Ramadan di Iskaya Banaran: Belajar Ganti Salat Dhuha

Penyesuaian Kegiatan Ramadan di Panti Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Iskaya Banaran

MARTAPURA – Bulan Ramadan membawa nuansa spiritual yang kental, dan bagi para klien di Panti Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas (PRSPD) Iskaya Banaran, aktivitas harian mengalami penyesuaian yang cermat. Perubahan ini dirancang khusus untuk memastikan kenyamanan klien dalam menjalankan ibadah puasa, tanpa mengorbankan esensi kegiatan pembinaan yang telah menjadi ciri khas panti.

Gusti Muhammad Reza Pahlevi, Kepala PRSPD Iskaya Banaran, menjelaskan bahwa salah satu penyesuaian signifikan adalah penggantian sesi bimbingan belajar pagi dengan pelaksanaan salat Dhuha berjamaah. “Biasanya setelah apel pagi ada bimbingan belajar, tapi selama Ramadan kami ganti dengan salat Dhuha bersama yang diikuti seluruh klien dan karyawan di PRSPD Iskaya Banaran,” ungkapnya. Inisiatif ini tidak hanya memberikan ruang untuk ibadah, tetapi juga mempererat ikatan spiritual antara klien dan staf panti.

Lebih lanjut, untuk memperkaya pembinaan spiritual selama bulan suci, PRSPD Iskaya Banaran juga menambahkan kegiatan keagamaan berupa tausiah yang diselenggarakan setiap hari Jumat. Kegiatan ini menjadi momen penting bagi seluruh klien dan pegawai untuk bersama-sama merenungkan ajaran agama dan memperdalam pemahaman spiritual mereka.

Meskipun ada penyesuaian dalam jadwal kegiatan keagamaan, panti ini tetap berkomitmen untuk melanjutkan pelatihan keterampilan bagi para klien. Namun, porsi pelatihan disesuaikan agar tidak terlalu membebani fisik klien yang sedang berpuasa. “Untuk keterampilan tetap berjalan seperti hari biasa, hanya porsinya sedikit kami kurangi supaya tidak mengganggu teman-teman klien yang sedang berpuasa,” ujar Reza Pahlevi. Penyesuaian ini menunjukkan perhatian panti terhadap kondisi fisik dan mental klien selama bulan Ramadan.

Kebersamaan dan Berbagi di Bulan Ramadan

Bulan Ramadan juga dimanfaatkan oleh PRSPD Iskaya Banaran untuk mempererat tali silaturahmi melalui kegiatan buka puasa bersama. Panti ini secara aktif menjalin kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk perusahaan, hotel, dan instansi seperti PAM. Kolaborasi ini memungkinkan terselenggaranya momen buka puasa yang lebih meriah dan bermakna, di mana para klien dapat berbagi kebahagiaan dengan tamu undangan. “Biasanya ada buka puasa bersama dan juga pembagian bingkisan kepada klien,” tambah Reza Pahlevi, menyoroti tradisi berbagi yang selalu diusung panti.

Pembinaan Klien: Angkatan, Gender, dan Keterampilan

Pada tahun 2026, PRSPD Iskaya Banaran tengah membina peserta angkatan ke-8 yang terdiri dari 20 klien perempuan. Secara umum, panti ini melayani sekitar 45 klien dalam satu tahun, yang dibagi menjadi dua angkatan. Angkatan ke-8 dengan 20 peserta perempuan akan diikuti oleh angkatan ke-9 yang dijadwalkan dimulai pada bulan Juli hingga Desember, dengan jumlah 25 peserta.

Reza Pahlevi menjelaskan bahwa pembagian peserta berdasarkan gender bukanlah sebuah kebijakan yang disengaja, melainkan lebih kepada penyesuaian terhadap jumlah pendaftar yang ada. “Kalau soal gender sebenarnya menyesuaikan saja. Banyak juga pendaftar perempuan, tapi memang daftar tunggu yang paling banyak laki-laki,” katanya. Ia menambahkan bahwa kecenderungan jumlah pendaftar perempuan yang lebih sedikit terkadang disebabkan oleh kehati-hatian orang tua dalam memberikan izin anak-anak mereka untuk mengikuti pembinaan di luar rumah.

Ragam Keterampilan untuk Bekal Masa Depan

Untuk angkatan ke-8 yang seluruh pesertanya adalah perempuan, PRSPD Iskaya Banaran menawarkan empat jenis keterampilan utama: tata boga, tata rias, menjahit, dan komputer. “Karena pesertanya perempuan semua, mayoritas memilih keterampilan tata boga,” ujarnya, mengindikasikan preferensi para klien.

Sementara itu, untuk klien laki-laki, jenis keterampilan yang ditawarkan sedikit berbeda. Pelatihan tata rias biasanya digantikan dengan program pelatihan barbershop dan perbengkelan, yang lebih sesuai dengan minat dan kebutuhan mereka.

Program Magang: Jembatan Menuju Dunia Kerja

Selain pelatihan keterampilan yang diselenggarakan di dalam panti, PRSPD Iskaya Banaran juga memiliki program magang yang merupakan bagian integral dari proses pembinaan. Program ini biasanya dilaksanakan sekitar satu bulan sebelum masa pembinaan selama enam bulan berakhir. Melalui kerja sama dengan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), sektor perhotelan, serta berbagai perusahaan, para klien mendapatkan kesempatan untuk merasakan langsung lingkungan kerja profesional.

“Sebulan sebelum selesai, klien kami ikut magang bekerja sama dengan UMKM, perhotelan, dan beberapa perusahaan,” jelas Reza Pahlevi. Program magang ini dirancang sebagai jembatan krusial bagi para klien penyandang disabilitas, membekali mereka dengan keterampilan praktis dan membuka peluang kerja yang lebih luas setelah mereka menyelesaikan masa pembinaan di panti. Harapannya, program ini dapat memberikan bekal yang memadai bagi mereka untuk meraih kemandirian dan berkontribusi aktif dalam masyarakat.

Pos terkait