Ukraina Larang Warga ke Hungaria: Apa Sebabnya?

Ketegangan Memuncak: Ukraina Peringatkan Warga Hindari Hungaria Akibat Masalah Pipa Minyak dan Penangkapan Staf Bank

Hubungan diplomatik antara Ukraina dan Hungaria dilaporkan memanas, memicu peringatan keras dari Kementerian Luar Negeri Ukraina kepada seluruh warganya untuk menunda atau membatalkan perjalanan ke Hungaria. Peringatan ini dikeluarkan menyusul serangkaian insiden yang melibatkan masalah akses minyak Rusia melalui pipa Druzhba dan penangkapan staf bank Ukraina oleh otoritas Hungaria.

Menteri Luar Negeri Ukraina, Andrii Sybiha, secara eksplisit menyatakan bahwa Hungaria tidak lagi dianggap sebagai destinasi yang aman bagi warga Ukraina. Kekhawatiran utama yang diungkapkan adalah ketidakmampuan Ukraina untuk menjamin keamanan warganya dari potensi tindakan pemaksaan oleh otoritas Hungaria. Pernyataan ini menggarisbawahi eskalasi ketegangan yang telah berlangsung selama beberapa bulan terakhir, di mana kedua negara saling tuding terkait kelancaran pasokan energi.

Budapest, ibu kota Hungaria, menuding Kyiv, ibu kota Ukraina, secara sengaja menunda perbaikan pipa Druzhba, yang merupakan jalur vital untuk pasokan minyak Rusia ke Eropa Tengah. Tuduhan ini dikemukakan sebagai pemicu krisis energi yang dihadapi Hungaria. Namun, dari sisi Ukraina, tuduhan tersebut dibantah dengan keras, dan kini muncul isu baru yang menambah pelik hubungan bilateral.

Tuduhan Penangkapan Ilegal dan Pelanggaran Hukum Internasional

Salah satu poin krusial yang diangkat oleh Menteri Sybiha adalah penangkapan tujuh staf sebuah bank Ukraina, Oschadbank, oleh otoritas Hungaria. Ukraina menilai tindakan ini tidak memiliki dasar hukum yang kuat dan merupakan pelanggaran terhadap hukum internasional.

“Terdapat lima warga kami yang ditangkap dan dibawa ke perbatasan untuk dideportasi. Kami belum bisa memastikan ini. Namun, kami akan bertindak sesuai hukum internasional. Kami tidak akan membiarkan warga kami dipermalukan, ataupun provokasi terhadap Ukraina, dan pencurian properti Ukraina,” tegas Sybiha.

Beliau mendesak Hungaria untuk segera membebaskan seluruh staf bank yang ditangkap. Menurut pandangan Ukraina, tindakan penangkapan ini bukan sekadar insiden diplomatik biasa, melainkan dapat dikategorikan sebagai aksi terorisme dan menunjukkan sikap ketidakjujuran dari pihak Hungaria. Ukraina berjanji akan mengambil tindakan tegas sesuai dengan kerangka hukum internasional untuk melindungi warganya.

Hungaria Menuding Staf Bank Terlibat Pencucian Uang

Di sisi lain, Kantor Administrasi Pajak dan Bea Cukai Hungaria (NAV) telah mengajukan dakwaan terhadap warga negara Ukraina yang ditangkap. Otoritas Hungaria menuduh mereka terlibat dalam kasus pencucian uang dan penyelundupan dana dalam jumlah besar dari Austria menuju Ukraina.

Menteri Luar Negeri Hungaria, Peter Szijjarto, secara terbuka meminta klarifikasi dari Ukraina mengenai tujuan dari dugaan penyelundupan dana tersebut. Ia menyebutkan bahwa tindakan ini adalah sebuah tindakan kriminal yang sangat mengejutkan.

Menurut Szijjarto, sejak Januari, telah terdeteksi pengiriman dana dalam jumlah signifikan dari Austria melalui Hungaria ke Ukraina. Rinciannya meliputi:
* 900 juta dolar Amerika Serikat (setara dengan Rp15,2 triliun)
* 420 juta euro (setara dengan Rp8,2 triliun)
* 146 kilogram emas

Jumlah dan nilai aset yang diselundupkan ini menimbulkan kekhawatiran serius bagi otoritas Hungaria mengenai potensi penyalahgunaan dana dan implikasinya terhadap stabilitas keuangan.

Ukraina Mendesak Respons Internasional

Menanggapi tuduhan dan tindakan Hungaria, Menteri Sybiha memperingatkan agar Hungaria tidak melibatkan Ukraina dalam urusan politik domestiknya, termasuk dalam konteks kampanye pemilihan umum. Ukraina berencana untuk mencari dukungan dan respons dari mitra internasionalnya, termasuk Uni Eropa (UE), terkait dengan insiden ini.

Sybiha menegaskan kembali bahwa Ukraina tidak akan mentoleransi segala bentuk kejahatan yang menimpa warganya. Beliau menekankan bahwa pihak mana pun yang bertanggung jawab atas penculikan warga Ukraina tanpa alasan yang jelas harus menghadapi hukuman yang setimpal.

Insiden ini menambah daftar panjang ketegangan antara kedua negara, yang sebelumnya juga diwarnai oleh isu pemulangan tawanan perang dari Rusia dan isu pasokan minyak. Sikap Hungaria yang terkadang dianggap pro-Rusia dan tindakan kerasnya terhadap warga Ukraina semakin memperkeruh hubungan yang sudah rumit ini. Peringatan dari Ukraina ini diharapkan dapat mendorong dialog yang lebih konstruktif dan penyelesaian masalah secara damai, serta memastikan perlindungan hak dan keamanan bagi seluruh warga negara Ukraina di luar negeri.

Pos terkait