SMAN 5 Yogyakarta: Wajah Baru Fasilitas Pendidikan Melalui Program Revitalisasi
Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 5 Yogyakarta kini tampil beda dengan sejumlah pembenahan fasilitas yang signifikan. Program revitalisasi yang digagas oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) telah memberikan sentuhan baru, mulai dari perbaikan atap kelas hingga pembangunan ruang Unit Kesehatan Sekolah (UKS) yang lebih representatif.
Berdasarkan pengamatan di lapangan, area kelas yang sebelumnya mengeluhkan kebocoran pada atap dan plafon yang berjamur, kini telah direvitalisasi menjadi lingkungan yang bersih dan layak untuk kegiatan belajar mengajar. Selain itu, ruang UKS yang sebelumnya mungkin kurang memadai, kini telah dibangun kembali menjadi ruangan yang lebih nyaman dan fungsional, siap memberikan layanan kesehatan dasar bagi para siswa saat berada di lingkungan sekolah.
Namun, revitalisasi ini tidak berhenti pada dua fasilitas tersebut. SMAN 5 Yogyakarta juga telah membangun fasilitas toilet yang memadai untuk siswa dan guru, serta melakukan perbaikan komprehensif pada lapangan basket. Pembaruan menyeluruh ini diharapkan dapat menciptakan suasana belajar yang lebih kondusif dan meningkatkan kenyamanan seluruh civitas akademika, baik siswa maupun tenaga pendidik, dalam menjalankan aktivitas sehari-hari di sekolah.
Wakil Kepala Sarana dan Prasarana SMAN 5 Yogyakarta, Sapto Nugroho, merinci lebih lanjut mengenai cakupan revitalisasi. Ia menyatakan bahwa program ini meliputi perbaikan delapan unit atap kelas yang memang membutuhkan penanganan serius. Lebih lanjut, sekolah juga membangun tiga unit kamar mandi baru untuk siswa, yang masing-masing terdiri dari delapan bilik. Selain itu, revitalisasi juga mencakup pembangunan ruang UKS dan dua unit kamar mandi khusus untuk guru.
“Pada tahun 2025 ini, SMA Negeri 5 Yogyakarta mendapatkan program revitalisasi yang mencakup perbaikan delapan atap kelas, pembangunan tiga unit kamar mandi siswa dengan total delapan bilik, revitalisasi ruang UKS, serta penambahan dua kamar mandi guru,” ungkap Sapto.
Skema Swakelola: Akuntabilitas dan Pemanfaatan Dana Optimal
Menariknya, Sapto menjelaskan bahwa program revitalisasi ini menggunakan skema swakelola. Dengan skema ini, sekolah diberikan kewenangan penuh untuk mengelola langsung dana yang dialokasikan, dengan tetap berpegang teguh pada prinsip akuntabilitas dalam setiap tahapan pelaksanaannya. Pendekatan ini memungkinkan sekolah untuk memanfaatkan dana yang ada secara maksimal demi mencapai hasil terbaik.
“Dana yang diberikan kepada kami bersifat swakelola, sehingga kami memiliki keleluasaan untuk memanfaatkannya semaksimal mungkin. Kami berkomitmen untuk melaksanakan seluruh proses ini dengan penuh tanggung jawab dan sebaik-baiknya,” tegas Sapto.
Selain pembenahan fasilitas bangunan, revitalisasi juga menyentuh area vital untuk pengembangan fisik dan olahraga siswa, yaitu renovasi lapangan basket. Perbaikan ini diharapkan dapat menunjang berbagai aktivitas olahraga dan kegiatan ekstrakurikuler siswa, sehingga potensi mereka dapat terus berkembang.
Seorang siswa SMAN 5 Yogyakarta, Syghap S., menyambut baik seluruh pembaruan fasilitas ini. Menurutnya, revitalisasi sekolah tidak hanya menciptakan lingkungan belajar yang lebih nyaman, tetapi juga secara langsung mendukung pengembangan potensi diri para siswa.
“Saya sangat senang sekali karena ada pembangunan fasilitas-fasilitas ini yang diharapkan dapat menjadi wadah bagi kami para siswa untuk lebih berkembang lagi. Saya berharap setelah ini SMA Negeri 5 dapat menjadi sekolah yang lebih maju dan sukses,” ujar Syghap dengan antusias.
Revitalisasi Serentak: SDN 1 Parean Girang, Indramayu, Raih Fasilitas Belajar yang Lebih Baik
Di sisi lain, semangat revitalisasi fasilitas pendidikan juga tengah bergulir di Indramayu, Jawa Barat. Di SDN 1 Parean Girang, Kecamatan Kandanghaur, Kabupaten Indramayu, suasana kini dipenuhi suara palu dan aktivitas para pekerja yang sedang melakukan pembenahan. Sekolah yang berlokasi di kawasan pesisir ini sedang menjalani proses revitalisasi ruang kelas, yang diharapkan membawa angin segar dan harapan baru bagi para siswa yang menimba ilmu di sana.

Pantauan di lokasi menunjukkan bahwa revitalisasi ini mencakup penggantian atap dan plafon yang sudah usang, serta perbaikan struktur dinding bangunan. Upaya ini ditujukan untuk menciptakan lingkungan belajar yang lebih aman, nyaman, dan kondusif bagi seluruh siswa dan tenaga pengajar.
Saat ini, proses pembangunan masih berada pada tahap awal. Para pekerja tengah fokus pada pembongkaran bagian-bagian bangunan lama sebelum memulai tahap rekonstruksi. Meskipun baru berjalan beberapa hari, perubahan positif di lingkungan sekolah sudah mulai terlihat, memberikan gambaran awal tentang fasilitas baru yang akan segera dinikmati.
Darudin, kontraktor pelaksana dari CV Tiga Sarana Abadi, menyatakan bahwa pekerjaan berjalan lancar sejauh ini. Ia mengaku tidak menemui kendala berarti di lapangan dan optimis bahwa seluruh tahapan pembangunan akan selesai sesuai dengan target waktu yang telah ditetapkan.
“Insya Allah kami akan sesuai target. Kami baru memulai proses pembongkaran di minggu-minggu ini. Alhamdulillah, sejauh ini tidak ada kendala berarti,” ungkap Darudin.
Keterlibatan Masyarakat dan Harapan untuk Masa Depan
Revitalisasi di SDN 1 Parean Girang tidak hanya memberikan manfaat langsung pada peningkatan kualitas fasilitas pendidikan, tetapi juga turut memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar. Pihak kontraktor secara proaktif melibatkan warga setempat untuk turut serta dalam proses pengerjaan, terutama untuk pekerjaan fisik berskala kecil seperti membantu pengangkutan material bangunan. Hal ini menjadi wujud sinergi antara proyek pembangunan dan pemberdayaan masyarakat lokal.

Meskipun demikian, pekerjaan yang membutuhkan keahlian teknis khusus tetap ditangani oleh tenaga profesional yang kompeten, demi memastikan hasil pembangunan memenuhi standar kualitas dan spesifikasi yang telah ditentukan.
“Kami juga melibatkan masyarakat sekitar dalam pekerjaan. Paling untuk bantuan tenaga kasar seperti mengangkut adukan. Untuk tenaga ahli, kami sudah memiliki tim profesional,” jelas Darudin.
Darudin menyampaikan harapan besar agar revitalisasi ruang kelas ini dapat memberikan manfaat yang nyata dan berkelanjutan bagi para siswa. Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga fasilitas yang telah dibangun agar dapat terpelihara dengan baik dan digunakan dalam jangka waktu yang panjang.
“Semoga pembangunan ini membawa manfaat. Kami juga memohon agar bangunan yang sudah jadi ini dijaga bersama-sama oleh kita semua,” imbuhnya.
Harapan serupa juga datang dari para orang tua siswa. Salah satunya adalah Astri, yang menyuarakan rasa syukurnya atas adanya pembangunan ruang kelas di sekolah tempat anaknya menempuh pendidikan. Baginya, perbaikan fasilitas sekolah merupakan kabar baik yang sangat dinantikan oleh para orang tua yang menginginkan lingkungan belajar yang layak bagi anak-anak mereka.
“Mengenai pembangunan ini, saya sangat berterima kasih kepada Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah atas bantuan yang diberikan,” ungkap Astri.
Ia berharap dengan fasilitas belajar yang lebih memadai, anak-anak akan semakin termotivasi dalam menuntut ilmu dan mampu meraih cita-cita mereka di masa depan.
“Saya berharap anak-anak bisa semakin bersemangat dalam belajar. Semoga ke depannya mereka bisa meraih cita-cita yang lebih baik lagi,” lanjut Astri.
Para siswa yang menyaksikan langsung proses revitalisasi sekolah juga turut merasakan kebahagiaan dan rasa syukur yang mendalam. Perubahan positif di lingkungan sekolah ini tidak hanya memberikan rasa bangga, tetapi juga menyalakan api harapan baru bagi masa depan pendidikan mereka.
“Terima kasih Bapak Presiden. Terima kasih Bapak Menteri atas pembangunan sekolah kami,” ucap para siswa serempak, menunjukkan apresiasi mereka atas upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas fasilitas pendidikan.






