah sekian tahun dipakai, busanya kering. Bukan lemnya jelek. Busanya kering sehingga kainnya lepas,” ujarnya.

Masalah ini bukan disebabkan oleh lem yang buruk, melainkan karena busa yang mengering akibat usia dan pengaruh lingkungan. Untuk menangani hal ini, ada dua metode yang bisa dilakukan, yaitu penggantian bahan atau perbaikan. Namun, perbaikan hanya bisa dilakukan jika kerusakan tidak terlalu parah.

Biaya Perbaikan Plafon Mobil Eropa

Biaya perbaikan plafon mobil Eropa bervariasi tergantung tingkat kerusakan. Untuk model seperti BMW Seri 3, Seri 5, atau Mercedes-Benz C-Class dan E-Class, biaya perbaikan bisa mencapai sekitar Rp 2,5 juta. “Kalau Rp 2,5 juta itu biasanya dia yang baru turun sedikit langsung perbaikan. Itu bahan dia bisa dipakai lagi,” kata Andrew Shandy.

Namun, jika kondisi plafon sudah cukup parah, opsi yang diambil biasanya adalah penggantian bahan secara keseluruhan. “Tapi kalau turunnya sudah banyak, dipasang lagi akan tekor. Tidak bisa, mesti ganti bahan. Jadi kalau untuk secara kasar Rp 2,5 juta itu pakai bahan asli lagi. Tapi kalau Rp 3,5 juta ganti bahan,” ucapnya.

Pos terkait