Wamentan Sudaryono: Benih Jagung Gratis, Dorong Swasembada Pangan

Pemerintah Gencarkan Bantuan Benih Jagung Gratis untuk Sejuta Hektare Demi Swasembada Pangan

Pemerintah Indonesia meluncurkan program ambisius untuk mempercepat peningkatan produksi jagung nasional dan mencapai swasembada pangan. Salah satu langkah strategis yang diambil adalah penyediaan benih jagung gratis bagi petani, yang ditargetkan mencakup lahan seluas 1 juta hektare. Inisiatif ini menjadi bagian dari upaya komprehensif untuk memperkuat sektor pertanian, yang dinilai sebagai tulang punggung kemandirian pangan bangsa.

Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono dalam sebuah acara penanaman jagung serentak yang diselenggarakan di Ogan Ilir, Sumatera Selatan, pada Sabtu, 7 Maret 2026, mengungkapkan rincian program bantuan benih jagung ini. “Kementerian Pertanian menyiapkan benih jagung gratis untuk 1 juta hektare lahan dari total sekitar 2,5 juta hektare lahan jagung nasional,” jelas Wamentan Sudaryono. Langkah ini diharapkan dapat meringankan beban petani sekaligus mendorong perluasan areal tanam jagung di seluruh penjuru negeri.

Empat Pilar Kunci Keberhasilan Pertanian

Menurut Wamentan Sudaryono, keberhasilan pembangunan sektor pertanian tidak terlepas dari empat faktor fundamental yang harus senantiasa diperhatikan dan didukung. Keempat pilar tersebut adalah:

  • Ketersediaan Benih Unggul: Benih berkualitas adalah fondasi utama dalam budi daya tanaman. Tanpa benih yang baik, potensi hasil panen yang optimal sulit tercapai. Pemerintah menyadari hal ini dan berupaya memastikan petani memiliki akses terhadap benih jagung berkualitas melalui program bantuan gratis.

  • Sistem Irigasi yang Memadai: Air adalah unsur vital bagi pertumbuhan tanaman. Revitalisasi jaringan irigasi, baik primer, sekunder, maupun tersier, menjadi prioritas pemerintah. Presiden telah mengalokasikan dana sebesar Rp 12 triliun untuk program revitalisasi irigasi pada tahun 2025, yang akan terus berlanjut di tahun-tahun berikutnya. Tujuannya adalah memastikan pasokan air yang stabil dan mencukupi bagi lahan pertanian di seluruh Indonesia.

  • Akses Terhadap Pupuk: Pupuk berperan penting dalam menyediakan nutrisi yang dibutuhkan tanaman untuk tumbuh subur. Pemerintah berkomitmen untuk menyederhanakan mekanisme distribusi pupuk bersubsidi agar lebih mudah diakses oleh petani. Selain itu, petani juga diberikan tambahan insentif berupa pengurangan harga pupuk sekitar 20 persen, sehingga biaya produksi dapat ditekan.

  • Kepastian Harga Hasil Panen: Faktor krusial lainnya adalah jaminan harga pembelian hasil panen yang menguntungkan bagi petani. Pemerintah telah menetapkan harga pembelian panen yang stabil, yaitu Rp 6.500 per kilogram untuk padi dan Rp 5.500 per kilogram untuk jagung. Kepastian harga ini diharapkan dapat memberikan motivasi kepada petani untuk terus meningkatkan hasil produksi mereka.

Inovasi Pemanfaatan Lahan Perkebunan Kelapa Sawit

Dalam kegiatan penanaman jagung serentak tersebut, terungkap pula potensi besar pengembangan jagung melalui sistem tumpang sari di lahan perkebunan kelapa sawit. Kapolda Kalimantan Tengah, Iwan Kurniawan, melaporkan bahwa luas perkebunan sawit di wilayahnya yang mencapai sekitar 2,1 juta hektare membuka peluang pemanfaatan lahan sela untuk budi daya jagung.

“Kami melihat ada peluang besar untuk memanfaatkan lahan-lahan kosong di antara tanaman kelapa sawit untuk ditanami jagung,” ujar Kapolda Iwan Kurniawan. Ia menambahkan bahwa pihaknya juga menyampaikan kebutuhan dukungan alat dan mesin pertanian (alsintan) seperti dryer dan peralatan pendukung budi daya jagung guna meningkatkan produktivitas petani di Kalimantan Tengah.

Menanggapi laporan tersebut, Wamentan Sudaryono memberikan respons positif dan memastikan pemerintah akan menindaklanjuti kebutuhan yang disampaikan. “Saya minta tenaga ahli segera mem-follow up kebutuhan alsintan, termasuk pembinaan jagung di kebun kelapa sawit. Ini salah satu upaya peningkatan produksi jagung, terutama pada kebun sawit yang masih muda,” tegas Wamentan Sudaryono. Inisiatif ini menunjukkan fleksibilitas dan adaptabilitas program pemerintah dalam memanfaatkan berbagai potensi lahan yang ada.

Memperkuat Kemandirian Pangan Nasional

Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia, Listyo Sigit Prabowo, turut menegaskan bahwa kegiatan penanaman jagung serentak ini merupakan bagian integral dari upaya nasional untuk memperkuat kemandirian pangan. Di tengah dinamika global yang penuh ketidakpastian, kedaulatan pangan menjadi prioritas utama.

“Kegiatan penanaman jagung serentak ini merupakan tindak lanjut arahan Presiden dalam memperkuat swasembada pangan. Kita harus memanfaatkan seluruh potensi yang dimiliki agar Indonesia semakin mandiri dalam memenuhi kebutuhan pangannya,” kata Listyo Sigit Prabowo.

Ia juga memaparkan capaian program penanaman jagung secara nasional. “Kita telah menanam lebih dari 600 ribu hektare dengan potensi produksi sekitar 3,9 hingga 4 juta ton. Ke depan, targetnya adalah mencapai penanaman hingga 1 juta hektare bahkan lebih,” jelasnya. Angka ini menunjukkan progres yang signifikan dan optimisme terhadap pencapaian target produksi jagung nasional.

Melalui kolaborasi yang erat antara pemerintah pusat, aparat penegak hukum, pemerintah daerah, serta para petani, program penanaman jagung serentak ini diharapkan tidak hanya mampu memperkuat produksi pertanian nasional, tetapi juga berkontribusi nyata dalam meningkatkan kesejahteraan para petani di seluruh Indonesia. Dukungan yang terintegrasi dan berkelanjutan menjadi kunci keberhasilan dalam mewujudkan ketahanan pangan yang kokoh.

Pos terkait