Pusat UMKM Wonopringgo Hadirkan Kuliner Legendaris Pekalongan

UMKM Center Wonopringgo Jadi Pusat Kuliner Tradisional yang Kembali Ramai

Di tengah upaya menghidupkan kembali geliat usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kabupaten Pekalongan, UMKM Center Wonopringgo kini menjadi pusat kuliner tradisional yang mulai ramai dikunjungi masyarakat. Dengan konsep baru yang lebih tertata, tempat ini kini menawarkan pengalaman kuliner yang autentik dan membangkitkan semangat ekonomi lokal.

Aroma rempah yang menguar dari kuah hangat menyambut setiap pengunjung yang datang ke UMKM Center Wonopringgo. Di tempat yang sempat terbengkalai itu, kini denyut kehidupan kembali terasa. Para pedagang dengan balutan kebaya dan blangkon berdiri di balik lapak sederhana, menyuguhkan cita rasa khas yang tak lekang oleh waktu.

Salah satu pedagang yang ikut berkontribusi dalam perubahan ini adalah Ida. Dengan senyum ramah, ia menyapa pembeli yang datang silih berganti. Di tangannya, seporsi nasi gule siram disajikan hangat dengan harga yang bersahabat hanya Rp 10 ribu. Bagi banyak orang, bukan sekadar murah, tetapi juga menghadirkan rasa autentik khas Pekalongan yang sulit ditemukan di tempat lain.

“Alhamdulillah, pembeli antusias. Banyak yang bilang harganya terjangkau,” tutur Ida kepada Tribun Jateng, Minggu (5/4). Baginya, berdagang di UMKM Center Wonopringgo bukan sekadar mencari penghasilan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menghidupkan kembali roda ekonomi kecil yang sempat terhenti.

UMKM Center Wonopringgo kini menjadi ruang baru bagi para pelaku usaha kecil untuk tumbuh. Di bawah binaan dinas terkait, para pedagang yang sebelumnya berjualan secara berpindah kini memiliki tempat yang lebih tertata. “Alhamdulillah, setiap Jumat dan Minggu, kawasan ini menjadi lebih hidup dan ramai,” imbuhnya.

Gule siram sendiri bukan sekadar makanan. Ia adalah bagian dari identitas kuliner Pekalongan, perpaduan kuah gurih, daging empuk, dan racikan bumbu yang kaya. Di tangan para pelaku UMKM seperti Ida, kuliner ini terus dijaga eksistensinya, sekaligus menjadi daya tarik bagi masyarakat luas.

Salah satu pengunjung, Selly, terkesan saat pertama kali mengunjungi pusat kuliner tersebut bersama keluarganya. Ia menilai, selain rasanya yang lezat, harga makanan di lokasi itu juga sangat ramah di kantong.

“Baru pertama kali jajan dan makan di UMKM Center Wonopringgo. Ternyata enak-enak dan murah sekali,” ujar Selly bersama keluarga mencicipi beragam menu khas Pekalongan. Mulai dari nasi kuning, pindang tetel, kluban, hingga botok. Tak ketinggalan, jajanan tradisional seperti apem serta semangkuk mi so turut melengkapi santapan mereka.

“Pilihan menu yang beragam membuat, pengunjung leluasa menikmati berbagai cita rasa dalam satu tempat. Hal ini menjadi nilai tambah tersendiri, terutama bagi keluarga yang ingin menikmati kuliner bersama tanpa harus berpindah lokasi,” imbuhnya.


Dengan hadirnya UMKM Center Wonopringgo, masyarakat kini memiliki tempat yang tidak hanya menyajikan makanan lezat, tetapi juga menjadi wadah untuk mendukung perekonomian lokal. Berbagai menu tradisional yang disajikan di sini memberikan pengalaman unik bagi pengunjung, sekaligus menjaga warisan budaya yang kaya akan rasa dan makna.

Pos terkait