Perpisahan Terakhir dengan Vidi Aldiano: Biru Sebagai Simbol Cinta dan Keberuntungan
Kepergian musisi Vidi Aldiano pada Sabtu (7/3/2026) di usianya yang ke-35 tahun meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, sahabat, dan para penggemarnya. Vidi Aldiano menghembuskan napas terakhirnya setelah enam tahun berjuang melawan penyakit kanker ginjal yang dideritanya. Jenazahnya kemudian dimakamkan keesokan harinya, Minggu (8/3/2026), di Taman Pemakaman Umum (TPU) Tanah Kusir, Jakarta Selatan.
Momen pemakaman Vidi Aldiano diwarnai dengan pemandangan yang menyentuh hati. Sebagian besar pelayat yang hadir, termasuk keluarga dan sahabat terdekat, kompak mengenakan busana berwarna biru. Pilihan warna ini bukan sekadar kebetulan, melainkan sebuah simbol penghormatan terakhir yang memiliki makna mendalam bagi mendiang Vidi.
Yura Yunita: Maaf Tak Bisa Kenakan Biru Favorit Vidi
Di antara para sahabat yang hadir, penyanyi Yura Yunita menjadi salah satu yang paling disorot karena tidak mengenakan busana biru. Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya (@yurayunita), Yura mengungkapkan permintaan maafnya kepada Vidi. Ia menjelaskan bahwa ketidakhadirannya dalam balutan warna favorit Vidi tersebut disebabkan oleh situasi yang serba mendadak.
Yura baru saja menyelesaikan ibadah di Tanah Suci ketika kabar duka mengenai Vidi Aldiano datang. Ia langsung menempuh perjalanan udara selama 14 jam dari Madinah menuju Jakarta. Setibanya di Jakarta pada pukul 06.45 pagi, karena terburu-buru dan hanya mengenakan pakaian yang tersisa di kopernya, Yura terpaksa mengenakan busana berwarna merah.
“Beb, maafin aku tadi nganterin kamunya pake baju warna merah yaa, bukan biru warna favorit kamu,” tulis Yura dalam unggahannya. Ia menambahkan, “Jujur kemarin pas di Madinah aku dapet kabar tentang kamu nggak kepikiran dresscodenya kamu, benar-benar pakai yang ada, baju yang tersisa.”
Meskipun tidak dapat memenuhi permintaan tak tertulis untuk mengenakan warna biru, Yura bersyukur masih bisa hadir di detik-detik terakhir Vidi. Ia merasa terharu ketika mendengar dari teman-teman bahwa Vidi seolah menunggu kehadirannya.
“Kata teman-teman yang bikin aku makin nangis ‘tuh Vidi nungguin lo datang tuh’. Lah mewek maksimal aku, tapi lega, happy,” ungkap Yura. Ia merasa bersyukur bisa menyaksikan shalat jenazah, mengantarkan Vidi, dan berdiri tepat di depan liang lahatnya. “Indah bebb, indah @vidialdiano,” tambahnya.
Biru: Simbol Keberuntungan dan Cinta dari Para Sahabat
Pemandangan para pelayat yang mengenakan busana biru di pemakaman Vidi Aldiano menarik perhatian banyak pihak. Istri Vidi, Sheila Dara, terlihat mengenakan pashmina biru yang menutupi kepalanya. Artis-artis ternama seperti Raisa, Afgan, Fadil Jaidi, Keanu Angelo, hingga Anya Geraldine juga terlihat kompak mengenakan pakaian berwarna biru saat mengantarkan Vidi ke peristirahatan terakhirnya.
Makna di balik pilihan warna biru ini diungkapkan oleh salah satu sahabat Vidi, Ranggaz Laksmana, melalui unggahan di akun Instagram pribadinya (@ranggazlaksmana). Menurut Ranggaz, warna biru memiliki arti penting bagi Vidi Aldiano semasa hidupnya. Vidi pernah mengungkapkan bahwa, sesuai dengan prinsip feng shui, biru adalah warna keberhasilan dan keberuntungannya.
“Hari ini semua orang yang sayang sama kamu pake baju biru, kamu pernah bilang, sesuai feng shui, itu warna keberhasilan dan keberuntungan kamu,” tulis Ranggaz.
Ranggaz juga menambahkan bahwa banyaknya orang yang hadir di pemakaman Vidi merupakan bukti nyata betapa ia dicintai. “Hari ini kamu berhasil Vid, berhasil dalam hidup, berhasil mengumpulkan sebegitu bayak org untuk hadir buat kamu, tapi yang beruntung kita-kita, beruntung bisa kenal sama orang seperti kamu, beruntung ada kesempatan disayang sama kamu,” tuturnya.
Prosesi Pemakaman yang Khidmat Ditemani Hujan
Prosesi pemakaman Vidi Aldiano berjalan dengan khidmat, diiringi oleh keluarga, sahabat, dan masyarakat yang hadir untuk memberikan penghormatan terakhir. Di antara para pelayat, Sheila Dara, istri Vidi, menjadi sosok yang paling disorot. Meskipun diliputi kesedihan, ia tampak tegar dan harus dipapah oleh seorang kerabat saat berjalan menuju makam.
Jasad Vidi Aldiano kemudian diletakkan di sisi makam sebelum akhirnya dimasukkan perlahan ke dalam liang lahat. Prosesi pemakaman ini turut diiringi oleh guyuran hujan yang cukup deras, menambah nuansa haru pada momen perpisahan tersebut. Para pelayat yang hadir membawa payung untuk melindungi diri dari hujan, sementara tanah di sekitar makam terlihat becek.
Di tengah suasana yang khidmat, lantunan doa dan ayat suci Al-Qur’an, termasuk surat Al-Fatihah, terus dipanjatkan untuk mendiang Vidi Aldiano. Kehadiran hujan dan kebersamaan para sahabat dalam balutan warna biru menjadi saksi bisu betapa Vidi Aldiano adalah sosok yang dicintai dan akan selalu dikenang.






