Warriors All Stars Merilis Single Perdana “Skan’kin”
Warriors All Stars, sebuah grup musik yang telah lama berkembang di Jakarta, resmi merilis single perdana mereka dengan judul “Skan’kin”. Lagu ini kini tersedia di berbagai platform musik digital melalui label Warriors Records. Single ini menjadi langkah awal bagi band yang terbentuk pada tahun 2005 oleh komunitas Warriors Jakarta.
Sejarah dan Latar Belakang
Warriors All Stars dibentuk sebagai wadah bagi para musisi dari berbagai band Oi! dan Ska di Jakarta, khususnya para anggota dan crew dari Warriors Jakarta. Mereka memperkenalkan gaya musik yang mengusung warna ska soul, yang menjadi representasi kolektif dari budaya jalanan dan kehidupan kelas pekerja. Budaya ini menjadi akar dari scene musik yang mereka bawa.
Cerita di Balik Lagu “Skan’kin”
Lagu “Skan’kin” merupakan re-interpretasi dari lagu milik The End, yang ditulis oleh Adhitya Murti (Uthay). Lagu ini sebelumnya dirilis dalam split album Dedicated (2002) bersama The Gross. The End sendiri dikenal sebagai salah satu band Oi!/street punk legendaris dari Jakarta.
Dalam versi terbaru ini, Warriors All Stars membawa pendekatan musikal yang lebih groove-driven, tetapi tetap mempertahankan karakter mentah dari versi aslinya. Lagu ini menggambarkan momen sederhana namun dekat dengan keseharian, seperti suasana malam selepas bekerja, ketika para skinhead dan rudeboy berkumpul, mendengarkan musik ska, dan berdansa. Lebih dari sekadar gaya berdansa, “Skan’kin” menjadi simbol ekspresi, pelepasan, dan kebersamaan dalam hidup kelas pekerja.
Lirik seperti “Struggle for life, we stand. Struggle for life, we dance. Tonight is the real night — skankin’ forever” merangkum semangat lagu ini, tentang bagaimana perjuangan hidup tidak hanya dijalani, tetapi juga dirayakan melalui musik dan solidaritas.
Kolaborasi dengan Tuanjenggo dari Monkey Boots
Warriors All Stars juga menggandeng Tuanjenggo dari Monkey Boots untuk memberikan sentuhan vokal berupa shout rhyme khas reggae/dub/dancehall yang memperkaya karakter lagu ini. Kolaborasi ini menambah dimensi baru pada lagu yang telah ada sejak lama.
Menurut pernyataan resmi mereka, “Lagu The End itu bukan sekadar lagu buat kami, tapi bagian dari perjalanan dan fondasi kultur yang kami jalani. Lagu ‘Skan’kin’ kami pilih karena punya spirit yang sangat dekat dengan keseharian. Tentang kerja, solidaritas, dan bagaimana musik jadi ruang untuk tetap bertahan. Versi ini bukan untuk mengganti yang lama, tapi untuk membawa semangatnya ke hari ini.”
Formasi Band dan Tujuan Mereka
Formasi Warriors All Stars terdiri dari Didi (The Gross) pada vokal, M. Brama (gitar/vokal), Imam Agnianto (The End) pada bass, Daniel (Sentimental Moods) pada bariton sax, serta Dadan (Sindikat Lantai Dansa) pada drum. Perilisan “Skan’kin” menjadi langkah awal bagi Warriors All Stars untuk memperkenalkan karya mereka ke audiens yang lebih luas, sekaligus membawa kembali semangat “working class culture” yang telah mereka bangun selama bertahun-tahun.
Membawa Semangat “Working Class Culture”
Warriors All Stars ingin mengingatkan dunia bahwa musik adalah cara untuk menyampaikan pesan dan nilai-nilai penting. Melalui lagu-lagu mereka, mereka ingin menjaga tradisi musik yang telah lama berkembang di Jakarta, khususnya dalam ranah Oi! dan Ska. Mereka percaya bahwa musik tidak hanya sekadar hiburan, tetapi juga alat untuk menyuarakan suara kelas pekerja dan masyarakat umum.

Kiprah Masa Depan
Dengan merilis single pertama mereka, Warriors All Stars menunjukkan komitmen mereka untuk terus berkarya dan memperluas pengaruh musik mereka. Mereka berharap dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda yang tertarik pada musik jalanan dan budaya yang mereka bawa. Dengan semangat yang sama, mereka akan terus menciptakan karya-karya yang mencerminkan nilai-nilai yang mereka yakini.






