Polemik Pernikahan Teuku Rassya yang Terus Bergulir
Polemik terkait pernikahan Teuku Rassya masih menjadi topik hangat meski momen bahagia telah berlalu. Isu ini membawa hubungan antara ibu kandung dan ibu sambung ke ruang publik, memicu perdebatan yang tidak kunjung reda.
Nama Tamara Bleszynski dan Nurah Pasya kini menjadi sorotan setelah muncul kabar tentang renggangnya komunikasi antara keduanya. Sorotan publik bermula ketika Tamara disebut hanya hadir sebagai tamu undangan di pernikahan anaknya. Hal ini memicu spekulasi dari warganet di media sosial.
Di sisi lain, kehadiran Nurah di pelaminan mendampingi Rassya justru menuai kritik. Ia dituding mengambil peran ibu kandung dalam momen penting tersebut. Meskipun Rassya telah memberikan klarifikasi, polemik rupanya belum sepenuhnya mereda. Reaksi publik masih terus bermunculan dan memicu perdebatan.
Nurah akhirnya angkat bicara melalui media sosial pribadinya @nourahsheivirah. Ia mencoba meluruskan situasi yang menurutnya berkembang tidak sesuai fakta. Ibu tiga anak itu mengaku sempat berusaha menemui Tamara secara langsung. Namun, upaya tersebut tidak berjalan sesuai harapan karena situasi dianggap belum kondusif.
Dalam percakapan yang diunggah melalui Instagramnya, Nurah menulis:
“Gimana Sya, Mama Oya boleh nyusul?”
Rassya menjawab:
“Baru sampai mereka, Ma Oya. Bentar ya.”
Nurah kemudian mencoba memastikan apakah dirinya tidak diinginkan dalam pertemuan tersebut. Ia mempertanyakan kemungkinan penolakan dari pihak Tamara.
“Mama nggak mau ketemu ya, Sya?” tanya Nurah.
“Ini Rassya disuruh nanya, Ma Oya mau ngomong apa ke sana,” balas Rassya.
Menanggapi hal itu, Nurah menegaskan niatnya hanya untuk menyapa tanpa maksud lain. Ia ingin menjaga hubungan tetap baik tanpa memperkeruh keadaan.
“Nggak ngomong apa-apa, cuma mau nyapa seperti biasa,” ujar Nurah.
“Cuma ketemu sebentar saja, seperti kemarin juga baik-baik saja,” lanjutnya.
Namun, rencana pertemuan tersebut akhirnya tidak terlaksana. Rassya menyarankan agar pertemuan ditunda karena situasi dinilai belum stabil.
“Kayaknya jangan dulu, situasinya belum kondusif,” kata Rassya.
“Biar nanti dicari cara untuk meredam komentar netizen,” tambahnya.
Nurah mengaku kecewa karena niat baiknya tidak tersampaikan. Ia merasa sudah berusaha menjalin silaturahmi, namun tidak mendapat respons yang diharapkan.
“Yang penting Mama Oya sudah mencoba baik dan mau silaturahmi,” ucapnya.
Dalam unggahan yang sama, Nurah juga mengungkap isi hatinya melalui caption. Ia mempertanyakan alasan di balik sikap Tamara yang enggan bertemu.
“Aku salah apa Kak Tamara kok nggak mau ketemu aku? Selama ini kita baik-baik saja dan saling menyapa,” tulisnya.
Ia juga menyinggung dampak polemik ini terhadap anak-anaknya. Menurutnya, perundungan di media sosial ikut menyeret keluarganya.
“Aku tidak bisa diam saat anak-anakku ikut dibully,” tegasnya.
“Seolah-olah ada yang membiarkan situasi ini terus terjadi,” sambung Nurah.
Meski demikian, Nurah menegaskan dirinya tidak pernah mencampuri hubungan ibu dan anak. Ia hanya ingin meluruskan kesalahpahaman yang berkembang di publik.
“Dari dulu aku tidak pernah ikut campur urusan ibu dan anak,” jelasnya.
“Aku hanya ingin semuanya kembali jelas dan tidak ada yang dirugikan,” pungkas Nurah.






