Petani Hilang Misterius di Tanggamus, Diduga Terseret Arus Sungai
Tanggamus – Kepergian seorang petani bernama Budi Hariyadi (29) menuju kebunnya pada Minggu pagi, 8 Maret 2026, berakhir dengan misteri. Pria asal Dusun Semarang Jaya, Pekon Air Abang, Kecamatan Ulu Belu, Kabupaten Tanggamus, ini dilaporkan hilang dan belum kembali ke rumah hingga kini. Peristiwa ini menimbulkan kekhawatiran mendalam bagi keluarga dan masyarakat setempat.
Budi berangkat dari rumahnya sekitar pukul 08.00 WIB dengan mengendarai sepeda motor Honda Revo. Ia bermaksud menuju kebunnya yang terletak di kawasan Perkebunan Selingkut. Namun, harapan keluarga untuk melihat Budi kembali dengan selamat berangsur-angsur menipis seiring berjalannya waktu tanpa kabar.
Kronologi Awal dan Laporan Hilangnya Budi
Menurut informasi yang dihimpun, pihak keluarga mulai merasa cemas ketika hingga sore hari Budi tak kunjung pulang. Kekhawatiran ini mendorong keluarga untuk segera melaporkan kejadian tersebut kepada Kepala Pekon Air Abang. Bersama dengan warga setempat, mereka kemudian berinisiatif untuk mendatangi kebun milik Budi guna melakukan pengecekan.
Setibanya di lokasi kebun, warga menemukan sebuah fakta yang semakin memperdalam misteri: sepeda motor Honda Revo yang digunakan Budi terparkir di sebuah gubuk. Namun, keberadaan Budi sendiri tidak dapat ditemukan di area tersebut. Situasi ini memicu tindakan pencarian awal oleh masyarakat di sekitar lokasi kebun.
Kapolsek Pulau Panggung, Iptu Suamin, membenarkan adanya laporan kehilangan tersebut. Beliau menjelaskan bahwa setelah menemukan sepeda motor korban di gubuk kebunnya tanpa kehadiran korban, warga segera melakukan pencarian di area sekitarnya.
Dugaan Terseret Arus Sungai Akibat Cuaca Buruk
Salah satu faktor yang memperumit upaya pencarian dan menimbulkan kekhawatiran adalah kondisi geografis di sekitar kebun korban. Menurut Iptu Suamin, lokasi kebun Budi berdekatan dengan aliran sungai yang cukup besar. Pada hari hilangnya Budi, wilayah tersebut juga diguyur hujan.
Kondisi cuaca yang tidak bersahabat ini menimbulkan dugaan kuat bahwa debit air sungai bisa saja meningkat secara drastis. Oleh karena itu, kemungkinan terbesar yang diperkirakan adalah Budi terseret arus sungai saat berada di sekitar lokasi kebunnya. Dugaan ini masih dalam tahap penyelidikan lebih lanjut sambil terus dilakukan pencarian.
Upaya Pencarian dan Kendala yang Dihadapi
Pencarian intensif telah dilakukan oleh tim gabungan yang terdiri dari masyarakat dan aparat kepolisian. Namun, hingga Minggu malam, upaya tersebut belum membuahkan hasil yang diharapkan. Korban belum berhasil ditemukan.
Kondisi cuaca yang tidak stabil dan keterbatasan jarak pandang menjadi kendala utama dalam pelaksanaan pencarian. Menjelang malam, dengan cuaca yang memburuk, pencarian terpaksa dihentikan sementara untuk menghindari risiko lebih lanjut bagi tim pencari.
Perluasan Area Pencarian dan Koordinasi Lintas Instansi
Pihak kepolisian dan masyarakat telah merencanakan untuk melanjutkan kembali upaya pencarian pada Senin pagi. Rencana ini akan melibatkan partisipasi yang lebih luas dari masyarakat, serta akan dilakukan koordinasi yang lebih intensif dengan pemerintah setempat dan instansi terkait lainnya.
Tujuan dari perluasan area pencarian ini adalah untuk memaksimalkan peluang menemukan Budi Hariyadi. Dengan melibatkan lebih banyak sumber daya dan memperluas cakupan area pencarian, diharapkan korban dapat segera ditemukan dalam keadaan selamat. Koordinasi ini juga penting untuk memastikan bahwa seluruh upaya pencarian dilakukan secara terstruktur dan efektif, memanfaatkan berbagai keahlian dan peralatan yang mungkin tersedia.
Masyarakat setempat berharap agar misteri hilangnya Budi Hariyadi dapat segera terpecahkan dan korban dapat segera ditemukan. Doa dan harapan terus dipanjatkan agar upaya pencarian yang akan dilanjutkan esok hari membuahkan hasil yang positif. Kejadian ini menjadi pengingat akan pentingnya kewaspadaan, terutama saat beraktivitas di dekat area yang berpotensi berbahaya seperti aliran sungai, terlebih di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu.






