Prilly Latuconsina: Danur 4, Syuting Terlama Sepanjang Karier

Prilly Latuconsina Akui “Danur 4” Pecahkan Rekor Syuting Terlama dalam Kariernya

JAKARTA – Aktris multitalenta Prilly Latuconsina baru-baru ini membagikan pengalamannya yang tak terlupakan dalam proses produksi film horor terbarunya, “Danur 4: The Last Chapter”. Secara mengejutkan, Prilly mengungkapkan bahwa film ini memegang rekor sebagai proyek dengan durasi produksi terpanjang sepanjang perjalanan kariernya di industri perfilman Indonesia. Pengalaman ini terasa berbeda dan penuh tantangan, bahkan melampaui proses syuting film-film sebelumnya dalam seri “Danur” yang sudah sangat familiar baginya.

“Untuk film Danur proses syutingnya lebih lama daripada Danur sebelumnya, atau bahkan ini syuting film terlama yang pernah saya alami,” ujar Prilly saat ditemui di kawasan Thamrin, Jakarta Pusat, Minggu (8/3/2026). Ia menambahkan bahwa penambahan hari syuting menjadi salah satu faktor utama yang memperpanjang keseluruhan proses produksi.

Dalam sebuah kesempatan saat berbincang di acara “Si Paling Seleb Tribun”, Prilly merinci alasan di balik penambahan hari syuting tersebut. Keputusan ini diambil atas dasar keyakinan penuh dari tim produksi, terutama produser Manoj Punjabi dan sutradara Awi Suryadi, yang tidak ingin mengambil risiko dengan kualitas film.

“Karena Pak Manoj sama Pak Awi tuh nggak mau syuting kalau dia bener-bener belum yakin,” jelas Prilly. “Jadi kayak revisi, revisi, revisi. Pas udah selesai syuting, ada tambahan. Kita syuting lagi 16 hari. Jadi kayak nambah syuting satu film lagi,” ia mengungkapkan rasa terkejutnya atas jumlah waktu tambahan yang dihabiskan di lokasi syuting.

Keputusan “Additional Shoot” Memperpanjang Durasi Produksi “Danur 4”

Sutradara Awi Suryadi turut mengkonfirmasi pernyataan Prilly, menjelaskan bahwa lamanya proses produksi “Danur 4” memang sangat dipengaruhi oleh keputusan tim untuk melakukan additional shoot atau pengambilan gambar tambahan. Keputusan ini diambil untuk memastikan setiap elemen cerita dan visual tersampaikan dengan sempurna kepada penonton.

Awi Suryadi membandingkan durasi additional shoot ini dengan proses syuting satu film baru. “Setelah kita memutuskan waktu mau additional shoot, benar kata Pak Manoj, ini sudah kayak syuting film baru,” katanya.

Untuk memberikan gambaran yang lebih jelas, Awi membandingkan durasi syuting film-film sebelumnya dalam seri “Danur”. “Untuk perbandingan saja ya, Danur 1 itu syutingnya 11 hari, Danur 2 itu 12 hari. Additional shoot kita 12 hari juga. Jadi kayak sudah syuting dua film lah untuk Danur ini,” tutur Awi, menyoroti betapa signifikan penambahan waktu syuting pada film keempat ini.

“Danur” Lebih dari Sekadar Film, Sebuah Perjalanan Karier Bagi Prilly

Bagi Prilly Latuconsina, “Danur” memiliki arti yang jauh lebih mendalam daripada sekadar proyek film biasa. Ia melihat seri film ini sebagai bagian integral dari perjalanan kariernya, terutama dalam membangun identitasnya sebagai aktris di genre horor. Film “Danur” pertama menjadi titik awal yang krusial, membuka pintu baginya untuk dikenal luas dan diakui di kancah perfilman horor Indonesia.

“Danur buat aku bukannya cuma sekadar film saja, tapi awal dari perjalanan juga, awal dari perjalanan karier, awal perjalanan dari film horor juga,” ungkap Prilly dengan penuh haru. Ia merasa sangat terikat secara emosional dengan seri ini.

Oleh karena itu, momen penutup dari semesta “Danur” melalui film keempat ini terasa sangat spesial baginya. “Jadi rasanya kita sudah di penghujung perjalanan tuh pasti mengharukan banget, dan semoga ini menjadi penutup yang manis buat perjalanan Danur,” harapnya.

Film “Danur 4: The Last Chapter” dijadwalkan akan tayang di bioskop pada momen Lebaran tahun ini, sekaligus menandai akhir dari saga horor yang telah memikat hati banyak penonton Indonesia. Proses produksi yang panjang dan penuh dedikasi ini diharapkan akan menghasilkan karya yang memuaskan dan menjadi penutup yang berkesan bagi para penggemar setia semesta “Danur”.

Pos terkait