Jawa Timur Gelar Pasar Murah Jelang Idul Fitri, Stabilisasi Harga dan Ketersediaan Pangan Jadi Prioritas
Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus berupaya memastikan ketersediaan dan keterjangkauan harga kebutuhan pokok bagi masyarakat, terutama menjelang momen penting seperti Hari Raya Idul Fitri. Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah dengan menggelar pasar murah di berbagai daerah. Inisiatif ini menjadi instrumen penting dalam upaya pengendalian inflasi dan menjaga stabilitas harga bahan pangan di pasaran.
Upaya Stabilisasi Harga Menjelang Hari Raya
Menjelang perayaan Idul Fitri, biasanya terjadi peningkatan permintaan terhadap berbagai kebutuhan rumah tangga. Fenomena ini, jika tidak dikelola dengan baik, berpotensi memicu kenaikan harga yang memberatkan masyarakat. Menyadari hal tersebut, pemerintah provinsi mengambil langkah antisipatif dengan menjaga stabilitas distribusi dan harga di pasar. Hal ini bertujuan agar masyarakat dapat berbelanja dengan tenang dan memenuhi kebutuhan mereka tanpa kekhawatiran akan lonjakan harga yang signifikan.
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, secara langsung memantau dan memastikan ketersediaan bahan pokok di Jawa Timur dalam kondisi aman dan harga relatif stabil. “Harga tetap stabil dan masyarakat bisa berbelanja dengan tenang khususnya di Bulan Ramadhan,” ujar beliau, menekankan komitmen pemerintah dalam menjaga daya beli masyarakat.
Pasar Murah: Jembatan Keterjangkauan Harga
Kegiatan pasar murah menjadi salah satu ujung tombak pemerintah dalam menjaga keterjangkauan harga bagi masyarakat. Melalui program ini, berbagai kebutuhan pokok disajikan dengan harga yang jauh lebih terjangkau dibandingkan dengan harga yang berlaku di pasar konvensional. Ini menjadi solusi efektif bagi masyarakat untuk dapat memenuhi kebutuhan rumah tangga mereka, terutama bagi mereka yang memiliki anggaran terbatas.
Gubernur Khofifah menjelaskan bahwa pengendalian inflasi dan stabilisasi harga perlu dilakukan secara proaktif dengan cara memberikan keterjangkauan harga yang lebih dekat kepada konsumen. Pendekatan ini tidak hanya membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari, tetapi juga berkontribusi pada penguatan upaya pengendalian inflasi di tingkat daerah.
Ragam Komoditas dengan Harga Terjangkau
Dalam salah satu pelaksanaan pasar murah yang digelar di Taman Parembhegen Patemon, Kabupaten Pamekasan, berbagai bahan pokok ditawarkan dengan harga yang sangat menarik. Beberapa komoditas unggulan yang tersedia antara lain:
- Beras:
- Beras premium: Rp14.000 per kilogram
- Beras medium: Rp11.000 per kilogram
- Minyak Goreng:
- Merk MinyaKita: Rp13.000 per liter
- Telur:
- Telur ayam ras: Rp22.000 per pack
- Tepung Terigu:
- Rp10.000 per kilogram
- Gula Pasir:
- Rp14.000 per kilogram
Selain kebutuhan pokok utama tersebut, pasar murah ini juga menyediakan berbagai komoditas lain yang tak kalah penting untuk dapur rumah tangga, seperti:
- Bawang Putih: Rp6.000 per 250 gram
- Bawang Merah: Rp7.000 per 250 gram
- Cabai Rawit Merah: Rp4.000 per 100 gram
- Cabai Merah Besar: Rp2.000 per 100 gram
- Daging Ayam Ras: Rp30.000 per pack
Dukungan Gizi dan Pemberdayaan UMKM
Lebih dari sekadar penyediaan bahan pokok, kegiatan pasar murah ini juga menunjukkan perhatian pemerintah terhadap aspek gizi dan pemberdayaan ekonomi lokal. Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Khofifah tidak hanya memantau jalannya pasar murah, tetapi juga turut membagikan beras kepada para lansia dan telur kepada ibu hamil serta anak-anak. Langkah ini merupakan wujud konkret dalam upaya pemenuhan gizi keluarga dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Selain itu, beliau juga menunjukkan dukungan nyata terhadap pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dengan memborong berbagai jenis produk yang dihasilkan oleh para pelaku UMKM lokal. Tindakan ini menjadi simbol apresiasi dan dorongan bagi UMKM untuk terus berkembang, sekaligus membantu roda perekonomian daerah berputar lebih kencang.
Testimoni Masyarakat: Bantuan Nyata Menjelang Hari Raya
Antusiasme masyarakat terhadap pasar murah ini terlihat jelas dari banyaknya pengunjung yang hadir. Salah satu pengunjung, Tutik, seorang warga Kelurahan Patemon yang sehari-hari berprofesi sebagai penjual nasi ayam, mengaku sangat terbantu dengan adanya kegiatan ini.
“Saya beli beras, bawang merah, ayam, telur, gula, tepung. Harganya terjangkau dan membantu masyarakat apalagi menjelang Hari Raya Idul Fitri. Menambah stok kebutuhan pokok di rumah sampai lebaran,” ungkapnya dengan penuh rasa syukur. Pengakuan ini menegaskan bahwa pasar murah bukan hanya sekadar program pemerintah, tetapi merupakan bantuan nyata yang dirasakan langsung oleh masyarakat dalam mempersiapkan kebutuhan menjelang hari raya.






